Kursi Tamu "Van de Pol"

Author: Kedai Barang Antik / Labels:

Tak ada yang keberatan, tak ada pula yang menduga bahwa di kemudian hari, perabot "Van de Pol" ini melegenda. Salah satu yang paling jadi primadona kolektor, bernilai sejarah dan terbatas jumlahnya.

Berburu kursi "Van de Pol" semacam ini, bukanlah perkara mudah. Tak banyak yang tersisa dari desain kursi kuno ini. Meski bekas, kualitasnya masih sangat terjaga.

Terlepas dari segala tafsir sosiokulturalnya, perabot era Indische ini telah mampu meninggalkan jejaknya sebagai suatu masterpiece perabotan kayu yang berkembang di Indonesia masa lalu (Hindia Belanda). 

Perabotan kursi tamu "Van de Pol" bergaya Indisch ini bisa memberi banyak cerita, meski tanpa kata-kata. Anda akan merasakan nuansa masa lalu yang unik di dalamnya. 

Jejak-jejak perabotan "Van de Pol" masa kolonial karakteristiknya yang kuat sebagai langgam yang mudah dikenal.

Selain ergonomis, sudut tegak lurus kursi menunjang kenyamanan. Proporsi badan dan posisi sandar sangat diperhitungkan.

Bentukan sandaran punggung kursi ini simetris dengan tepian yang dihiasi oleh ukiran tanaman. Kesempurnaan pengerjaan ornamen halus dan akurat diperlukan ketelitian tinggi.

Nyaman, dudukan jok per besi dan busa yang empuk, kursi ini bila diduduki sangat nyaman. Jok dari material baru, dengan kualitas baik, pemasangan dikembalikan seperti aslinya.

Tekstur material anyaman rotan dua sisi bolak balik dipertahankan seperti aslinya, kualitas yang terjaga dalam originalitas.

Tampak jelas terlihat pembedaan gradasi yang timbul akibat efek iklim tropis yang berlangsung selama puluhan tahun, menunjukkan proses alamiah yang terjadi pada perabotan tersebut. 

 Nyatanya kursi ini masih kokoh dan bertahan lama, melintasi pergantian rezim dan abad. Salah satu dari sedikit yang tersisa dan terpelihara dengan baik.

Identifikasi visual berupa bentuk-bentuk pola ulir geometris atau ornamen kontemporer sebuah sintesis dari budaya Eropa masa lampau. Selektif dan berkelas, tak hanya dianggap klasik namun sekaligus memiliki citarasa seni. 

Tingkat kerumitan posisi rotan ini berujung pada mengutamakan pencapaian kualitas estetik. Istimewa !!

Selain kesempurnaan bentuk dan proporsi juga memiliki desain yang tak lekang oleh waktu. Teknik pertukangan jaman kolonial, dengan ragam kurva dan corak Majapahit dengan berbagai aspek estetikanya.


Van de Pol : Sebuah Jejak Perabotan Peninggalan Meneer Belanda....

Mebel antik Van de Pol memiliki penggemar tersendiri. Bila anda salah satunya dan berkeinginan menghiasi rumah dengan mebel kuno yang melegenda, koleksi ini sangat layak untuk dilirik.

Mungkin, perabot kursi tua ini tak menarik bagi para sebagian orang yang biasanya mencitrakan sebuah perabotan modern kekinian namun, di mata kolektor perabot Dutch East Indies, gaya yang sering disebut " VAN DE POL " melekat dengan elegan di perabot tua ini menjadi magnet yang mempunyai pesona tersendiri.

Perabotan kursi tamu jenis Van de Pol ini adalah wajah sebuah peradaban. Konservasi dan upaya perlindungan terhadap benda perabot peninggalan kolonial Belanda dalam hal ini lebih menekankan pada penggunaan kembali agar tidak terabaikan dan lalumusnah ditelan perkembangan zaman.

Tekstur gradasi halus dan detail menjadi jaminan bagi karya seni dari masa lalu yang layak untuk dikoleksi.
Kedalaman nilai sejarah, kenangan, dan apresiasi membawa kesadaran untuk mengkoleksi perabotan tua meneer Belanda dari masa lampau.

Perabotan Indies ini, patut disyukuri karena masih terawat dengan baik dan utuh yang dapat menceritakan masa lalu. Mempunyai ukuran P.57 cm x L.71 cm x T.81 cm (P.57 cm x L.146 cm x T.81 cm) dan meja T.60 cm x diameter 71 cm sungguh warisan masa lampau yang berharga, yang dahulu sempat prominen dimasanya.

Dalam sebuah hunian, koleksi perabot meneer Belanda ini tampil memikat di ruang tamu utama, bercengkerama atau mengobrol bersama serta menciptakan sense of space ketika ada tamu yang memasuki rumah.

Apresiasi yang tinggi pada upaya pemeliharaan yang amat rapi, sehingga perabotan tersebut masih sangat kokoh dan dapat dipakai hingga saat ini. Tertarik memilikinya  ???

Meja Rias Art Nouveau

Author: Kedai Barang Antik / Labels:

Keluwesan pola lengkung asimetris ini merupakan karakteristik perabot Art Nouveau. Koleksi ini bisa dikatakan mengungkap perjalanan kultural yang bersifat romantis nostalgis.

Identifikasi visual berupa bentuk-bentuk organis, garis tumbuhan, dan garis liuk yang feminim.

Bentuk fungsional yang mengombinasikan keelokan dan efisiensi, sebagai akibat dari prinsip bentuk mengikuti fungsi (form follows function) pada masa itu.

Alas meja menggunakan marmer doff persegi panjang berwarna abu-abu merupakan pengaruh dari gaya The Dutch Colonial.

Orang Belanda sangat menguasai dan mencintai karya-karya pertukangan hingga pada detail-detailnya.

Simpel dan kuat desainnya, dapat dilihat dari penataan motif garis "tali air" yang seimbang.

Menggunakan garis-garis lengkung dan pola-pola organik seperti tumbuhan, memperkuat kesan Art Nouveau dan terlihat glamour


Menyusuri Jejak Meja Rias Gaya Semarangan...

Sekian lama dijajah oleh Belanda, meninggalkan jejak yang tak pernah hilang, sampai sekarang. Tampilannya tak kalah menarik mempengaruhi kehidupan masyarakatnya di masa lampau dan hingga kini masih terasa jejak-jejaknya.

Keindahan desain perabot meja rias bergaya Semarangan ini masih menarik untuk dipandang hingga kini. Kita bisa menggali lagi kenangan dan sejarah yang tak lekang oleh masa.

Nuansa Art Nouveau sangat terasa dari segi bentuk, ornamen dekoratif yang atraktif. Gayanya yang rumit, namun terkadang menyimpan makna tinggi bagi setiap orang yang melihatnya.

Dengan pengaturan sudut yang tepat, anda akan mendapatkan sebuah penempatan perabotan meja rias (P.84,5 cm x L.42,5 cm x T.162 cm) dan marmer (P.87,5 cm x L.44,5) ini yang dapat dinikmati oleh setiap mata yang memandang.

Penyimpanan dan perawatan menentukan keawetannya karena membeli langsung dari pemilik atau pewarisnya.

Sungguh suatu selera perabotan bergaya Art Nouveau yang penuh cita rasa, seolah bisa memutar waktu 100 tahun yang lampau.