Lampu Art Nouveau

Author: Kedai Barang Antik / Labels:







Sebuah Lampu Tua Bersejarah...

Koleksi lampu porcelain lukis bergaya Art Nouveau ini memiliki sejarah dalam yang berkembang dari kolonial Hindia Belanda yang mengadopsi kebiasaan bangsa Eropa.

Sebagai simbol pemanjaan dorongan hedonistis yang disesuaikan dengan iklim dan aktivitas gaya hidup Eropa di bumi nusantara pada era Hindia Belanda waktu itu.

Simpel dan kuat desainnya, mempunyai ukuran panjang rantai kuningan 68 cm  dan diameter 23 cm (bawah 18 cm) ini dapat dilihat dari penataan motif gambar corak Art Nouveau yang seimbang.

Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa koleksi ini memang ditujukan untuk masyarakat kalangan menengah ke atas yang tampaknya sudah lama ada sekitar tahun 1910-an.

Pesonanya ternyata tetap menggoda walaupun hampir punah, motif dan desain yang unik membawa kesan mewah tersendiri bagi pemiliknya. Berminat memilikinya ? SOLD OUT

Nampan Art Nouveau

Author: Kedai Barang Antik / Labels: ,





Perjalanan Panjang Pernik Kolonial...

Nuansa keindahan tak hanya datang dari motif modern, ternyata sentuhan motif kuno juga bisa menghadirkan citra mewah tersendiri pada sebuah koleksi. Mempunyai ukuran P.25 cm x L.13,5 cm usia dan desain antiknya, menjadi daya pikat tersendiri.

Daerah-daerah yang pernah makmur pada jaman kolonial Belanda atau yang menjadi pusat kependudukan di jaman V.O.C biasanya banyak ditemukan pernik perabotan mewah.

Para Meneer Belanda memang punya perhatian terhadap nilai-nilai budaya yang berlaku pada zaman itu ditampilkan lewat pemilihan perabot sebagai simbol kekuasaan, status sosial, dan kebesaran penguasa saat itu.

Jika dicermati, tekstur dan desain yang dihasilkan sangat luar biasa dipandang sebagai esensi langgam Eropa masa lampau Art Nouveau, menjadi penanda kelas sosial pada masyarakat kolonial yang dibeda-bedakan berdasarkan ras dan status sosial. Tertarik memilikinya ? SOLD OUT

Fruit Bowl Ceramic

Author: Kedai Barang Antik / Labels:


Meibloem Ceramic Circa 1896...

Jika merunut sejarahnya, koleksi keramik tempat buah ini muncul saat nusantara sedang dalam masa penjajahan kolonial Belanda. Memiliki koleksi ini adalah impian setiap kolektor peninggalan Dutch East Indies.

Pernik peninggalan era kolonial yang mempunyai ukuran T.13 cm x diameter 24 cm ini menjadi "point of interest" di sudut ruang. Kelangkaan, orisinilitas dan usianya yang lebih dari 100 tahun ini membuatnya semakin menarik. Tertarik memilikinya ??

Fire King Oven Ware

Author: Kedai Barang Antik / Labels:





Koleksi Cangkir Lama, Lebih Cantik...

Cangkir yang umumnya digunakan untuk minum teh atau kopi biasanya terbuat dari porselen dan mempunyai pegangan di salah satu sisinya agar tangan tidak kepanasan sewaktu meminum kopi atau teh hangat.

Hmm.. hal itulah yang kita tahu mengenai cangkir pada umumnya. Tapi anda mungkin tak pernah berpikir sebelumnya untuk memberikan aksen berbeda di dalam wadah cangkir itu sendiri.

Tak ada yang keberatan, tak ada pula yang menduga bahwa di kemudian hari, cangkir Oven Ware Fire King - Made in USA dengan warna hijau jade (batu giok) ini melegenda. Walau usianya tergolong renta, cangkir masa lampau ini masih berfungsi sebagaimana mestinya. Mau ? SOLD OUT

Nampan Indische Empire Stijl

Author: Kedai Barang Antik / Labels:





Pesona Nampan Kuno...

Seiring perkembangan zaman selalu diiringi dengan pergeseran gaya hidup. Kita tahu benar bahwa semakin sulit mencari barang lama.

Mungkin tak sedikit di antara kita yang senang mengoleksi ragam bentuk pernik era kolonial. Mulai dari vas, lampu, hingga botol-botol kristal. Salah satu hal yang menarik dari nampan kuningan peninggalan zaman kolinial ini, selain kilaunya adalah desainnya yang unik.

Hal ini tentu saja sangat berpengaruh terhadap mendorong penyebaran kebudayaan Indies lewat gaya hidup yang serba mewah.

Tentu barang lama yang secara kualitas jelas tidak diproduksi sembarangan, desain ornamen bergaya Indische Empire Stijl. Mempunyai ukuran P.30 cm x L.19 cm ini unik untuk dikoleksi. Mau ??

Thonet Bentwood Chair

Author: Kedai Barang Antik / Labels:












Timeless Design Dari Michael Thonet....

Sekian lama dijajah oleh Belanda, meninggalkan jejak yang tak pernah hilang, sampai sekarang. Salah satunya pada desain perabotan interior dan arsitektur. Gaya kolonial, demikian kita sering menyebutnya. Gaya kolonial kental dengan pengaruh Eropa, tak heran kalau seringkali terlihat mirip dengan gaya klasik.

Michael Thonet (2 Juli 1796 – 3 Maret 1871) membuat furniture kursi yang memiliki terobosan atau inovasi baru di dunia furniture kala itu. Ia mulai menemukan komposisi lem yang kuat untuk konstruksi join antar komponennya dan yang paling mengagumkan saat itu, ia sudah bisa membentuk lengkung dari material kayu dengan menggunakan uap panas. Inovasi tersebut menghasilkan desain kursi yang belum pernah ada sebelumnya. Kursi yang sederhana, elegant, lebih ringan, nyaman, dan tahan lama.

Desain kursi buatan Michael Thonet tersebut memang istimewa dan menjadi desain yang mendunia hingga saat ini. Kelebihan lain dari desain kursi tersebut adalah bisa masuk dalam segala style desain interior.

Seperti kebanyakkan kursi masa itu yang digunakan di Belanda dan Perancis pada abad ke-17 hingga abad ke-18 yang terbuat dari kayu Walnut dan biasanya bersandarkan dan dudukan anyaman rotan.

Kayu Walnut sulit ditemukan dan harganya sangat mahal dan diolah dengan cara pemanasan dan pembentukan, disebut dengan teknik "bentwood" bentuknya yang elegan, telah membawa pengaruh dan kesan khusus bagi para pemakai kursi-kursi tersebut.

Kayu Walnut yang bisa memberikan nilai estetika tinggi. Jika anda cermati kursi kayu solid melengkung dan teknik sambungan knock down material berharga dan eksotik sehingga mebel ini sangat mahal dan hanya dimiliki orang kaya. Tertarik memilikinya ? SOLD OUT

Bovenlicht Kolonial

Author: Kedai Barang Antik / Labels:


 




Bovenlicht Heritage

Hiasan pada lubang angin di atas pintu dan jendela (bovenlicht), contohnya kerawang. Hiasan lainnya berupa penggunaan teralis batangan besi pada bovenlicht atau bukaan pada pintu dan jendela.

Bagi anda yang sedang merancang rumah atau sedang berencana merubah suasana di rumah anda koleksi ini mungkin bisa berguna. Apalagi kalau anda berencana menggagas konsep rumah tradisional, khususnya rumah bergaya 'tradisional' ataupun 'kolonial'.

Tak hanya megah dan indah, bovenlicht besi pada atas panel pintu memiliki makna simbolis sarat makna dan nilai-nilai sosiokultural. Kerawang atau rooster bongkaran rumah tua ini mempunyai ukuran P.88 cm x L.42,5 cm. Berminat memilikinya ?

Konsol Besi Heritage

Author: Kedai Barang Antik / Labels:





Konsol Besi Kolonial

Struktur penyangga atap atau konsol yang dibuat dari besi tempa bermotif lengkung atau keriting dari bongkaran gedung lama peninggalan masa kolonial Belanda.

Meskipun demikian, konstruksi kolom penyangga emplasemen yang terbuat dari besi ini mempunyai ukuran P.101 cm x L.40 cm menunjukkan adanya sisa dari bangunan lama yang menjadi ciri konstruksi yang dibangun pemerintah Hindia Belanda. Berminat memilikinya ?  SOLD OUT

Bangku Ranjang Lokcan Lasem

Author: Kedai Barang Antik / Labels:











Bangku Pijakan Ranjang Banji : Uniknya Perabotan Tionghoa Peranakan....

Dikenal dengan model perabotan Lasem-an yang penuh ornamen, namun memanfaatkan kualitas kayu jati baik lebar bidang maupun corak kayu (polos dan loreng). Bangku pijakan ranjang Lokcan ini dibuat di Indonesia oleh para pandai kayu dan tukang-tukang yang sangat berpengalaman, dengan bahan kayu jati yang banyak tersedia di hutan Indonesia, dalam kurun waktu antara 50-150 tahun yang silam. Bangku pijakan ini menarik minat karena motif ukirannya yang meriah dan mewah dengan cat prada (emas).

Selain jenis kayu, menarik juga untuk dicermati bagaimana bangku pijakan ini dibuat dengan rapi. Sambungannya tidak menggunakan paku melainkan dengan kayu sendiri melalui sistem sambungan yang disebut dengan istilah buntut burung. Poros pada permukaannya juga dibuat sambungan dengan istilah adu manis. Baru setelah tepat, sambungan-sambungan itu diberi lem perekat.

Stuktur sambungan terkunci pada bagian atas yang disebut atap. Pada benda apa pun, awal buka dan tutup ada pada atap. Baru setelah atap terlepas, bagian bawahnya dapat dengan mudah dilepas sampai ke bagian-bagian terkecilnya.

Tentang seni ukir pada perabotan bangku pijakan ranjang Lokcan ini, juga khas dan unik. Ada ukir datar yang diisi warna emas, ada pahat relief yang hanya sekadar tampak timbul, ada juga yang bagian belakangnya dilubangi (ukir tembus).

Ada ornamen yang dibuat dengan metoda korek; membuat permukaan kayu jadi cekung, lalu cekungannya diisi dengan cat warna emas. Atau sebaliknya, sisi luar cekungan yang dicat warna emas. Diukir dengan relief tinggi dan latar belakangnya dilubangi dan dicat prada emas kemerahan atau kuning cokelat.

Bangku pijakan empat tidur banji dari abad 19 ini mempunyai ukuran P.120 cm x L.40 cm x T. 26 cm. Pada sisi bawah meja terdapat lambang banji atau swastika. ”Banji berarti lambang keberuntungan ” Bentuk dan gayanya memang khas Tionghoa. Tampak beberapa bagian ornamen yang kusam karena termakan usia, tetapi kecantikannya tak pernah pudar.

Koleksi bangku pijakan ranjang Banji ini yang merupakan koleksi turun-temurun, yang di Indonesia kini nyaris tak ada lagi pemiliknya. Ini adalah koleksi yang laris di berbagai pasar antik Tanah Air. Tertarik memilikinya ?? SOLD OUT