Reklame Deterjen RINSO

Author: Kedai Barang Antik / Labels:


RINSO, Deterjen Klasik !

Rinso merupakan merek deterjen pertama yang ada di Indonesia. Ini merek top. Logo desainnya kuat, sangat mudah diingat banyak orang. Bagi pemerhati dan pemakai produk menggunakan deterjen bubuk, merek sabun deterjen ini tentu bukanlah hal yang baru diketahuinya.

Melakukan edukasi pasar dan lebih berisi informasi akurat seperti tertera taglinenya : " MENTJUTJI SELURUH TJUTJIAN LEBIH BERSIH " tentu dengan targetting konsumen produk Rinso yakni wanita dan para nyonya rumah di perkotaan dan segmentasi pasar yang ditujukan untuk menengah keatas.

Sebuah lempengan reklame kaleng dalam hal ini media iklan luar ruang, sebagai kebutuhan penetrasi komunikasi visual bagi pasar masyarakat pada masa itu. Nyatanya sabun deterjen ini bertahan lama, melintasi pergantian rezim.

Desain reklame kaleng ini hanya berupa pesan tekstual yang terdiri dari deretan tiporgafi dengan memperhatikan estetika desain. Reklame kaleng dengan ukuran dimensi diameter 28 cm ini merupakan barang langka, akan berputar putar jika dihembus angin. Bagi anda penghobi pernik reklame kuno ini bisa menjadi pilihan salah satu koleksi anda. Tertarik ? SOLD OUT

VINTAGE PHILIPS INFRAPHIL

Author: Kedai Barang Antik / Labels:


Sinar Rahasia : Mimpi Pribumi Memulihkan Penyakit...

Lampu terapi jenis ini mengeluarkan sinar inframerah yang dapat menembus kebawah lapisan kulit, lampu ini dapat memulikan rasa pegal akibat tegangan otot atau persendian.

Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa produk ini memang ditujukan untuk masyarakat urban (perkotaan).Lampu yang berguna untuk fisioterapi ini yang tampaknya sudah lama ada pada sekitar tahun 1950-an.

Memang, ada beberapa unsur ketertarikan seseorang untuk membeli produk tertentu akibat membaca atau melihat iklan di pasaran. Betapa sederhananya pesan yang ingin disampaikan : " MELENJAPKAN PENJAKIT TUAN ! "

Tampilan iklan ini juga belum banyak menggunakan foto, melainkan gambar goresan tangan biasa dan sebagian besar hanya dalam dua warna, hitam putih. Saya tertarik menyajikan dinamika bahasa (Indonesia) yang digunakan dalam teks iklan jadul ini (headlines dan taglines) diantaranya : "SINAR RAHASIA" Tapi ya sudahlah, jaman dulu pesan seperti ini mungkin lebih mengena. Berminat memilikinya ?

Semarang Lemonade

Author: Kedai Barang Antik / Labels:


Botol Limun Soda Pop

Limun Sarsaparilla adalah minuman soda pertama di Indonesia. Limun merupakan salah satu minuman tempo dulu yang cukup populer dengan kandungan soda yang medium di era tahun 1960-an.

Namun seiring perkembangan zaman, minuman lokal Indonesia ini mulai ditinggalkan dan sulit dijumpai lagi, lebih-lebih di kota-kota besar seperti Jakarta dan Surabaya. Salah satu varian rasa yang cukup populer adalah rasa Sarsaparilla (banyak yang menyebutnya sarsi atau saparella).

Ini merek klasik. Asli bikinan Indonesia. Lebih menyenangkan melihat desain merek kemasan botol-botol ini...Dari segi desain, label merek ini sederhana. Botol limun label merek "Sarsaparilla", "Air Soda", "Orange Crush", "Petroek Djadi Ratoe" ini tak hanya unik kemasannya (maklum untuk kelas rakyat), tapi desainnya juga menarik.

Seolah agak “kurang nyambung” dengan kemasan minuman limun soda pop. Memang, pada label merek sudah ada pengait visual berupa gambar "nyentrik", itu seolah mengajak konsumen untuk melupakan merek kemasan. Mau ?? SOLD OUT

Reklame Baterai SIAGA

Author: Kedai Barang Antik / Labels:


Baterai Radio Transistor Jaman Baheula...

Banyak cara untuk melepaskan kerinduan dan mengingat kenangan manis di masa lalu. Bernostalgia ke masa lampau menjadi sangat berarti bagi sebagian orang.

Dulu, tatkala teknologi belum semaju sekarang ini, masyarakat pada umumnya guna mendapatkan berita mengandalkan informasi dengan mendengar dari radio transistor.

Radio transistor menggunakan 4 sampai dengan 6 buah baterai dengan masa pakai lebih kurang satu bulan paling lama bila dipakai setiap hari dan bila setrumnya habis harus diganti yang baru, lucunya beterai yang sudah lemah setrumnya bila di jemur di panas terik matahari lumayan tambahan setrum diperoleh.. :-)

Produk baterai SIAGA sempat merajai pasaran barang elektronik di tanah air sejak 1960 sampai awal 1980-an.Usia dan desain antiknya, menjadi daya pikat tersendiri. Melakukan edukasi pasar dan lebih berisi informasi akurat seperti tertera taglinenya : "JANG TERBAIK DAN TIDAK BOTJOR" Tapi ya sudahlah, jaman dulu pesan seperti ini mungkin lebih mengena.

Reklame kaleng produk baterai SIAGA ini mempunyai ukuran P.36 cm x L.26 cm ini memang layak koleksi. Tapi di mata saya label reklame ini tetap indah. Sebuah gaya yang naif sekaligus memancarkan kejujuran. Apa adanya. Berminat memilikinya ? SOLD OUT

OEN'S MINERAALWATERFABRIEK

Author: Kedai Barang Antik / Labels:


Botol Limun Tempo Doeloe

Banyak hal lucu yang tergali kembali melihat tutup botol limun ini. Sewaktu kecil berbagai jenis minuman yang bermacam-macam itu belum dikenal. Paling-paling beberapa jenis sirup dan penyajiannya pun masih amat sederhana.

Jenis minuman yang cukup populer saat itu adalah limun. Sebenarnya ini hanya air sirup yang dibubuhi gas CO2 dan pewarna. Mirip minuman berkarbonat alias soda sekarang.

Yang paling khas dari limun buatan lokal " OEN'S MINERAALWATERFABRIEK " ini adalah tutup botolnya yang bisa dipakai berulang-ulang karena memang dibuat menyatu dengan botolnya.

Tutup botol limun ini terbuat dari keramik yang dirangkai dengan kawat besi yang bibuat seperti berengsel sehingga bisa dibuka dan ditutup. Orang Magelang mengatakan bahwa tutup botol limun ini sebagai tutup jeglegan. Artinya, tutupnya bisa dijeblak tanpa harus lepas dari engselnya.

Uniknya pula, setiap kita membuka tutup botol jeglegan ini maka dari mulut botolnya akan keluar suara, zzzzzzztttt....akibat keluarnya gas karbon dari dalam botol. Suara seperti itu terasa sensasional di telinga. Lain dengan tutup botol kemasan sekarang yang sekali buka langsung dibuang. Tertarik ?

Chinese Indonesian Heritage

Author: Kedai Barang Antik / Labels: ,

Baboe, Potret Indonesia Djaman Doeloe...

Kata babu yang berarti pembantu berasal dari kata "baboe" dalam bahasa Belanda. Di masa kolonial, peran babu sangat penting dalam keluarga Belanda yang menetap di Indonesia. Seorang babu biasanya bertugas menjaga dan menemani anak-anak majikannya.

Hindia Belanda memang surga bagi para tuan dan nyonya Eropa karena semua telah tersedia dalam berbagai macam bentuknya. Mereka mendapatkan kemudahan dan juga membuat kehidupan mereka menjadi lebih santai dikarenakan pribumi yang terjajah.

Karena adanya kesenjangan ekonomi yang tinggi dan minimnya kesempatan kerja, sebuah keluarga kaya 'urban' sanggup memperkerjakan "pembantu seumur hidup". Tentunya di mata para nyonyah Tionghoa kaya, pembantu rumah tangga ini sangat penting berkaitan dengan pengenalan budaya-budaya lokal masyarakat setempat.

Menarik untuk dicermati pernik berbusana mereka yang berkecukupan terutama para pedagang dari etnis tertentu dengan harapan agar memperoleh kesan pada status sosial yang sama dengan para penguasa dan priayi karena dianggap bisa dijadikan sebagai simbol status dan keagungan.

Interaksi-interaksi sosial ini tidak dapat dipandang remeh karena hal ini menujukkan betapa penting peran para pembantu rumah tangga dalam memperkenalkan budaya-budaya lokal bagi tuan mereka. Walaupun dalam pertukaran budaya ini posisi mereka tidak sederajat tetapi setidaknya ada budaya Tionghoa yang mereka dapat dan begitu juga sebaliknya ada budaya lokal yang didapat tuan mereka.

Bisa juga dikatakan bahwa orang-orang Tionghoa masa kini adalah kepanjangan tangan dari komunitas Tionghoa pada masa lalu. Koleksi fotografi dari studio " Tan Tjie Lan - Tionghoa Hokkian, Batavia " tahun 1905 yang mempunyai ukuran P.17 cm x L.11 cm ini langka dan datang dari keterampilan teknik fotografi yang tinggi, saya merasa beruntung menemukannya.

Kamcheng Famille Rose

Author: Kedai Barang Antik / Labels:


Peranakan Chinese Porcelain : Baba Nyonya Kamcheng

Di samping latar belakang etnis dan kultural, budaya Tionghoa Peranakan adalah produk asimilasi, akulturasi dan proses hibrida panjang selama berabad-abad antara budaya pendatang Tionghoa dari Tiongkok, penduduk setempat dan Belanda yang saat itu berkuasa di Nusantara.

Ada satu keramik berbentuk wadah dengan penutupnya, disebut " Kamcheng ", untuk menaruh beras, nasi atau acar. Dengan gambar bunga warna dan disertai ornament hiasan " Taoism Simbol " (eight immortal) koleksi ini sungguh memikat hati. Diatas wadah keramik itu selalu ada penutupnya (dari keramik juga), dan diatas penutup atau tutupan (lid cover) selalu ada " Kilin atau Qi lin "

Dan bagi para pecinta barang antik koleksi ini di klasifikasikan sebagai items " Nyonya Wares ", hanya ditemukan di Indonesia, Singapore, Malacca, Penang, dan beberapa tempat di Malaysia yang ada komunitas keturunan. Ini adalah koleksi yang laris di berbagai pasar antik tanah air. Tertarik memilikinya ?? SOLD OUT

Slippers China Peranakan

Author: Kedai Barang Antik / Labels:


Sandal Selop Encim

Pada busana kain kebaya China Peranakan pada masa kolonial Hindia Belanda yaitu kebaya dengan bordiran di krah dan lengannya dan biasanya warnanya putih dan alas kakinya berupa sandal selop.

Pada awal abad ke 19 sandal selop encim berdisain datar, namun setelah tahun 1930-an model selop ada yang berhak tinggi (high-heeled). Meskipun bentuk dasarnya sama namun terdapat variasi terutama dalam hiasan yang disesuaikan dengan keinginan atau kebutuhan pemakainya.

Di kalangan istri pembesar, bahan sandal selop yang digunakan berbeda dari rakyat biasa. Biasanya mereka menggunakan bahan yang berkualitas tinggi seperti sutera atau beludru serta corak hias motif flora yang lebih anggun. Bahan sulaman biasanya terbuat dari kawat perak berlapis emas dengan tekstur yang dihasilkan sangat luar biasa sekaligus mengekspresikan kemapanan pemilik.

Kerumitan membuat sandal selop China Peranakan dengan kesempurnaan pengerjaan yang dipesan secara khusus sebagai identitas kultural Peranakan masa lampau, melengkapi gaya hidup yang serba mewah karena dianggap bisa dijadikan sebagai simbol status dan keagungan. Tertarik memilikinya ?? SOLD OUT

Peniti Perak Kebaya Encim

Author: Kedai Barang Antik / Labels:


Pesona Aksesoris Perhiasan Kebaya Encim Masa Lampau...

Di kalangan istri pembesar (Luitenant der Chineezen), kelengkapan aksesoris yang menyertai pakaian kebaya yang digunakan berbeda dari rakyat biasa sebagai manifestasi dari nilai-nilai budaya yang berlaku pada zaman itu.

Berhubung budaya kancing belum dikenal di Indonesia, perempuan pada masa lalu memakai peniti untuk menyatukan dua sisi baju. Kebaya dihiasi dengan peniti rante (disebut peniti rante susun tiga) perhiasan aksesoris kebaya tersebut biasanya terbuat dari bahan emas atau perak. Kerumitan pengerjaan membuat sebuah peniti ini juga berfungsi hiasan yang mempesona.

Gaya oriental juga penuh dengan makna dan simbolisasi. Ini membuatnya semakin menarik. Peniti perak motif burung ini sungguh mempesona, aksesoris perempuan masa lalu ini memperkuat kesan oriental di bagian pakaian kebaya terlihat glamour. Dapat disimpulkan bahwa koleksi ini memang ditujukan untuk masyarakat kalangan menengah ke atas yang tampaknya sudah ada pada tahun 1920-an.

Koleksi ini merupakan jejak sejarah yang merekam bentuk eksotisme nilai paduan gaya tradisional Tionghoa di bumi Nusantara pada masa kolonialisme. Menggambarkan situasi masa lalu yang sangat mewah dengan idiom budaya Tiongkok yang menarik diamati, tetapi juga semangat zaman yang dipancarkan oleh koleksi kotak perhiasan China Peranakan tersebut. Mau ? SOLD OUT

Slippers China Peranakan

Author: Kedai Barang Antik / Labels:


Sandal Selop Encim

Pada busana kain kebaya China Peranakan pada masa kolonial Hindia Belanda yaitu kebaya dengan bordiran di krah dan lengannya dan biasanya warnanya putih dan alas kakinya berupa sandal selop.

Pada awal abad ke 19 sandal selop encim berdisain datar, namun setelah tahun 1930-an model selop ada yang berhak tinggi (high-heeled). Meskipun bentuk dasarnya sama namun terdapat variasi terutama dalam hiasan yang disesuaikan dengan keinginan atau kebutuhan pemakainya.

Di kalangan istri pembesar, bahan sandal selop yang digunakan berbeda dari rakyat biasa. Biasanya mereka menggunakan bahan yang berkualitas tinggi seperti sutera atau beludru serta corak hias motif flora yang lebih anggun. Bahan sulaman biasanya terbuat dari kawat perak berlapis emas dengan tekstur yang dihasilkan sangat luar biasa sekaligus mengekspresikan kemapanan pemilik.

Kerumitan membuat sandal selop China Peranakan dengan kesempurnaan pengerjaan yang dipesan secara khusus sebagai identitas kultural Peranakan masa lampau, melengkapi gaya hidup yang serba mewah karena dianggap bisa dijadikan sebagai simbol status dan keagungan. Tertarik memilikinya ?? SOLD OUT