




Gelas J.Van Gorkom & Co Djokjakarta Ca.1923
Minuman yang terkenal dengan sebutan Aer Blanda - Tjap Boeroeng ini bahkan sudah hadir sejak negara ini masih berada di bawah pendudukan Belanda dan masih bernama Hindia Belanda, Nederlands Indie. Koleksi gelas reklame "MINERAAL WATER FABRIEK - HERCULES" ini dibuat dibawah lisensi J.VAN GORKOM & CO DJOKJAKARTA.
Nilai-nilai budaya yang berlaku pada zaman itu ditampilkan sebagai simbol kekuasaan, dan status sosial. Bagi penikmat minuman nya, mereka adalah simbol pemanjaan dorongan hedonistis. Ilustrasi desain gambar menunjukkkan bahwa produk ini memang ditujukan untuk kalangan penguasa.
Gelas kristal tersebut sekarang sudah jarang ditemui, mempunyai ukuran dimensi T.11 cm x Diameter 6,5 cm. Minuman kelas premium itu sekarang sudah dapat dipastikan hilang dari peredaran. Koleksi ini memiliki latar belakang historis yang dipengaruhi oleh budaya Eropa masa lampau.
Tak sempat terpikirkan, sebenarnya koleksi gelas reklame ini dengan perancangan sebuah media visual label merupakan salah satu karya desain komunikasi visual. Di dalamnya merepresentasikan nilai kreativitas dan terkandung berbagai unsur estetika, seperti: komposisi, warna, tipografi, ilustrasi, dan lainnya. Mau ??
J.VAN GORKOM & CO DJOKJAKARTA
Author: Kedai Barang Antik / Labels: Dutch Indies KoleksiReklame Enamel J.VAN GORKOM & CO
Author: Kedai Barang Antik / Labels: Reklame Enamel








AER BLANDA - LIMOEN & STROOP J.VAN GORKOM ca.1923
Kebudayaan Indis sebagai perpaduan budaya Belanda dan Jawa juga terjalin dalam berbagai aspek misalnya dalam pola tingkah laku, cara berpakaian, sopan santun dalam pergaulan, cara makan, cara berbahasa, penataan ruang, dan gaya hidup.
Nilai-nilai budaya yang berlaku pada zaman itu ditampilkan sebagai simbol kekuasaan, dan status sosial. Toko J.van GORKOM & CO menyediakan berbagai kebutuhan bagi golongan priayi dan penduduk pribumi yang telah mencapai pendidikan tinggi merupakan masyarakat papan atas target pemasaran produk yang langsung diimpor dari Belanda.
Jika dicermati logo ROYAL DUTCH digunakan sebagai merk untuk memikat para Meneer Belanda dan berorientasi pada prinsip kepentingan penguasa sebagai simbol kekuasaan yang harus ditaati pada masa itu. Reklame enamel ini dibuat oleh pabrikan enamel dari "LANGCAT - BUSSUM", Holland.
Reklame enamel J.van GORKOM & CO - HOFLEVERANCIERS yang mempunyai ukuran P.72 cm x L.63 cm pada era Dutch East Indies dengan logo bergaya Indische Empire Stijl menjadi alternatif desain yang tak lekang dimakan waktu. Dilihat dari corak teksturnya dan komposisi warna-warni yang dihasilkan sangat luar biasa dan menjadikan koleksi ini terkesan sangat antik dan aristocratic. Berminat ?
Tan Hok Tjiang - Pekalongan
Author: Kedai Barang Antik / Labels: Kain Sarung Encim




Semangat Batik Sepanjang Masa...
Dalam dunia perbatikan, pola Buketan adalah salah satu pola yang banyak diminati kalangan kolektor batik lawasan. Motif Buketan ini awalnya muncul didaerah batik pesisir, yang pada masa penjajahan Belanda banyak dipengaruhi oleh pengusaha batik asal Belanda dan China.
Sebagian pola pada batik Belanda termasuk kedalam pola Buketan, sehelai wastra pola Buketan dari rangkaian bunga atau kelopak bunga dengan kupu-kupu, burung atau berbagai satwa kecil yang mengelilinginya. Berbagi unsur tersebut tampil dalam susunan yang membentuk satu kesatuan yang selaras.
Namun, kecantikan batik Tan Hok Tjiang - Pekalongan ini tidak hanya karena polanya yang bunga atau kupu-kupu itu. Kecermatan dan proses membatik serta mewarnai yang lumayan rumit, njlimet, memberinya nilai tersendiri, cantik tentunya.
Kain yang sudah berusia lebih dari 80 tahun ini tak ternilai nilai historisnya, sesungguhnya letak kemahalan batik tersebut ada pada disainnya yang kuno, halus, dan akurat. Sehingga hasilnya tidak hanya merupakan hasil kerajinan tapi barang seni yang mempesona. Mau ??
Celana Pangsi Antik
Author: Kedai Barang Antik / Labels: Celana Pangsi Antik


Celana Pangsi Batik ca.1910
Celana batik santai yang dipakai orang Belanda sekitar abad ke 19. Dulu batik memang menjadi pakaian santai sehari-hari kaum pria Eropa dan Indo-Eropa.
Bukan sebagai kemeja, tapi sebagai celana. Di Eropa, kaum bangsawan pria telah mengolah batik menjadi celana pangsi sebagai pakaian sehari-hari.
Celana pangsi ini dibuat tahun 1910. Mulai tahun 1920 oarang-orang Eropa dan keturunan Eropa mulai meninggalkan batik celana pangsi, sehingga pada tahun 1930 praktis tidak ada lagi yang mempergunakannya dan kini menjadi buruan kolektor. Tertarik memilikinya ?? SOLD OUT
Standart Pot Tiongkok
Author: Kedai Barang Antik / Labels: Antik Oriental






Standart Pot Tiongkok ca.1910
Budaya Tionghoa Peranakan adalah produk asimilasi, akulturasi dan proses hibrida panjang selama berabad-abad antara budaya pendatang Tionghoa dari Tiongkok, penduduk setempat dan Belanda yang saat itu berkuasa di Nusantara.
Pengaruh produk budaya Peranakan Tionghoa mencakup aspek arsitektur interior rumah tinggal, jejak akulturasi dan hibrida itu masih bisa dilihat melalui koleksi standart pot porselen berglasir hijau mempunyai ukuran T.76 cm x diameter 32 cm ini sungguh memikat hati.
Nuansa keindahan tak hanya datang dari motif modern, ternyata sentuhan motif kuno juga bisa menghadirkan citra mewah tersendiri pada sebuah koleksi. Usia dan desain antiknya, menjadi daya pikat tersendiri.
Dengan menghadirkan home decoration atau pernak-pernik seperti ini, suasana rumah bisa lebih terasa sejuk, teduh enak dilihat. Kini standar pot porselen Tiongkok jenis ini tentu saja sudah jarang kita temui, ini adalah koleksi yang laris di berbagai pasar antik tanah Air. Tertarik memilikinya ?? SOLD OUT
Chinese Ceremonial Cover ca.1920
Author: Kedai Barang Antik / Labels: Antik Oriental #2



Dongeng Dalam Sehelai Kain....
Pengaruh kebudayaan Cina di bumi indonesia ini sebenarnya telah lama sejak seribu tahun yang lalu, bahkan orang Tionghoa sendiri juga telah lama bermukim di indonesia ini jauh sebelum kedatangan Belanda.
Pengaruh budaya Cina pada masa itu berpengaruh pada kesenian batik mulai dari corak dan ragam motif batik yang melahirkan perpaduan seni batik oriental dengan nusantara yang sangat indah.
Ada filosofi tersirat dalam ragam motifnya pada selembar talam yang mempunyai ukuran P.23 cm x L.23 cm ini. Bagaimana ceritanya sampai bisa masuk ke Jawa pun agak samar-samar, mungkin dibawa oleh Luitenant der Chineezen atau para pedagang kaya rayapada masa itu. Menggunakan bahan yang berkualitas tinggi seperti sutera atau beludru dengan kesempurnaan pengerjaan yang berbeda dari rakyat biasa. Berminat ??
Tok-Wi, Altar Cloth
Author: Kedai Barang Antik / Labels: Antik Oriental





Tok-Wi, Altar Cloth ca.1935
Koleksi selembar kain ini merupakan jejak sejarah yang merekam bentuk eksotisme nilai paduan gaya tradisional Tionghoa di bumi Nusantara pada masa kolonialisme, menampilkan pola-pola dengan ragam hias satwa mitos China serta ragam hias berbentuk mega mendung.
Kerumitan membuat sebuah kain altar yang mempunyai ukuran P.100 cm x L.39 cm dengan kesempurnaan pengerjaan yang dipesan secara khusus sebagai gaya hidup yang serba mewah karena dianggap bisa dijadikan sebagai simbol status dan keagungan.
Bukan sekadar keindahan perpaduan dan komposisi ragam hias serta permainan warna yang menarik diamati, tetapi juga semangat zaman yang dipancarkan oleh koleksi kain altar berbahan sutera tersebut. Mau ??






J.Van Nelle's Shag Tabak...
Kesederhanaan pencitraan memang masih kuat, baik lewat pengolahan bahasa visual maupun bahasa teks. Ditilik dari mereknya terlihat upaya untuk melakukan “pribumisasi” dari produk yang datang dari Barat itumengandung sebuah konsep komunikasi, menjadi alat promosi untuk menarik perhatian pembeli.
Seri promosi kaleng kuningan penjepit korek tembakau merk Van Nelle yang mempunyai ukuran P.6 cm x L.4 cm ini dengan motto sama: Tembaco Van Nelle - Njang Paling Baik dalam kondisi baru (NOS - New Old Stock)
Koleksi ini bahkan sudah hadir sejak negara ini masih berada di bawah pendudukan Belanda dan masih bernama Hindia Belanda, Nederlands Indie. Sudah jarang khan melihat jepitan korek reklame yang semacam ini ?? SOLD OUT







