Buffet Dutch East Indies

Author: Kedai Barang Antik / Labels:












Perabotan Bergaya The Empire Style...

Periode modern mebel masa kolonial dimulai awal tahun 1900-an. Bentuk fungsional muncul dengan tampilan yang polos tanpa dekorasi, sebagai akibat dari prinsip bentuk mengikuti fungsi (form follows function) pada masa itu. Ketegasan garis-garis struktur benda itu sendiri sekaligus digunakan sebagai kekuatan visual artistiknya.

Gaya desainnya merupakan simbol kemewahan pada jaman dahulu yang bisa diasosiasikan juga dengan simbol kemewahan pada jaman sekarang.

Unsur-unsur dekorasi dari perabotan tempo dulu masih relevan diterapkan di jaman sekarang. Furniture yang ada pada masa lampau juga dipengaruhi oleh arsitektur yang berkembang saat itu yaitu The Empire Style.

Meja ini memiliki gaya desain Batavia pada abad ke 18 dimana gaya desain Batavia ini merupakan original dari Eropa, jadi bisa disebut sebagai gaya desain kolonial yang masuk ke Indonesia.

Meja yang mempunyai ukuran P.103 cm x L.45 cm x T.117 cm ini berbentuk simetris pada bagian kakinya berbentuk kaki binatang dan diakhiri dengan bentuk lingkaran yang merupakan karakteristik perabot Eropa.

Meja Raffles Antik

Author: Kedai Barang Antik / Labels:










Perabotan Bergaya Raffles...

Ada yang istimewa dengan koleksi sebuah meja era kolonial ini. Langgam gaya Indies sebagai perpaduan budaya Belanda dan Jawa juga terjalin dalam ornamen. Usia dan desain antiknya, menjadi daya pikat tersendiri.

Perabotan bergaya Raffles termasuk jenis yang paling terkenal dari perabot kolonial abad ke-19. Pada masa ini, orang juga menggunakan trend perabot masa Sir Thomas Stamford Raffles berkuasa.

Gaya perabot ini sebenarnya termasuk tipe Sheraton yang berkembang di Inggris. Namun, karena nama Raffles lebih dikenal di Jawa, maka lebih dikenal dengan sebutan perabotan bergaya Raffles.

Selain ergonomis, desain meja ini mempunyai keindahan yang tidak lekang oleh perkembangan jaman, menampakkan ketepatan dalam perbandingan ukuran dan keseimbangan. Usia dan desain antiknya, menjadi daya pikat tersendiri.

Koleksi perabotan meja periode awal era Vereegnide Oost Indische Compagnie (VOC), sekitar abad ke-17 hingga abad ke-19 ini mempunyai ukuran P.63 cm x L.48 cm x T.74 cm ini serasa bagai kembali ke masa silam, jaman kolonial yang di Indonesia kini nyaris tak ada lagi pemiliknya, bahkan sudah punah... SOLD OUT

Gawangan Batik Antik

Author: Kedai Barang Antik / Labels:


Kain-kain Batik Kuno itu Terbentang pada Gawangan...

Gawangan merupakan alat yang dipakai untuk menggantungkan dan membentangkan kain saat proses pembuatan batik.

Disain gawangan memang dibuat simpel, ringan, dan kuat supaya fleksibel saat dipindahkan. Biasanya bahan utama gawangan adalah kayu dan ada juga yang dari bambu.

Fungsi gawangan ini untuk menggantungkan serta membentangkan kain mori sewaktu akan dibatik dengan menggunakan canting.

Benda lawas kental dengan warna warna mempesona. Ia mewakili budaya dan tradisi masa lampau yang kental dengan gaya hidup saat itu; yang bersahaja.

Kini gawangan batik kayu yang mempunyai ukuran P.115 cm x L.95 cm ini lebih fungsional sebagai aksen interior yang unik dan mempesona. Dengan penempatan yang pas, kain batik kuno yang anda miliki bisa tampil prima di tengah ruangan anda.

Tak sekedar pajangan, gawangan batik antik ini menyimpan banyak cerita tentang sejarah dan semangat perkembangan batik di Indonesia masa itu.

Sayangnya, keberadaan elemen bernuansa masa lampau itu kini terbilang langka dan susah ditemukan.Tertarik memilikinya ?? SOLD OUT

Jendela Semarangan (Art Nouveau)

Author: Kedai Barang Antik / Labels:





Jejak Budaya Rumah Priyayi...

Nuansa kuno tidak hanya terwujud dari detail-detail bergaya Eropa, tetapi furnitur dan pernik interior yang ada memiliki nilai antik yang seakan bercerita tentang zaman dan waktu.

Salah satunya koleksi jendela angin bermotif Semarangan (Art Nouveau) ini mempunyai ukuran P.52 cm x L.70 cm (jika sepasang P.105 cm x L.70 cm) dengan kaca es berwarna merah mempunyai nuansa Eropa sangat kuat.

Komposisi asimetrik serta pola yang berkelak-kelok pun menjadi ciri khas penandaan gaya ini. Apresiasi akan kualitas dan gaya hidup yang penuh cita rasa.

Kedalaman nilai sejarah, kenangan, dan apresiasi membawa kesadaran untuk mengkoleksi jendela bekas bongkaran bangunan masa lampau.

Pertemuan antara esensi tata ruang Jawa dengan detail-detail Eropa ini telah menghadirkan pemahaman akan ekspresi klasik budaya Jawa di masa itu.

Tidak hanya secara fisik dan visual semata, namun menjadi refleksi zaman yang masih tampak indah hingga sekarang. Dengan kehadiran detail-detail unik, yang mencerminkan jati diri pemiliknya di kalangan masyarakat Indonesia, khususnya para priyayi.. Tertarik memilikinya ?

Thonet Bentwood Rocking Chair

Author: Kedai Barang Antik / Labels: ,









Timeless Design Dari Michael Thonet....

Sekian lama dijajah oleh Belanda, meninggalkan jejak yang tak pernah hilang, sampai sekarang. Salah satunya pada desain perabotan interior dan arsitektur. Gaya kolonial, demikian kita sering menyebutnya. Gaya kolonial kental dengan pengaruh Eropa, tak heran kalau seringkali terlihat mirip dengan gaya klasik.

Michael Thonet (2 Juli 1796 – 3 Maret 1871) membuat furniture kursi yang memiliki terobosan atau inovasi baru di dunia furniture kala itu. Ia mulai menemukan komposisi lem yang kuat untuk konstruksi join antar komponennya dan yang paling mengagumkan saat itu, ia sudah bisa membentuk lengkung dari material kayu dengan menggunakan uap panas. Inovasi tersebut menghasilkan desain kursi yang belum pernah ada sebelumnya. Kursi yang sederhana, elegant, lebih ringan, nyaman, dan tahan lama.

Desain kursi goyang buatan Michael Thonet tersebut memang istimewa dan menjadi desain yang mendunia hingga saat ini. Kelebihan lain dari desain kursi tersebut adalah bisa masuk dalam segala style desain interior.

Seperti kebanyakkan kursi goyang masa itu yang digunakan di Belanda dan Perancis pada abad ke-17 hingga abad ke-18 yang terbuat dari kayu Eiken dan biasanya bersandarkan dan dudukan anyaman rotan.

Kayu Eiken sulit ditemukan dan harganya sangat mahal dan diolah dengan cara pemanasan dan pembentukan, disebut dengan teknik "bentwood" bentuknya yang elegan, telah membawa pengaruh dan kesan khusus bagi para pemakai kursi-kursi tersebut.

Kayu Eiken yang bisa memberikan nilai estetika tinggi. Jika anda cermati kursi goyang melengkung dan teknik sambungan knock down material berharga dan eksotik sehingga mebel ini sangat mahal dan hanya dimiliki orang kaya. Tertarik memilikinya ? SOLD OUT

Sarah Bernhardt (1844-1923)

Author: Kedai Barang Antik / Labels: , ,







Sebuah Jejak Kemegahan Gaya Art Nouveau...

Dalam perkembangannya, gaya art nouveau banyak diterapkan dalam berbagai rancangan, mulai dari arsitektur, seni patung, seni kaca, perhiasan, keramik, hingga desain perabot rumah tangga. Pada desain yang sangat khas menggunakan garis-garis lengkung dan pola-pola organik seperti tumbuhan.

Desain Art nouveau pun dapat dijadikan contoh untuk memelajari metode desain konvensional, salah satunya craftmanship. Craftmanship di sini diartikan Art nouveau memiliki kadar craftmanship yang tinggi.

Namun yang paling mudah diamati dan dinikmati secara meluas adalah terapannya dalam bidang grafis, salah satunya litography yang terbit di akhir abad ke-19.

Gaya Art Nouveau terjadi pada tahun 1890 sampai 1905. Sentuhan Art Nouveau dapat didapat dengan memajang lukisan Art Nouveau. Salah satu contoh lukisan Art nouveau dapat ditemukan pada visual Sarah Bernhardt (1844-1923). Teknik litografi dikenal dengan kemampuannya menangkap gradasi halus dan detail yang sangat kecil.

Karya-karya grafis ini banyak digemari sebagai barang seni collectable yang bernilai tinggi. Karya reproduksinya pun banyak dicari. Di kalangan pemburu karya grafis antik bergaya Art nouveau, nama-nama seperti Alfons Maria Mucha, Henri Privat-Livemont, atau Eugene Grasset, menjadi jaminan bagi karya seni dari masa lalu yang layak untuk dikoleksi.

Frame kayu jati ini mempunyai ukuran P.107 cm x L.68 cm. Kelangkaan, orisinilitas dan usianya yang lebih dari 100 tahun ini membuatnya semakin menarik.  SOLD OUT