Bangku Baca Jengki

Author: Kedai Barang Antik / Labels:

Ingin tampil santai ? Bangku duduk rendah model lemari ini bisa jadi pilihan. Sebagai perabot centerpiece tampilannya mencuri perhatian.

Aplikasi warna natural bertekstur serat kayu, membawa kesan sederhana, tetapi justru indah. 

Handle kuningan masih model lama dan original, masih cantik untuk ditampilkan.

Nyaman, walau tanpa busa empuk, bangku anyaman rotan ini bila diduduki sangat nyaman.

Engsel panjang model lama, menampakkan ketepatan dalam perbandingan ukuran dan keseimbangan.

Kayunya selalu pilihan. Semakin tua semakin berminyak, tanpa harus diberi obat khusus, bangku ini selalu mengkilap.

Siapa sangka perabot dengan gaya "Jengki" ini masih sangat dirawat oleh pewarisnya, perpaduan antara tuntutan fungsionalitas dan estetika.

Tanpa anak kunci, flip flop masih berfungsi baik untuk memudahkan membuka tutup laci pintu.

Peran sebuah bangku baca ini tidak hanya untuk duduk membaca buku. Pada bagian bawahnya, difungsikan sebagai laci penyimpanan buku.

Bangku duduk sekaligus sebagai area penyimpanan dibagian bawahnya. Jenis kayu solid, sehingga kesan hangat dan karakter kayu lebih terasa.


Saat Membaca Jadi Menyenangkan...

Tiap perubahan jaman, desain dari furniture dapat berubah dan memiliki fungsi yang berbeda-beda. Bangku jengki ini bersifat movable, yang ketinggian dudukan nya ergonomis dapat dipindah dan geser. Sementara itu bagian bawahnya, difungsikan sebagai laci penyimpanan buku.

Bangku ini mempunyai ukuran P.44 cm x L.34 cm x T.45 cm. Gaya desainnya merupakan perpaduan antara tuntutan fungsionalitas dan estetika.

Jika ingin mencoba sesuatu yang unik dalam ruangan anda, meja simpel ini juga dapat digunakan sebagai aksen.

Anda dapat mengaplikasikannya di tempat-tempat favorit, terlebih pada rumah tinggal anda. Secara psikologis suasana yang dihadirkan mampu mengobati stres setelah seharian bekerja.

Ini akan memberikan semangat baru ke dalam diri anda, apalagi saat anda sedang penat. Tertarik memilikinya ???

Jengki Tea Cabinet

Author: Kedai Barang Antik / Labels:

Desain lemari jengki ini unik sekaligus retro, menampilkan gaya perabot tahun awal 60-an. Produk perabot rumah tangga yang disukai para nyonya rumah di kota-kota besar. 

Tidak hanya secara fisik dan visual semata, namun menjadi refleksi zaman yang masih tampak indah hingga sekarang.

Perabotan furniture jengki masa lampau yang pernah menjadi ikon zaman tetap masih digemari, Ddengan beberapa pengaturan sudut yang tepat, lemari ini dapat memiliki fungsi yang berbeda.

Kayu tua memiliki patina indah dan terlihat benar-benar menakjubkan dalam originalitas.Tampilan yang dibiarkan apa adanya sekaligus bisa merekam ulang era masa keemasannya.

Kunci lemari menggunakan model "808" dan masih berfungsi baik.

Handle knob bernuansa masa lampau buatan sekitar tahun 1950-an ini masih tampak kokoh dan mantap.

Bagian dalam lemari, bisa digunakan untuk menyimpan barang-barang atau buku kesayangan anda.

Jejak-jejak perabotan era jengki karakteristiknya yang kuat sebagai langgam yang mudah dikenal.

Indah, shopisticated dan parktis, begitulah tampilan keseluruhan dari lemari ini. Tambahan pernak pernik akan menyuguhkan tampilan interior yang atraktif.

Beberapa mebel peninggalan tempo dulu serta ragam corak ornamen yang menghiasinya, seolah bisa memutar waktu tempo dulu. Koleksi ini salah satu dari sedikit yang tersisa yang diakrabi para keluarga di Indonesia tahun 1960 an dan terpelihara dengan baik.


Perabotan Jengki Masa Lalu Dalam Masa Kini...

Coba sebutkan benda apa yang sering anda jumpai di rumah eyang atau nenek? Bisa jadi benda-benda kuno yang sangat sulit kita jumpai saat ini.

Jika iya atau anda adalah pecinta barang-barang kuno bernuansa jengki, maka lemari unik berukuran P.65 cm x L.37 cm x T.81 cm ini bisa menjadi pilihan.

Tempatkan di sudut ruang duduk, dikombinasikan dengan perangkat kursi lainnya untuk menciptakan point of interest di sudut ruang.

Sekilas saja melihatnya, anda pasti setuju bahwa dua benda ini memiliki sentuhan vintage dan membongkar memori masa lampau.

Jika melihat kondisinya, koleksi ini tampaknya barang warisan zaman turun temurun dan belum mau dipensiunkan. Tampilannya yang menarik dan tampak berumur menjadikannya barang collectible, karena sulit dicari.

Koleksi perabotan dari masa lampau tersebut kini banyak digunakan kembali, memilki keunggulan kualitas kayu, desain yang cantik dan dilabel dengan julukan interior vintage. Berminat ??

Meja Pop-Art

Author: Kedai Barang Antik / Labels:

Meja berbentuk kotak geometris tanpa banyak detil. Mempunyai struktur permukaan datar dan dasar yang terdiri dari 2 papan kayu datar sebagai penopangnya.

Bentuk alas meja simpel dan dinamis yang berukuran P.50 cm x L.34 cm x T.40 cm . Material kayu solid bidang lebar dengan gurat kayunya yang eksotis.

Material konstruksi meja yang digunakan adalah kayu jati bidang lebar dan kualitas baik pada masanya.

Anda bisa memanfaatkan sudut kosong di ruang tidur, ruang keluarga, atau ruang kerja. Simply awesome!

Jadi berkreasilah dengan meja bergaya Pop-Art ini, untuk mengekspresikan keindahan ruangan anda.

Pop Art merupakan sebutan yang digunakan untuk gaya yang timbul di tahun 1950-1960an, seiring dengan semakin menjamurnya komik, seni kartun dan seni advertising. 


Ekspresi Meja Gaya Pop-Art....

Meja ini terinspirasi dari bentuk model Pop-Art. Pop Art merupakan sebutan yang digunakan untuk gaya yang timbul di tahun 1950-1960an, seiring dengan semakin menjamurnya komik, seni kartun dan seni advertising.

Walaupun gaya desain masa lampau, karena tampilannya yang simpel dan stylish ini bisanya digemari oleh kaum muda atau profesional muda

Untuk melengkapi interior, koleksi ini bisa difungsikan sebagai night stand, side table, bench (biasa terletak di kaki tempat tidur) Mari berkreasi, pilih sesuai dengan karakter ruangan anda, agar memberikan kesan yang diidamkan. Mau ??

Meja Telepon Jengki

Author: Kedai Barang Antik / Labels:

Meja ini mempunyai bentuk yang menggemaskan dan mengikuti selera jaman. Anda yang lahir sebelum tahun 60-an, tentu akan mengingat perabot tua ini sambil tersenyum.

Berburu meja vintage semacam ini, bukanlah perkara mudah. Tak banyak yang tersisa dari desain meja kuno ini adanya jenis mebel yang menurut sebutan di di era itu dinamakan perabotan "jengki".

Perabotan jengki ini, patut disyukuri karena masih berfungsi dengan baik dan utuh yang dapat menceritakan masa lalu.

Meja mempunyai struktur permukaan datar dan dasar yang terdiri dari tiga kaki bergaya jengki sebagai penopangnya.

Memanfaatkan kualitas kayu jati solid. Terutama dalam kurun waktu tertentu, masih tersimpan baik oleh pemiliknya.

Nyatanya material papan kayu bidang lebar ini masih kokoh dan bertahan lama, melintasi pergantian rezim.

Laci menggunakan sisitem knock down atau sistem sambungan yang disebut dengan istilah buntut burung. Kayu nya selalu pilihan. Semakin tua semakin berminyak, tanpa harus diberi obat khusus, kursi ini selalu mengkilap.

Kualitas yang terjaga dalam originalitas. Desain antik jengkinya, menjadi daya pikat tersendiri. 

Menonjolkan sisi yang mengombinasikan keelokan dan efisiensi.

Desain meja ini sangat umum dimiliki rumah tangga kelas menengah dan nampaknya menjadi perabot primadona yang terjadi pada akhir tahun 1950-an.

Istimewa! Perabot furniture jengki yang populer di kalangan nyonya golongan menengah yang tinggal di kota besar, yang pada waktu itu jumlahnya sangat terbatas ternyata masih ada. 


Meja Jengki, Riwayatmu Duluuu....

Untuk sebuah perabotan mebel yang bersaksi bagi sejarah, mengingatkan rantai kehidupan panjang tentang jejak "jengki" dari zaman ke zaman.

Apresiasi yang tinggi pada upaya pemeliharaan yang amat rapi, sehingga meja tersebut masih sangat kokoh dan dapat dipakai hingga saat ini.

Saya tak tahu sejak kapan produk furniture bergaya jengki mengisi pasar di Indonesia. Sampai sekarang perabot jengki masih bertahan. Terkabar produk ini sudah ada sejak tahun 1950-1960 an, jadi bisa saja desain yang ini adalah versi kesekian.

Koleksi meja jengki seperti milik nenek memang terlihat kuno. Dan meja jadul yang bertampang vintage berukuran P.65 cm x L.65 (39 x 39) x T.45 cm ini kembali digemari, tampaknya orang rindu lagi dengan masa lalu.

Mebel antik jengki memiliki penggemar tersendiri. Bila anda salah satunya dan berkeinginan menghiasi rumah dengan mebel kuno yang menarik, koleksi ini sangat layak untuk dilirik.

Sebuah koleksi meja unik, yang mewadahi beragam perabot sebagian potret keluarga Indonesia “tempo doeloe” ini bagi yang suka, memang layak koleksi. Kesan apa yang Anda dapatkan ? SOLD OUT

Pigura Dutch East Indies

Author: Kedai Barang Antik / Labels:

Foto-foto potret diri dalam woodplate tersebut tidak hanya menunjukkan imajinasi popular kelas elit kolonial, tapi juga dapat memaparkan praktik studio komersial pada masa itu.

Sepasang pigura potret diri masa lampau memiliki sentuhan daya tarik dari masa ke masa. Anda akan merasakan nuansa masa lalu yang unik di dalamnya. 

Pigura woodplate oval ini menyimpan banyak cerita tentang budaya dan bagian dari kronologi perkembangan proses fotografi di Hindia Belanda

Struktur kayu menggunakan material tradisional dan metode pertukangan (craftmanship).

Tak sekedar pajangan, meski renta sepasang pigura ini menyimpan banyak cerita tentang gambaran Indonesia pada jamannya.


Jejak Fotografi Masa Kolonial Dalam Bingkai...

Koleksi bingkai pigura ini menandai perubahan stratanisasi sosial kemasyarakatan di Hindia Belanda yang awalnya menganut paham feodal tradisional yang kental, bergeser menjadi masyarakat modern yang konsumtif.

Dalam konteks penjajahan Belanda seabad yang lalu, foto-foto yang biasanya bersifat dokumentasi, memberi kita kesempatan untuk melihat kembali soal-soal seputar penjajahan: Soal hubungan sosial kompeni dengan pribumi, soal gestur tubuh yang menyiratkan hubungan dengan penguasa.

Fotografi pada masa itu cukup mahal, sehingga biaya pembuatan sebuah foto hanya dapat ditebus oleh mereka yang golongan kaya. Bingkai pigura ini berbentuk oval mempunyai ukuran P.60 cm x L.46 cm

Ketika bersinggungan zaman dengan masa awal perkembangan fotografi: kebutuhan menampilkan diri. Pada masa sebelumnya golongan ningrat dan juragan menampilkan dirinya melalui potret yang dilukis sebagai simbol status; pada masa ini golongan menengah menampilkan dirinya di dalam sebuah foto.

Selain potret diri, foto yang umum dijumpai saat itu adalah potret bersama (keluarga beserta pembantu dan anjing peliharaan, atau kelompok lain).

Cara menampilkan foto potret diri pada masa itu juga lazimnya berwujud bingkai pigura, biasanya berbentuk oval dengan kaca cembung.

Metode pemotretan dan media pencetakan saat itu sangat beragam, disesuaikan dengan kondisi tropis di Hindia Belanda. Biasanya lebih popular dengan woodplate.

Di dalam menjawab kebutuhan konsumen, studio foto biasanya juga sudah menyiapkan sejumlah bingkai pigura. Pada masa itu bingkai semacam ini bisa dibeli secara lepas, bersama dengan foto potret si pemesan album. Tertarik memilikinya ?

Jengki Cofee Table

Author: Kedai Barang Antik / Labels:

Desain meja ini unik sekaligus retro, menampilkan gaya perabot tahun 1950-an. Produk perabot rumah tangga yang disukai para nyonya rumah di kota-kota besar. 

Salah satu desain perabotan interior era arsitektur jengki, sebagai bukti jejak kejayaan yang mewakili lapisan sejarahnya. 

Memiliki konstruksi kaki yang panjang-panjang dan mengerucut di bawahnya. Sampai kini pun kondisinya tidak berubah, sungguh memikat bagi siapa saja yang melihatnya. Just marvelous design. 

Tampak pada sisi belakang meja, penyimpanan dan perawatan menentukan keawetannya, sebab membeli langsung dari pemilik atau pewarisnya.

Konstruksi desain kaki meja sangat detail, kualitasnya masih sangat terjaga. Sungguh menarik dan mengundang decak kagum.

Inilah karakteristik desain furniture dari era "Jengki", kecermatan pengerjaan dan ekploitasi valume kayu bidang lebar.

Salah satu dari sedikit yang tersisa dan terpelihara dengan baik. Laci menggunakan sisitem knock down atau sistem sambungan yang disebut dengan istilah buntut burung.

Dengan beberapa pengaturan sudut yang tepat, meja jengki antik ini dapat memiliki fungsi yang berbeda.

Karakternya dianggap sempurna, maturity, bertahan lama dan klasik.

Anda bisa memanfaatkan sudut kosong di ruang tamu, ruang keluarga, atau ruang kerja. Simply awesome!

Beberapa mebel peninggalan tempo dulu serta ragam corak ornamen yang menghiasinya, seolah bisa memutar waktu tempo dulu. Tiap perubahan jaman, desain dari furniture dapat berubah dan memiliki fungsi yang berbeda-beda.


Meja Jengki Jaman Baheula, Bertahan Hingga Kini...

Banyak hal lucu yang tergali kembali melihat sebuah meja jengki antik yang berukuran P.110 x L.45 cm x T.55 semacam ini.

Saat ini, sangat sulit menemukan rumah yang masih mempertahankan perabot furniture era jengki. Jikapun ada, perabotan tersebut biasanya sering tidak lengkap atau rusak.

Saya juga merasa geli sendiri, melihat orang dengan bangganya menyatakan bahwa bangunannya masih peninggalan arsitektur jengki padahal perabotannya sudah lenyap.

Zaman boleh berganti, namun perabotan tua masih dibutuhkan dan digemari orang hingga abad ini.
Dalam perjalanan waktu gaya perabotan jengki seperti ini perlahan mulai jarang ditemui.

Perabotan furniture masa lampau yang pernah menjadi ikon zaman tetap masih digemari, simpel dan kuat desainnya. Perabot ini merujuk pada kelas masyarakat menengah atas, yang dahulu sempat prominen dimasanya.

Dengan model yang berkembang pada masa Orde Lama, menimbulkan suasana nyaman dan romantik membuat meja unik ini menarik hati bagi siapa saja yang melihatnya. Mau ?? SOLD OUT