1 Syawal 1440 H

Author: Kedai Barang Antik /


" Mari Buka Hati,  Julurkan Tangan,  Jabat Jemari,  Saling Memberikan Maaf Di Hari Nan Fitri "



Selamat Hari Raya Idul Fitri 1440 H
Mohon Maaf Lahir & Batin 

Van de Pol Console Table

Author: Kedai Barang Antik / Labels:

Meski bekas, kualitasnya masih sangat terjaga. Penyimpanan dan perawatan menentukan keawetannya, sebab membeli langsung dari pemilik atau pewarisnya.

Koleksi meja samping Van de Pol ini bisa dikatakan mengungkap perjalanan kultural yang bersifat romantis nostalgis. Tampilannya yang menarik dan tampak berumur menjadikannya barang collectible, karena sulit dicari.

Biasanya dimimiliki oleh pejabat pemerintahan atau Asisten Residen pada masa kolonial. Tidak hanya secara fisik dan visual semata, namun menjadi refleksi zaman yang masih tampak indah hingga sekarang. 

Bentuk alas meja dengan tepian yang dihiasi oleh ukiran tanaman. Kesempurnaan pengerjaan ornamen halus dan akurat diperlukan ketelitian tinggi.

Identifikasi visual berupa bentuk-bentuk pilar botol atau kontemporer sebuah sintesis dari budaya Eropa masa lampau. Selektif dan berkelas, tak hanya dianggap klasik namun sekaligus memiliki citarasa seni.

Bentuk alas meja simpel dan dinamis. Material kayu solid bidang lebar dengan gurat kayunya yang eksotis. Lebih dari itu, setiap detailnya seperti berbicara saat mata kita memandangnya.

Perabotan Van de Pol mewah pada zamannya dihadirkan kembali dan menjadi sebuah "ikon sejarah" menonjolkan sisi yang mengombinasikan keelokan dan efisiensi.


Meja Konsol "Van de Pol"

Gaya desainnya merupakan perpaduan antara tuntutan fungsionalitas dan estetika.Tentunya banyak noni-noni dan tuan-tuan Belanda yang menggunakan meja jenis ini pada rumah-rumah penguasa wilayah pada masa itu.

Mebel antik Van de Pol memiliki penggemar tersendiri. Bila anda salah satunya dan berkeinginan menghiasi rumah dengan mebel kuno yang melegenda, koleksi ini sangat layak untuk dilirik.

Mungkin, perabot meja konsol tua ini tak menarik bagi para sebagian orang yang biasanya mencitrakan sebuah perabotan modern kekinian namun, di mata kolektor perabot Dutch East Indies, gaya yang sering disebut " VAN DE POL " melekat dengan elegan di perabot tua ini menjadi magnet yang mempunyai pesona tersendiri.

Tekstur gradasi halus dan detail menjadi jaminan bagi karya seni dari masa lalu yang layak untuk dikoleksi.
Kedalaman nilai sejarah, kenangan, dan apresiasi membawa kesadaran untuk mengkoleksi perabotan tua meneer Belanda dari masa lampau.

Perabotan Indies ini, patut disyukuri karena masih terawat dengan baik dan utuh yang dapat menceritakan masa lalu.

Mempunyai ukuran P.70 cm x L.60 cm x T.70 cm sungguh warisan masa lampau yang berharga, yang dahulu sempat prominen dimasanya.

Apresiasi yang tinggi pada upaya pemeliharaan yang amat rapi, sehingga perabotan tersebut masih sangat kokoh dan dapat dipakai hingga saat ini. Tertarik memilikinya ?

Kursi Studio Foto Hindia Belanda

Author: Kedai Barang Antik / Labels:

Kursi studio foto era Hindia Belanda ini juga berfungsi sebagai pelengkap interior ruangan yang bersifat dekoratif, dalam perjalanan waktu gaya perabotan seperti ini perlahan mulai jarang ditemui.

Meski dianggap kuno dan ketinggalan zaman, namun pesona kursi ini tetap memikat. Gaya desainnya merupakan simbol kemewahan pada jaman dahulu yang bisa diasosiasikan juga dengan simbol kemewahan pada jaman sekarang.

Perabot ini merujuk pada kelas masyarakat menengah atas, yang dahulu sempat prominen dimasanya atau bertalian dengan tanda status sosial.

Furniture yang ada pada masa lampau juga dipengaruhi oleh arsitektur yang berkembang saat itu yaitu The Empire Style.

Selain kesempurnaan bentuk dan proporsi juga memiliki daya tahan tinggi terhadap suhu dan cuaca tropis Hindia Belanda.

Selain ergonomis, sudut sandaran tangan kursi menunjang kenyamanan. Meski kursi tua, tapi kualitasnya masih sangat terjaga.

Tampak beberapa bagian yang kusam karena termakan usia, tetapi kecantikannya tak pernah pudar. Semakin tua usia kayu, warnanya akan semakin matang dan lama-kelamaan muncul patina atau tekstur kayu.

Untuk menciptakan keawetan, nampaknya konstruksi material  furniture dibuat dari kayu solid.

Secara keseluruhan bentuk bidang konstruksi, lengkungan asimetris kaki penopang yang cukup rumit dan bidang kayu tebal ini sangat kental nuansa kolonial.

Kursi ini bukan hanya indah, tetapi juga memberi pemahaman tentang sebuah peninggalan sejarah Indonesia pada masa Hindia Belanda. Inilah gambaran peninggalan perabot furniture sejarah kolonial di Indonesia yang bertalian dengan tanda status sosial tertentu.


Dante Chair Circa 1910's : Merekam Jejak Kursi Studio Foto Komersil ...

Kursi kuno peninggalan Dutch East Indies ini sudah jarang ditemui dan tak lebih dari hitungan jari. Pesonanya tetap memikat, masih cantik untuk ditampilkan dan menjadi "point of interest" di tengah-tengah ruang.

Sekian lama dijajah oleh Belanda, meninggalkan jejak yang tak pernah hilang, sampai sekarang. Perabotan kuno masa Kolonial di Indonesia, sebagian besar masih tersembunyi juga semakin menyusut drastis.

Kursi peninggalan Nederlandsche Indies yang mempunyai ukuran P.60 cm x L.56 cm x T.77 (48 cm) ini punya standart kualitas sendiri. Nuansa nostalgia pun terasa begitu kuat. Berminat memilikinya ??? SOLD OUT

Tea Table Indische

Author: Kedai Barang Antik / Labels:

Desain perabot mebel meja teh ini unik sekaligus retro, menampilkan gaya perabot tahun awal 1930-an. Produk perabot rumah tangga yang disukai para nyonyah atau meneer di kota-kota besar. 

Indah, shopisticated dan parktis, begitulah tampilan keseluruhan dari meja ini. Tambahan pernak pernik akan menyuguhkan tampilan interior yang atraktif.

Perabotan furniture Indische masa lampau yang pernah menjadi ikon zaman tetap masih digemari, dengan beberapa pengaturan sudut yang tepat, meja ini dapat memiliki fungsi yang berbeda.

Bagian dalam meja, bisa digunakan untuk menyimpan barang-barang tea set keramik, stoples atau buku kesayangan anda.

Meja teh oktagonal (segi delapan) ini bersifat movable, yang dapat dipindah dan geser. Sementara itu bagian bawahnya, difungsikan sebagai penyimpanan perabot tea set keramik.

Tidak hanya secara fisik dan visual semata, namun menjadi refleksi zaman yang masih tampak indah hingga sekarang.

Kayu tua memiliki patina indah dan terlihat benar-benar menakjubkan dalam originalitas. Tampilan yang dibiarkan apa adanya sekaligus bisa merekam ulang era masa keemasannya 

Desain unik, warna original dimunculkan dari warna bahan dasarnya. Motif nuansa Indo-Eropa yang atraktif, menghadirkan citra mewah tersendiri. 

Kombinasi konvensional dan kontemporer. Makin unik makin menarik. Tekstur material besi penopang dipertahankan seperti aslinya, menunjukkan proses alamiah yang terjadi pada perabotan tersebut.


Saat Minum Teh Jadi Menyenangkan...

Beberapa mebel peninggalan tempo dulu serta ragam corak ornamen yang menghiasinya, seolah bisa memutar waktu tempo dulu.

Koleksi ini salah satu dari sedikit yang tersisa dari kediaman "landhuisen" di Hindia Belanda tahun 1930 an dan terpelihara dengan baik.

Tempatkan di sudut ruang duduk, dikombinasikan dengan perangkat kursi lainnya untuk menciptakan point of interest di sudut ruang.

Sekilas saja melihatnya, anda pasti setuju bahwa dua benda ini memiliki sentuhan vintage dan membongkar memori masa lampau.

Jika melihat kondisinya, koleksi ini tampaknya barang warisan zaman turun temurun dan belum mau dipensiunkan. Tampilannya yang menarik dan tampak berumur menjadikannya barang collectible, karena sulit dicari.

Koleksi meja teh dari masa lampau ukuran T.77 cm x oktagon 58 cm tersebut kini banyak digunakan kembali, memilki keunggulan kualitas kayu, desain yang cantik dan dilabel dengan julukan interior vintage. Berminat ??  SOLD OUT

Standing Pot Hindia Belanda

Author: Kedai Barang Antik / Labels: ,

Tidak hanya menunjukkan imajinasi popular kelas elit kolonial, gaya perabotan seperti ini perlahan mulai jarang ditemui.

Bagian dasar meja pot klasik ini memiliki tiga kaki penopang untuk menjamin stabilitas dan kuat untuk menahan beban marmer yang cukup berat.

Simpel dan kuat desainnya, dapat dilihat dari penataan motif garis "tali air" yang seimbang.

Semakin tua usia kayu, warnanya akan semakin matang dan lama-kelamaan muncul patina atau tekstur kayu.

Kayu jati masa lampau sangat kuat dan awet, serta tidak mudah berubah bentuk oleh perubahan cuaca.

Kayu nya selalu pilihan. Semakin tua semakin berminyak, tanpa harus diberi obat khusus, kursi ini selalu mengkilap.

Bentukan lengkung marmer berdiameter 30 cm terlihat glamour berwarna abu-abu dengan ornamen batu marmer yang menawan.

Bentuk kayu penopang meja berciri khas Indische dengan tiang kayu jati utuh lebih kuat dan tak mudah pecah.

Tekstur material dipertahankan seperti aslinya, menunjukkan proses alamiah yang terjadi pada perabotan tersebut.

Dekorasi interior Kolonial "mencintai" tata letak yang luas, di mana setiap subjek dialokasikan ruang interiornya.


Eksotika Perabot Bergaya Kolonial...


Bagian dasar meja pot klasik ini memiliki tiga kaki penopang untuk menjamin stabilitas dan kuat untuk menahan beban marmer yang cukup berat. Nyatanya hingga kini masih kokoh dan bertahan lama, melintasi pergantian rezim dan abad.

Beberapa mebel peninggalan tempo dulu serta ragam corak ornamen yang menghiasinya, seolah bisa memutar waktu tempo dulu.Tiap perubahan jaman, desain dari furniture dapat berubah dan memiliki fungsi yang berbeda-beda.

Sebagai bagian dari sejarah, perabotan lama termasuk mebel dan tatanan interior di dalamnya, selama ini termasuk hal yang hanya menjadi minat segelintir orang.

Pajangan pot bunga bergaya kolonial ini mempunyai ukuran T.133 cm x diameter 30 cm ini dengan baik dan utuh yang dapat menceritakan masa lalu.

Luar biasa rasanya, jika kita memiliki sebuah koleksi yang tidak berubah selama 90 tahun lebih. Tampilannya yang menarik dan tampak berumur menjadikannya barang collectible, karena sulit dicari. Mau ?? SOLD OUT

Kursi Kompeni Circa 1920's

Author: Kedai Barang Antik / Labels:

Koleksi kursi bergaya Kompeni ini simpel dan kuat desainnya, banyak diterima oleh kalangan the have dan well-educated. 

Nyatanya kursi ini masih kokoh dan bertahan lama, melintasi pergantian rezim dan abad. Salah satu dari sedikit yang tersisa dan terpelihara dengan baik.

Koleksi kursi kompeni ini memiliki latar belakang historis yang dipengaruhi oleh budaya Eropa sentris masa lampau.

Dapat disimpulkan bahwa koleksi ini memang ditujukan untuk masyarakat kalangan menengah ke atas yang tampaknya sudah ada pada tahun 1920-an.

Tekstur material anyaman rotan dipertahankan original apa adanya,dan terpelihara dengan baik.

Tingkat kerumitan posisi rotan ini berujung pada mengutamakan pencapaian kualitas estetik. Istimewa !!

Selain ergonomis, sudut kemiringan lengkung kursi menunjang kenyamanan. Sungguh menarik dan mengundang decak kagum.

Material konstruksi bentuk lengkung yang digunakan adalah kayu jati bidang lebar dan kualitas baik pada masanya.

Sudut sandaran tangan kursi menunjang kenyamanan, proporsi badan dan posisi sandar sangat diperhitungkan.

Teknik pertukangan jaman kolonial, proporsi badan dan posisi sandar sangat diperhitungkan.

Warna asli mulai tergradasi karena faktor usia dan pemakaian. Bentuk kaki kursi berciri khas Indisch atau disebut gaya Indo-Eropa dengan bentuk streamline (terlihat langsing dan kurus).

Langgam gaya Indies sebagai perpaduan budaya Belanda dan Jawa. Sungguh menarik dan mengundang decak kagum.


Gaya Perabot Kolonial Abad Pertengahan....

Dilihat dari segi visual, terdapat kesesuaian dengan model mebel di Perancis pada jaman Louis XIV.
Mengingat Perancis pernah berkuasa di Jawa dan Daendels sebagai seorang Gubernur Jenderal yang mewakili pemerintahan Napoleon di Jawa.

Di masa ini diterapkan tata cara baru yaitu mengharuskan pihak keraton menyediakan perlengkapan permebelan bagi Residen atau para pembesar Belanda yang bertamu. Bukti yang mendukung kemungkinan tersebut adalah adanya jenis mebel yang menurut sebutan di Jawa dinamakan kursi "kompeni".

Prinsip dasar model Perancis adalah merubah bentuk kaku dan garis lurus, menjadi bentuk yang lembut atau luwes.Gayanya yang rumit, namun terkadang menyimpan makna tinggi bagi setiap orang yang melihatnya.

Kursi dengan ukiran dengan ragam hias corak Majapahit dan paduan ragam hias Eropa di tambah dengan penggunaan rotan untuk sandaran punggung, dan alas sarana duduk.

Jika dicermati kursi yang berukuran P.52 cm x L.54 cm x T.97 cm (45 cm)  ini merupakan karya pertukangan yang sangat detail, langka dan datang dari keterampilan yang tinggi, saya merasa beruntung menemukannya. SOLD OUT