Maastricht Koleksi

Author: Kedai Barang Antik / Labels: ,




Maastricht Koleksi

Kebanyakan keramik koleksi museum atau barang temuan beberapa yang bercap Maastricht. Artinya, bikinan Maastricht.Maastricht adalah nama salah satu kota tertua di Belanda dan memang tersohor sebagai kota keramik. Adalah Petrus Regout yang pada tahun 1836 menggawangi usaha gerabah ini.Sejak 1899 dia menggunakan nama Sphinx untuk produk-produknya dan jadi produk unggulan di kota ini.

Menjelang Perang Dunia I, industri keramik Maastricht makin menjadi-jadi. Mereka bahkan sudah mengirim produk keramik dalam bentuk apapun ke seluruh penjuru dunia – termasuk Batavia. Puncak kejayaan keramik Maastricht terjadi pada 1913. Di tahun itu mereka sudah mempekerjakan 7.000 orang. Namun sayang, di tahun-tahun berikutnya kejayaan ini makin redup.

Puncak redup itu ditandai dengan banyaknya perusahaan yang merger setelah Perang Dunia II. Perusahaan terbesar pun, Sphinx dan Société Céramique terpaksa merger di tahun 1958. Sebelas tahun kemudian, 1969, pengusaha dan pemerintah memutuskan menghentikan produksi keramik rumah tangga ini.

Jika anda berminat dengan koleksi ini, bisa menghubungi saya di e-mail : kedaibarangantik@gmail.com

Maestricht Keramik

Author: Kedai Barang Antik / Labels: ,






Maastricht Koleksi

Kebanyakan keramik koleksi museum atau barang temuan beberapa yang bercap Maastricht. Artinya, bikinan Maastricht.Maastricht adalah nama salah satu kota tertua di Belanda dan memang tersohor sebagai kota keramik. Adalah Petrus Regout yang pada tahun 1836 menggawangi usaha gerabah ini.Sejak 1899 dia menggunakan nama Sphinx untuk produk-produknya dan jadi produk unggulan di kota ini.

Menjelang Perang Dunia I, industri keramik Maastricht makin menjadi-jadi. Mereka bahkan sudah mengirim produk keramik dalam bentuk apapun ke seluruh penjuru dunia – termasuk Batavia. Puncak kejayaan keramik Maastricht terjadi pada 1913. Di tahun itu mereka sudah mempekerjakan 7.000 orang. Namun sayang, di tahun-tahun berikutnya kejayaan ini makin redup.

Puncak redup itu ditandai dengan banyaknya perusahaan yang merger setelah Perang Dunia II. Perusahaan terbesar pun, Sphinx dan Société Céramique terpaksa merger di tahun 1958. Sebelas tahun kemudian, 1969, pengusaha dan pemerintah memutuskan menghentikan produksi keramik rumah tangga ini.

Jika anda berminat dengan koleksi ini, bisa menghubungi saya di e-mail : kedaibarangantik@gmail.com
SOLD OUT

Maastricht Koleksi

Author: Kedai Barang Antik / Labels:




Maastricht Koleksi

Kebanyakan keramik koleksi museum atau barang temuan beberapa yang bercap Maastricht. Artinya, bikinan Maastricht. Maastricht adalah nama salah satu kota tertua di Belanda dan memang tersohor sebagai kota keramik. Adalah Petrus Regout yang pada tahun 1836 menggawangi usaha gerabah ini. Sejak 1899 dia menggunakan nama Sphinx untuk produk-produknya dan jadi produk unggulan di kota ini.

Menjelang Perang Dunia I, industri keramik Maastricht makin menjadi-jadi. Mereka bahkan sudah mengirim produk keramik dalam bentuk apapun ke seluruh penjuru dunia – termasuk Batavia. Puncak kejayaan keramik Maastricht terjadi pada 1913. Di tahun itu mereka sudah mempekerjakan 7.000 orang. Namun sayang, di tahun-tahun berikutnya kejayaan ini makin redup.

Puncak redup itu ditandai dengan banyaknya perusahaan yang merger setelah Perang Dunia II. Perusahaan terbesar pun, Sphinx dan Société Céramique terpaksa merger di tahun 1958. Sebelas tahun kemudian, 1969, pengusaha dan pemerintah memutuskan menghentikan produksi keramik rumah tangga ini.

Jika anda berminat dengan koleksi ini, bisa menghubungi saya di e-mail : kedaibarangantik@gmail.com

Fruit Bowl Porcelain

Author: Kedai Barang Antik / Labels:





Porselen Tempat Buah

Koleksi tempat buah dari bahan porselen ini pun masih tampak kokoh dan mantap. Bahkan masih berfungsi sebagaimana mestinya, walau usianya tergolong renta. Dari segi tampilan, benda lawas kental dengan warna warna mempesona. Tak kalah menarik dengan warna barang modern. Padahal zaman dahulu belum ada teknologi pewarnaan secanggih sekarang.

Sayangnya, keberadaan elemen bernuansa masa lampau itu kini terbilang langka dan susah ditemukan. Kelangkaan barang membuat para kolektor berlomba untuk mencari "harta mewah" ini. Kecil bendanya, besar nilainya. Jika anda berminat dengan koleksi ini, bisa menghubungi saya di e-mail : kedaibarangantik@gmail.com

Etiket Jamu Nyonya Meneer

Author: Kedai Barang Antik / Labels:


Jamu Temulawak "NJONJA MENEER"

Di Semarang, Pada tahun 1919 berdirilah Jamu Cap Potret Nyonya Meneer yang kemudian menjadi cikal bakal salah satu industri jamu terbesar di Indonesia. Ini merek top. Logo desainnya kuat, sangat mudah diingat banyak orang.

Pada umumnya, kemasan-kemasan jaman dulu sering menggunakan nama dan bahkan potret diri sebagai merek produknya. Biasanya produk Cina-lah yang sering memakai potret diri pada kemasan produknya sebagai jaminan personal dari si pemilik bahwa produknya itu memang berkualitas.

Ilustrasi gambar pria dan wanita dengan senyum bahagia pada sudut kiri etiket, terlihat bahwa desain ini ingin mengambarkan keharmonisan. Etiket tempo doeloe ini mempunyai dimensi ukuran kertas P.17 cm x L.10,5 cm.

Produk PT Nyonya Meneer sebagian besar merupakan produk untuk kepentingan wanita (80 persen). Terdapat 254 merek meliputi 120 macam produk berbentuk pil, kapsul, serbuk, dan cairan dan terbagi dalam tiga jenis, untuk perawatan tubuh, kecantikan, dan penyembuhan.

Produk ini meliputi minuman kesehatan temulawak, awet ayu, jamu habis bersalin, buste cream, amurat, dan rheumeneer yang sudah uji klinis. Jika anda berminat dengan koleksi ini, bisa menghubungi saya di e-mail : kedaibarangantik@gmail.com

Etiket Rokok Klembak

Author: Kedai Barang Antik / Labels:


Klembak Sentel "Tjap Pari-Djempol"

Penafsiran rokok "klembak" merupakan rokok yang bahan baku atau isinya berupa daun tembakau, cengkeh, dan menyan yang diberi saus untuk mendapatkan efek rasa dan aroma tertentu.

Konteks sosial klembak sentel adalah sebuah produk pangan, yaitu : tembakau yang mempunyai target market rakyat menengah biasa. Seperti pada umumnya, masyarakat menengah ke bawah yang berada didaerah daerah memiliki mata pencaharian di bidang agraris, yaitu pertanian.

Hal ini berhubungan dengan aspek sosial budaya di daerah-daerah tersebut. Lambang padi merupakan lambang yang merakyat, juga sebagai lambang kesuburan. Tentang pemakaian gambar jempol, ah entahlah. Begitu banyak produk yang memakai jempol untuk merek.

Sederhana, sesuai dengan umumnya persepsi khalayak bahwa jempol adalah simbol kebagusan atau kualitas terbaik. Rokok ini populer di kalangan masyarakat menengah ke bawah di Yogyakarta, Magelang, Dieng, Kudus, dan daerah-daerah lainnya di Jawa Tengah.

Etiket tempo doeloe dengan ukuran kertas P.5 cm x L.5 cm ini kini terbilang langka dan susah ditemukan. Jika anda berminat dengan koleksi ini, bisa menghubungi saya di e-mail : kedaibarangantik@gmail.com

Etiket Rokok Sigaret

Author: Kedai Barang Antik / Labels:



Etiket Rokok Sigaret "TAPEN"

Warna merah biru. Keduanya merupakan warna yang sama kuat satu sama lain jadi desain etiket rokok sigaret "Tapen" ini terlihat dominan. Kemasan ini mencerminkan kebudayaan Jawa yang kuat karena penggunaan 2 orang perempuan Jawa sebagai visual utamanya.

Ilustrasi desain gambar menunjukkkan bahwa produk ini memang ditujukan untuk kalangan bawah. Unsur budaya Indonesia tetap terlihat pada kemasan yang menggambarkan suasana ketenangan rutinitas pedesaan yang merupakan kebanggaan Indonesia.

Memang ada unsur ketertarikan seseorang untuk membeli rokok kretek tertentu akibat membaca atau melihat etiket rokok kretek di pasaran. Etiket rokok selain sebagai sebuah karya seni rupa juga mengandung sebuah konsep komunikasi.

Etiket tempo doeloe dengan ukuran kertas P.8 cm x L.10 cm ini kini terbilang langka dan susah ditemukan. Jika anda berminat dengan koleksi ini, bisa menghubungi saya di e-mail : kedaibarangantik@gmail.com

Etiket Rokok Sigaret

Author: Kedai Barang Antik / Labels:



Etiket Rokok Sigaret Kretek "PERINTIS"

Nah, kalau ditilik dari desain etiket/label rokok ini maka ada hal yang menarik. Cetakan letterpress yang meninggalkan bekas tindasan dengan warna merah.

Tampaknya produsen mencoba mengambil tuah "prajurit" sebagai visual utamanya untuk branding dengan harapan sukses di pasar. Prajurit perintis merupakan pasukan garis depan, membuka jalan untuk diikuti pengikut selanjutnya.Oleh karena itu nama sigaret kretek "PERINTIS" ini lebih mudah diingat oleh konsumennya.

Produk ini dikemas dengan tampilan yang sederhana serta menggunakan material yang tidak mahal. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa produk ini memang ditujukan untuk masyarakat non-urban/pedesaan.

Etiket tempo doeloe dengan ukuran kertas P.8 cm x L.7 cm ini kini terbilang langka dan susah ditemukan. Jika anda berminat dengan koleksi ini, bisa menghubungi saya di e-mail : kedaibarangantik@gmail.com

Etiket Rokok Sigaret

Author: Kedai Barang Antik / Labels:



Etiket Rokok Sigaret Halo Bandung #2

Etiket rokok juga menjadi instrumen pemasaran karena etiket rokok merupakan alat komunikasi pertama yang menjembatani antara produsen dan konsumen. Etiket rokok selain sebagai sebuah karya seni rupa juga mengandung sebuah konsep komunikasi.

Desain etiket rokok ini sangat lokal. Bukan hanya lokasi pabrik dan peredarannya, melainkan juga mereknya "HALLO BANDUNG". Cukup menggunakan kertas dengan cetakan letterpress yang meninggalkan bekas tindasan, sudah begitu penintaannya tak rata pula.

Ilustrasi kemasan Neng Geulis dengan pakain kebaya lengkap dengan sandal kelom sebagai visual utamanya. Bagi penikmat rokoknya, mereka adalah simbol pemanjaan dorongan hedonistis.

Etiket tempo doeloe dengan ukuran kertas P.5 cm x L.5 cm ini kini terbilang langka dan susah ditemukan. Jika anda berminat dengan koleksi ini, bisa menghubungi saya di e-mail : kedaibarangantik@gmail.com

Etiket Rokok Sigaret

Author: Kedai Barang Antik / Labels: ,





Etiket Rokok Sigaret "MATAHARI BALON LEUW"

Didominasi dengan warna merah yang dipakai sebagai background, dapat dilihat dari penataan gambar dan tipografi huruf yang seimbang dan teratur. Serta dicetak menggunakan dengan letter press, menampakkan raster kasar tapi masih memancarkan gradasi.

Gambar singa dan globe bumi serta pictogram matahari bersinar membuat konsumen semakin ingat akan produk rokok tersebut. Secara kaitan sosial gambar singa dapat dikatakan sebagai akulturasi budaya, Cina dan Indonesia mengganggap bahwa singa dikenal sebagai salah satu hewan yang memiliki banyak mitos.

Penggunaan tipografi sangat baik dan memiliki kerterbacaan yang jelas. Rokok "Matahari Balon Leuw" ini akan mudah dicari dan diingat baik untuk orang tua hingga anak-anak karena kuatnya warna desain pada kemasan ini.

Etiket tempo doeloe dengan ukuran kertas P.20 cm x L.20 cm ini sayangnya, keberadaan etiket bernuansa masa lampau itu kini terbilang langka dan susah ditemukan. Jika anda berminat dengan koleksi ini, bisa menghubungi saya di e-mail : kedaibarangantik@gmail.com

Etiket Rokok Sigaret

Author: Kedai Barang Antik / Labels:



Etiket Rokok Sigaret Hallo Bandung #1

Etiket rokok selain berfungsi sebagai jati diri sebuah industri rokok, juga menjadi alat promosi untuk menarik perhatian pembeli. Kualitas cetak etiket rokok klasik ini sederhana tapi nyeni.

Dapat dilihat dari penataan gambar dan tipografi huruf yang seimbang dan teratur dicetak dengan letter press, menampakkan raster kasar tapi masih memancarkan gradasi.

Lantas kenapa etiket rokok ini bergambar Neng Geulis ? Saya kurang paham konteksnya. Secara visual ilustrasi kemasan bergaya vintage dengan idiom lokal cukup sukses sebagai daya pikat.

Etiket tempo doeloe dengan ukuran kertas P.9 cm x L.11 cm ini kini terbilang langka dan susah ditemukan. Jika anda berminat dengan koleksi ini, bisa menghubungi saya di e-mail : kedaibarangantik@gmail.com

Shampoo Bubuk Era Lapanpuluhan

Author: Kedai Barang Antik / Labels:



Shampoo "KAO FEATHER" Bubuk

Ini merek top. Logo desainnya kuat, sangat mudah diingat banyak orang. Sepertinya kombinasi warnanya boleh juga kalau jadi kaos tim kesebelasan sepak bola. Produk shampoo ini tampaknya barang lama, diperkenalkan di Indonesia sekitar dekade 1970 akhir hingga 1980 an.

Tapi, sungguh, ketika melihatnya di rak kaca warung tua di pelosok desa daerah Ambarawa itu saya seperti terlempar ke masa silam ketika masih duduk di bangku sekolah dasar. Cukup tampil dengan tiga warna, hijau, putih dan biru, label shampoo "KAO FEATHER" terlihat kuat. Tiap sisi kemasannya diberi efek warna perak bersinar.

Kao Feather Shampoo, menurut sebuah artikel di World's Executive Digest, merupakan perintis kemasan unit kecil dengan menjual shampoo bubuk dalam sachet. Dalam waktu singkat, pasar shampoo, yang memang sedang bersaing ketat, segera menyanyikan lagu yang sama. Tidak hanya shampoo bubuk, bahkan shampoo cair pun dipasarkan dalam unit kecil dengan jasa sachet.

Produsen menekankan unsur inovasi dari kemasan itu sendiri, bukan murahnya produk atau pernyataan bahwa seolah-olah kemasan ini cocok untuk pedesaan yang berpendapatan rendah. Tak jelas sejak kapan shampoo macam ini ditarik dari peredaran.

Sayangnya, keberadaan shampoo dengan formula bubuk produk masa lampau itu kini terbilang langka dan susah ditemukan. Berbahagialah jika anda masih menyimpan pernik langka ini. Sudah jarang khan melihat kemasan sachet shampoo "KAO FEATHER" stock lama yang semacam ini ?? Dijual dengan harga 100 ribu/per sachet. Jika anda berminat dengan koleksi ini, bisa menghubungi saya di e-mail : kedaibarangantik@gmail.com

Teplok Hijau Reflektor

Author: Kedai Barang Antik / Labels:




Lampu Semprong Hijau Reflektor

Ada yang istimewa dengan alat penerangan lampu teplok atau semprong. Begitulah sebutannya, karena pada tutup lampu, bagian atasnya mirip seperti kue semprong. Mungkin jarang sekali ditemui penjual lampu semprong ini karena bahan bakar yang digunakan bukan energi listrik, melainkan minyak tanah.

Rasa sesal karena pernah tidak memiliki atau mungkin pernah kehilangan. Bahkan bisa menjadi nostalgia yang melemparkan ingatan pada masa itu. Lampu semprong duduk dengan ukuran T.31 cm x Diameter 7 cm ini boleh saja dilupakan tapi pesonanya ternyata tetap menggoda.

Pada bagian reflektor yang sekaligus sebagai tempat untuk menggantungkan, membuat lampu semprong ini punya keunikan yang tak tergantikan. Sudah jarang khan melihat "lampu senthir" yang semacam ini ?? Jika anda berminat dengan koleksi ini, bisa menghubungi saya di e-mail : kedaibarangantik@gmail.com

Pomade Era 80-an

Author: Kedai Barang Antik / Labels:




Lavender Pomade "Tjap Pompa"

Tak sengaja menyusuri sebuah pertokoan di kota Pekalongan, Jawa Tengah langkah saya terhenti melihat kaleng pomade (minyak rambut) vintage ini. Di dalam etalase kayu tampak berjejer kaleng pomade yang berdebu dan sebagian warna kemasan nya agak memudar dan sedikit berkarat karena terkena terik sinar matahari.

Tapi, sungguh, ketika pertama melihatnya saya seperti terlempar ke masa silam. Yang itu karena terlebih dahulu terkesan oleh kemasannya sudah tidak diproduksi lagi masih dengan merk "Tjap Pompa"

Jika melihat desain, produk itu tampaknya barang lama sekitar dekade 1970 akhir hingga 1980 an.Secara visual ilustrasi kemasan bergaya vintage cukup sukses sebagai daya pikat. Gambar kemasan minyak rambut itu mengingatkan saya pada film-film Bing Slamet atau (yang lebih tua lagi) P. Ramlee. Ketika keren berarti rambut yang tersisir rapi hitam kelimis mengkilap.

Lavender Pomade "Tjap Pompa" dengan ukuran T.2 cm x Diameter 8,5 cm ini unik dan cukup menghibur sebagai pernik koleksi.Pomade ini boleh saja dilupakan tapi pesonanya ternyata tetap menggoda. Dijual dengan harga @125 ribu/per kaleng. Tertarik memilikinya ?? Jika anda berminat dengan koleksi ini, bisa menghubungi saya di e-mail : kedaibarangantik@gmail.com

Keramik Retak Seribu

Author: Kedai Barang Antik / Labels:




Keramik "OLIE" Tempo Doeloe

Pernak pernik lama selalu mengundang perhatian karena bentuknya yang unik. Beberapa diantara pernak pernik itu adalah keramik "OLIE" dengan motif Eropa. Sayangnya, keberadaan elemen bernuansa masa lampau itu kini terbilang langka dan susah ditemukan.

Rumah yang berdesain modern dapat dipadukan dengan elemen atau benda-benda yang unik ini dalam tata interior atau eksterior. Cantik dan berkarakter atas dasar inilah keramik retak seribu dengan ukuran P.6,5 cm x L.5,5 cm x T.20 cm ini menjadi barang yang paling diminati kolektor.

Padahal zaman dahulu belum ada teknologi pewarnaan secanggih sekarang. Warna barang antik ada yang dimunculkan dari warna bahan dasarnya. Berminat ? Jika anda berminat dengan koleksi ini, bisa menghubungi saya di e-mail : kedaibarangantik@gmail.com
SOLD OUT