Sehingga sampai kini pun warnanya tidak berubah. Penyimpanan dan perawatan menentukan keawetannya karena membeli langsung dari pemilik atau pewarisnya.
Ciri khas perabotan Peranakan adalah perhatian terhadap detail. Furniture yang dipakai komunitas Peranakan Tionghoa cukup variatif. Rata-rata memiliki motif ukir di beberapa bagian.
Keindahan desain perabot tua bergaya China Peranakan ini masih menarik untuk dipandang hingga kini.
Tampak tampilan ornamen motif tersebut menjadi karakteristik tersendiri untuk komunitas elit Peranakan.
Teknik pertukangan jaman kolonial, posisi tinggi dan proporsi keseimbangan sangat diperhitungkan.
Tekstur material dipertahankan seperti aslinya, menunjukkan proses alamiah yang terjadi pada perabotan tersebut.
Dekorasi profil semuanya dilakukan dengan memahat langsung pada selembar permukaan bidang kayu jati bukan berupa tempelan.
Ketegasan asimetris struktur kayu motif lengkung itu sendiri sekaligus digunakan sebagai kekuatan visual artistiknya.
Kesempurnaan pengerjaan ornamen halus dan akurat diperlukan ketelitian tinggi.
Menilik Kemegahan Warisan Peranakan Nusantara...
Disaat bangsa Tionghoa mulai membaur dengan masyarakat Hindia Belanda, kebudayaan Peranakan mulai tampak dengan adanya bentuk perabot yang sama dengan gayadesain negara asal mereka.
Penyesuaian dan resapan budaya mereka terhadap suasana sosio budaya di era Dutch East Indies, yaitu melalui perkawinan campur yang berlaku di antara kaum-kaum Tionghoa dan pribumi pada masa itu.
Pembuatannya secara konvensional, tidak pabrikan tapi satu persatu. Sangat kokoh dan tidak berubah hingga sekarang, masih terasa jejak-jejaknya walau sudah tergerus arus zaman dan waktu.
Stand Vase Peranakan ini masih menyisakan kemegahan tempo dulu yang ramah menyambut tamu. Apresiasi yang tinggi pada upaya pemeliharaan yang amat rapi, sehingga perabotan tersebut masih sangat kokoh dan dapat dipakai hingga saat ini. Mau ??? SOLD OUT
























































