Meski berusia hampir lebih dari 100 tahun, kualitasnya masih sangat terjaga. Tekstur material dipertahankan seperti aslinya masih kokoh dan bertahan lama, melintasi pergantian rezim dan abad. Sungguh mengundang decak kagum.
Perabotan kuno masa kolonial di Indonesia, sebagian besar masih tersembunyi juga semakin menyusut drastis.
Patut disyukuri karena masih berfungsi dengan baik dan utuh yang dapat menceritakan masa lalu.
Langgam gaya Indies sebagai perpaduan budaya Belanda dan Jawa ini mengutamakan kesederhanan tanpa banyak ornamen dekoratif.
Bentuk fungsional yang mengombinasikan keelokan dan efisiensi, sebagai akibat dari prinsip bentuk mengikuti fungsi (form follows function) pada masa itu.
Perpaduan sisi praktis yang ditampilkan melalui pembagian 4 area penyimpanan pada dalam lemari.
Dilihat dari corak teksturnya cat yang terkelupas dan ornamen yang tertutup kerak menggambarkan betapa lamanya benda tersebut.
Gaya desain pada tarikan pintu lemari merupakan simbol kemewahan pada jaman dahulu. Handle tampak masih kokoh dan mantap, sehingga penampilannya lebih kontemporer.
Dengan 4 bentuk kaki penopang yang kokoh, dikontraskan dengan garis lurus memiliki kadar craftmanship yang tinggi.
Kayu jati tua berkualitas bagus memiliki permukaan yang sangat dekoratif. Tekstur dan serat kayunya terbentuk dengan sempurna dan indah.
Meja pada masa Nederlandsche Indies ini masih menyisakan kemegahan tempo dulu yang ramah menyambut tamu.
Suatu cerminan keterbukaan yang melahirkan karakter bangsa yang toleran.
Dalam foto tersebut kita bisa melihat lagi bagaimana situasi masa lalu. Dapat disimpulkan bahwa koleksi Thee Kastje ini memang dimiliki oleh komunitas Societeit. Mereka bersosialita sebagai himpunan elit akibat pertemanan sembari menggelar acara minum teh. Anda akan merasa seperti di sebuah komunitas Societeit di era Hindia Belanda.
Societeit Thee Kastje : Membangkitkan Memori 100 Tahun Lalu...
Koleksi " Thee Kastje " ini salah satu dari sedikit yang tersisa dari kediaman " landhuisen " di Hindia Belanda tahun awal 1920-an dan terpelihara dengan baik.
Unik, indah, " shopisticated " dan praktis, begitulah tampilan keseluruhan dari lemari antik ini.
Tampak beberapa bagian yang kusam karena termakan usia, tetapi kecantikannya tak pernah pudar.
Koleksi tempat lemari meja teh semacam ini umumnya menghias bangunan rumah peristirahatan, yang lazim disebut landhuis dengan patron Belanda.
Perabot rumah tangga yang disukai para nyonyah atau meneer di kota-kota besar di Hindia Belanda ini bersifat movable, yang dapat dipindah dan geser.
Mempunyai ukuran P.72 cm x L.46 cm x T.78 cm ini hingga kini masih kokoh dan bertahan lama, melintasi pergantian rezim dan abad. Mau ??? SOLD OUT
Perabotan kuno masa kolonial di Indonesia, sebagian besar masih tersembunyi juga semakin menyusut drastis.
Patut disyukuri karena masih berfungsi dengan baik dan utuh yang dapat menceritakan masa lalu.
Langgam gaya Indies sebagai perpaduan budaya Belanda dan Jawa ini mengutamakan kesederhanan tanpa banyak ornamen dekoratif.
Bentuk fungsional yang mengombinasikan keelokan dan efisiensi, sebagai akibat dari prinsip bentuk mengikuti fungsi (form follows function) pada masa itu.
Perpaduan sisi praktis yang ditampilkan melalui pembagian 4 area penyimpanan pada dalam lemari.
Dilihat dari corak teksturnya cat yang terkelupas dan ornamen yang tertutup kerak menggambarkan betapa lamanya benda tersebut.
Gaya desain pada tarikan pintu lemari merupakan simbol kemewahan pada jaman dahulu. Handle tampak masih kokoh dan mantap, sehingga penampilannya lebih kontemporer.
Dengan 4 bentuk kaki penopang yang kokoh, dikontraskan dengan garis lurus memiliki kadar craftmanship yang tinggi.
Kayu jati tua berkualitas bagus memiliki permukaan yang sangat dekoratif. Tekstur dan serat kayunya terbentuk dengan sempurna dan indah.
Meja pada masa Nederlandsche Indies ini masih menyisakan kemegahan tempo dulu yang ramah menyambut tamu.
Suatu cerminan keterbukaan yang melahirkan karakter bangsa yang toleran.
Dalam foto tersebut kita bisa melihat lagi bagaimana situasi masa lalu. Dapat disimpulkan bahwa koleksi Thee Kastje ini memang dimiliki oleh komunitas Societeit. Mereka bersosialita sebagai himpunan elit akibat pertemanan sembari menggelar acara minum teh. Anda akan merasa seperti di sebuah komunitas Societeit di era Hindia Belanda.
Societeit Thee Kastje : Membangkitkan Memori 100 Tahun Lalu...
Koleksi " Thee Kastje " ini salah satu dari sedikit yang tersisa dari kediaman " landhuisen " di Hindia Belanda tahun awal 1920-an dan terpelihara dengan baik.
Unik, indah, " shopisticated " dan praktis, begitulah tampilan keseluruhan dari lemari antik ini.
Tampak beberapa bagian yang kusam karena termakan usia, tetapi kecantikannya tak pernah pudar.
Koleksi tempat lemari meja teh semacam ini umumnya menghias bangunan rumah peristirahatan, yang lazim disebut landhuis dengan patron Belanda.
Perabot rumah tangga yang disukai para nyonyah atau meneer di kota-kota besar di Hindia Belanda ini bersifat movable, yang dapat dipindah dan geser.
Mempunyai ukuran P.72 cm x L.46 cm x T.78 cm ini hingga kini masih kokoh dan bertahan lama, melintasi pergantian rezim dan abad. Mau ??? SOLD OUT






























































