1 Syawal 1432 H

Author: Kedai Barang Antik / Labels:


Kemarin adalah kenangan...
Mulut kadang salah berucap. Hati kadang salah menduga.
Maafkan segala kekhilafan. Hanya hati yang mampu berbisik...

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1432 H
Mohon Maaf Lahir dan Batin

Wallets China Peranakan

Author: Kedai Barang Antik / Labels:

Dompet China Peranakan...

Di kalangan istri pembesar (Luitenant der Chineezen), kelengkapan busana yang digunakan berbeda dari rakyat biasa. Terdapat motif khas Tionghoa itu bisa terlihat dalam gambar kilin atau liong yang salah satu motif sakral yang hanya digunakan di lingkungan kerajaan, disulam dengan kawat perak dengan sepuh emas menggambarkan situasi masa lalu yang sangat mewah dengan idiom budaya Tiongkok.

Kerumitan membuat sebuah dompet China Peranakan yang mempunyai ukuran P.9 cm x L.7,5 cm dengan kesempurnaan pengerjaan yang dipesan secara khusus sebagai gaya hidup yang serba mewah karena dianggap bisa dijadikan sebagai simbol status dan keagungan.

Bukan sekadar keindahan perpaduan dan komposisi ragam hias serta permainan warna yang menarik diamati, tetapi juga semangat zaman yang dipancarkan oleh koleksi dompet China Peranakan tersebut. Mau ??

Plakat Nama Tionghoa

Author: Kedai Barang Antik / Labels:

Plakat Nama, Sejarah Yang Tak Tercatat...

Memang kota Lasem merupakan kota tua penuh peninggalan masa lalu. Peninggalan kotanya bukan terkait dengan keberadaan Etnis China saja yang sudah bermukim turun temurun di kota ini, melainkan terkaitkerukunan antara etnis China dan Jawa hidup secara berdampingan selama ratusan tahun terus terbina dengan baik.

Sekalipun sudah berubah fungsi, bangunan berarsitektur China ini masih tampil hampir seperti sedia kala. Selain menjadi tanda keberadaan budaya Tionghoa pada masa lalu, bangunan semacam ini juga berperan dalam perkembangan sebuah kota.

Sisa-sisa peninggalannya yang berupa plakat nama yang biasa dipasang diatas kusen pintu gerbang atau tembok rumah ini tidak hanya unik akan tetapi juga menjadi sinergi untuk menarik perhatian, seperti layaknya kediaman bangsawan-bangsawan keturunan China tempo dulu.

Nuansa China sangat terasa dari segi bentuk, ornamen dekoratif yang atraktif masih dibiarkan seperti aslinya. Plakat berukuran P.21 cm x L.7,8 cm ini dibuat dengan gaya dan corak China sebagai upaya penyesuaian terhadap arsitektur bergaya China ini pada masa itu. Usia dan desain antiknya, juga semangat zaman yang dipancarkan plakat tersebut menjadi daya pikat tersendiri. Mau ?? SOLD OUT

Pakaian Kapitan Tionghoa

Author: Kedai Barang Antik / Labels:

Rekam Jejak Kapitan Tionghoa...

Kapitan adalah pejabat yang diangkat oleh Pemerintahan Kolonial Belanda dan biasanya dipilih atas dasar ketokohan dan kekayaan serta pengaruh dalam masyarakat pedagang Tionghoa.

Kapitan Tionghoa pada umumnya merupakan orang-perorang yang sangat kaya diantara komunitas masyarakat Tionghoa dan kekayaan menjadi bagian dari parameter penghargaan yang tinggi dan pengaruh ketokohannya pada komunitas masyarakat Tionghoa yang dipercayai penuh berperan menjembatani kepentingan ekonomi, politik, dan sosial antara Pemerintah Kolonial Belanda dengan Komunitas Tionghoa.

Pada masa pemerintahan kolonial Belanda, Tionghoa mengalami perubahan dari masyarakat yang diawasi menjadi masyarakat yang mempunyai kedudukan istimewa. Pakaian Luitenant der Chineezen (motif pada bagian dada - ukuran P.32 cm x L.29 cm) ini merupakan jejak sejarah yang merekam bentuk eksotisme nilai paduan gaya tradisional Tionghoa di bumi Nusantara pada masa kolonialisme.

Baju kebesaran Kapitan Tionghoa pada bagian dada terdapat motif Lokcan disulam dengan kawat perak dengan sepuh emas menggambarkan situasi masa lalu yang sangat mewah dengan idiom budaya Tiongkok. Berminat memilikinya ?? SOLD OUT

Kotak Surat Oriental

Author: Kedai Barang Antik / Labels:

Kotak Surat Nasibmu Kini...

Banyak hal lucu yang tergali kembali melihat sebuah kotak surat antik semacam ini. Saat ini, sangat sulit menemukan rumah yang masih mempertahankan kotak surat di dekat pagar. Jikapun ada, kotak surat tersebut sudah berkarat terkena terik matahari dan guyuran hujan.

Begitu pula dengan koleksi kotak surat kayu yang mempunyai ukuran P.33 cm x L.15 cm x T.49 cm dengan motif oriental ini sudah di re-finishing ulang tampilan luarnya. Kotak surat kayu antik ini sudah sangat jarang dijumpai, kalaupun ada itupun hanya sebagai hiasan semata.

Banyak alasan muncul mengapa tidak menggunakan kotak surat lagi. Sebagian besar teman-teman saya menjawab bahwa kotak surat menjadikan rumah terlihat kuno. Betul juga, namun bagi seorang arsitektur atau pengagum benda-benda kuno, kotak surat dapat difungsikan menjadi penambah eksotisnya suatu bangunan.

Saya juga merasa geli sendiri, melihat orang dengan bangganya menyatakan bahwa bangunannya masih peninggalan jaman Belanda padahal kotak suratnya sudah lenyap. Rasa sesal karena pernah tidak memiliki atau mungkin pernah kehilangan. Bahkan bisa menjadi nostalgia yang melemparkan ingatan pada masa itu. Sudah jarang khan melihat "kotak pos kayu" yang semacam ini ??

Sepatu Babah Tionghoa

Author: Kedai Barang Antik / Labels:

Sepatu Babah Tionghoa (c.1901's)

Akulturasi budaya sejak ratusan tahun lalu dan terus berkembang sampai saat ini, makin terasa seiring semakin dibukanya peluang masyarakat etnis Tionghoa untuk mengekpresikan budayanya.

Bagaimana ceritanya sampai bisa masuk ke Jawa pun agak samar-samar, mungkin dibawa oleh Luitenant der Chineezen atau para pedagang kaya raya. Koleksi sepatu Babah ini menggunakan bahan yang berkualitas tinggi seperti sutera atau beludru dengan kesempurnaan pengerjaan yang berbeda dari rakyat biasa.

Seperti pakaian adat perkawinan ataupun pakaian sehari-hari warga Tionghoa yang sudah jadi barang langka. Sepatu Babah Tionghoa ini menampilkan pola-pola dengan ragam hias satwa mitos China serta ragam hias berbentuk mega mendung. Kini sepatu Babah Tionghoa itu tak lagi digunakan, namun pesona nya masih terpancar kuat. Eksotis ! SOLD OUT

Lukisan Babah Tionghoa

Author: Kedai Barang Antik / Labels:

Mengenang Pecinan Kuno Dalam Lukisan Kanvas...

Perpaduan budaya Tionghoa dan Jawa asli menghasilkan budaya peranakan atau budaya Babah yang memiliki keunikan tersendiri pada era kolonialisme. Kini jejak budaya tersebut semakin langka.

Para saudagar China telah berbaur dengan masyarakat asli Jawa sejak ratusan tahun yang lalu. Pembauran ini semakin erat dalam sebuah ikatan perkawinan. Jika yang pria menikah dengan gadis pribumi, maka disebut dengan istilah Babah.

Tidak dapat dilacak dengan pasti kapan lukisan potret diri yang mempunyai ukuran P.72,5 x L.53,5 cm ini diabadikan, tapi diperkirakan sekitar tahun 1903 an. Pada masa itu pemerintah Belanda (Dutch East Indies) memberlakukan beberapa peraturan, yaitu Wijkenstelsel dan Passenstelsel.

Lukisan kanvas potret diri Babah Tionghoa ini dapat dipadukan dengan elemen atau benda-benda yang unik dalam tata interior bergaya oriental. Sebuah ide dekorasi interior yang juga memajang foto-foto keluarga Babah yang dahulu sempat prominen dimasanya seperti raja gula Oei Tiong Ham. Bisa juga dikatakan bahwa orang-orang Tionghoa masa kini adalah kepanjangan tangan dari komunitas Tionghoa pada masa lalu. Tertarik memilikinya ? SOLD OUT

Stempel China Peranakan

Author: Kedai Barang Antik / Labels:

Stempel China Peranakan

Pernak pernik oriental lama selalu mengundang perhatian karena bentuknya yang unik. Beberapa diantara pernak pernik itu adalah stempel China tempo doeloe yang mempunyai ukuran 6 centimeter.

Tentu barang lama yang secara kualitas jelas tidak diproduksi sembarangan,sebagai manifestasi dari nilai-nilai budaya yang berlaku pada zaman itu ditampilkan lewat kualitas bahan dan detail tekstur pengerjaannya.

Bangsa China memiliki tradisi membuat stempel atas nama mereka, dan dipakai sebagai tanda terima atau tanda tangan. Benda itu pun masih tampak kokoh dan mantap, bahkan masih berfungsi sebagaimana mestinya, walau usianya tergolong renta.

Tak sekedar pajangan, barang ini menyimpan banyak cerita tentang budaya dan kebiasaan adat Tionghoa pada masa lampau. Mau ??

Kotak Kinang Oriental

Author: Kedai Barang Antik / Labels:

Tempat Kinang China Peranakan

Anda akan langsung merasakan kehangatan dan nostalgia era lama pada sebuah koleksi tempat kinang kayu bergaya oriental. Tempat kotak kinang kayu ini mempunyai ukuran P.33,5 cm x L.20 cm x T. 15,5 cm yang menampilkan bentuk-bentuk motif perpaduan antara Jawa dan China di setiap sudutnya, turut menghidupkan romansa.

Bentuk dan gayanya memang khas Tionghoa. Selain jenis kayu, menarik juga untuk dicermati bagaimana meja ini dibuat dengan rapi. Sambungannya tidak menggunakan paku melainkan dengan kayu sendiri melalui sistem sambungan yang disebut dengan istilah buntut burung. Poros pada permukaannya juga dibuat sambungan dengan istilah adu manis. Baru setelah tepat, sambungan-sambungan itu diberi lem perekat. Tertarik memilikinya ?? SOLD OUT