Peranakan Stand Pot (c.1920's)

Author: Kedai Barang Antik / Labels:

Pada umumnya koleksi tatakan pot China Peranakan seperti ini dimiliki oleh golongan kaya dan berpengaruh (ketokohan) sebagai parameter sekaligus mengekspresikan kemapanan pemilik.

Sehingga sampai kini pun warnanya tidak berubah. Penyimpanan dan perawatan menentukan keawetannya karena membeli langsung dari pemilik atau pewarisnya.

Ciri khas perabotan Peranakan adalah perhatian terhadap detail. Furniture yang dipakai komunitas Peranakan Tionghoa cukup variatif. Rata-rata memiliki motif ukir di beberapa bagian.

Keindahan desain perabot tua bergaya China Peranakan ini masih menarik untuk dipandang hingga kini.

Tampak tampilan ornamen motif tersebut menjadi karakteristik tersendiri untuk komunitas elit Peranakan.

Teknik pertukangan jaman kolonial, posisi tinggi dan proporsi keseimbangan sangat diperhitungkan.

Tekstur material dipertahankan seperti aslinya, menunjukkan proses alamiah yang terjadi pada perabotan tersebut.

Dekorasi profil semuanya dilakukan dengan memahat langsung pada selembar permukaan bidang kayu jati bukan berupa tempelan.

Ketegasan asimetris struktur kayu motif lengkung itu sendiri sekaligus digunakan sebagai kekuatan visual artistiknya.  

Kesempurnaan pengerjaan ornamen halus dan akurat diperlukan ketelitian tinggi.


Menilik Kemegahan Warisan Peranakan Nusantara...

Disaat bangsa Tionghoa mulai membaur dengan masyarakat Hindia Belanda, kebudayaan Peranakan mulai tampak dengan adanya bentuk perabot yang sama dengan gayadesain negara asal mereka.

Penyesuaian dan resapan budaya mereka terhadap suasana sosio budaya di era Dutch East Indies, yaitu melalui perkawinan campur yang berlaku di antara kaum-kaum Tionghoa dan pribumi pada masa itu.

Pembuatannya secara konvensional, tidak pabrikan tapi satu persatu. Sangat kokoh dan tidak berubah hingga sekarang, masih terasa jejak-jejaknya walau sudah tergerus arus zaman dan waktu.

Stand Vase Peranakan ini masih menyisakan kemegahan tempo dulu yang ramah menyambut tamu. Apresiasi yang tinggi pada upaya pemeliharaan yang amat rapi, sehingga perabotan tersebut masih sangat kokoh dan dapat dipakai hingga saat ini. Mau ??? SOLD OUT

Tenong Sangjit Peranakan

Author: Kedai Barang Antik / Labels:

 Tak sekedar pajangan, meski berusia renta tenong antik ini menyimpan banyak cerita tentang gambaran Indonesia pada jamannya.

Kita seolah diajak berkelana ke masa silam, menguak kehidupan masyarakat Tionghoa Peranakan masa lampau. Eksotis ! 

Koleksi tenong hantaran pernikahan China Peranakan menjadi sebuah tradisi yang dilakukan pada setiap pesta pernikahan.

Meski bekas, kualitasnya masih sangat terjaga.

Tenong antik ini pun masih tampak kokoh dan mantap, bahkan tampilannya sangat menggoda mata.


Tenong Peranakan Dalam Perjalanan Waktu...

Pernik tenong Sangjit Peranakan kuno masa kolonial di Indonesia, sebagian besar masih tersembunyi juga semakin menyusut drastis. 

Perpaduan sisi praktis yang ditampilkan melalui pembagian area penyimpanan. Warna asli mulai tergradasi karena faktor usia dan pemakaian.

Usia tenong Peranakan " Sangjit" ini jauh lebih tua dari usia anda. Sayangnya, keberadaan elemen bernuansa masa lampau itu kini terbilang langka dan susah ditemukan.

Meja Kenap Nederlandsche Indies (c.1910s)

Author: Kedai Barang Antik / Labels:

 

Berburu meja klasik semacam ini, bukanlah perkara mudah. Tak banyak yang tersisa dari desain kuno ini, bernilai sejarah dan terbatas jumlahnya.

Bentuk konstruksi penopang berciri khas Indisch atau disebut gaya Indo-Eropa, model yang berkembang pada masa kolonial.

Warna asli mulai tergradasi karena faktor usia dan pemakaian.

Material konstruksi bentuk lengkung yang digunakan adalah kayu jati bidang lebar dan kualitas baik pada masanya.

Perabotan Nederlandsche Indies mewah pada zamannya dihadirkan kembali dan menjadi sebuah "ikon sejarah"

Gaya desainnya merupakan perpaduan antara tuntutan fungsionalitas dan estetika.

Bagian dasar perabot klasik ini memiliki 4 pilar penopang untuk menjamin stabilitas dan kuat untuk menahan beban yang cukup berat.

Bentuk kayu pilar penopang berciri khas Indische dengan tiang kayu jati utuh lebih kuat dan tak mudah pecah.

Selektif dan berkelas, tak hanya dianggap klasik namun sekaligus memiliki citarasa seni.


Menilik Kemegahan Perabot Masa Lalu...


Koleksi meja kenap marmer era Dutch East Indies ini simpel dan kuat desainnya, banyak diterima oleh kalangan the have dan well-educated. 

Perabotan era Nederlandsche Indies mewah pada zamannya dihadirkan kembali dan menjadi sebuah "ikon sejarah" menonjolkan sisi yang mengombinasikan keelokan dan efisiensi.

Perabotan kuno masa kolonial di Indonesia, sebagian besar masih tersembunyi juga semakin menyusut drastis.

Tekstur material dipertahankan seperti aslinya, menunjukkan proses alamiah yang terjadi pada perabotan tersebut. SOLD OUT

Stand Pot Peranakan 1930's

Author: Kedai Barang Antik / Labels:


Status seseorang ditunjukkan melalui kualitas perabotan rumah tangga yang dipakai.
Aksesoris China Peranakan masa lalu ini memperkuat kesan oriental dan terlihat glamour.
Tampilannya yang menarik dan tampak berumur menjadikannya barang collectible, karena sulit dicari.

Nuansa China Peranakan sangat terasa dari segi bentuk, ornamen dekoratif yang atraktif masih dibiarkan seperti aslinya.
Motif flora diartikan sebagai lambang kemakmuran dan kesejahteraan.

Pembuatannya secara konvensional, tidak pabrikan tapi satu persatu. Kerapian pengerjaan yang dihasilkan sangat luar biasa ini semakin menarik hati.

Eksotisme Perabot Peranakan

Jika dicermati standing pot Peranakan yang berukuran T.85cm (tatakan 28 cm) ini merupakan karya pertukangan yang sangat detail, langka dan datang dari keterampilan yang tinggi. Gaya desainnya merupakan perpaduan antara tuntutan fungsionalitas dan estetika.


Meski demikian, gaya Peranakan juga memberikan kesan berkelas, pasalnya banyak digunakan di rumah-rumah landhuis dan kapitan Tionghoa.


Koleksi standing pot masa lampau tersebut memang tak berasal dari Tiongkok, namun yang pasti pernah dipergunakan oleh keluarga Peranakan di Nusantara dan berusia puluhan tahun. Mau ??? SOLD OUT

Lemari Buku Art Nouveau (Art Nouveau Boekenkast)

Author: Kedai Barang Antik / Labels:

Koleksi lemari buku dari masa lampau tersebut kini digunakan kembali, desain yang cantik dan dilabel dengan julukan desain Semarangan.

Tidak hanya menunjukkan imajinasi popular kelas elit kolonial, gaya perabotan seperti ini perlahan mulai jarang ditemui.

Tampilannya yang menarik dan tampak berumur menjadikannya barang collectible, karena sulit dicari.

Simpel dan kuat desainnya, dapat dilihat dari penataan motif garis "tali air" yang seimbang.

Identifikasi visual berupa bentuk-bentuk organis, garis tumbuhan, dan garis liuk yang feminim.  Gayanya yang rumit, namun terkadang menyimpan makna tinggi bagi setiap orang yang melihatnya.

Nuansa Art Nouveau sangat terasa dari segi bentuk yang atraktif masih dibiarkan seperti aslinya.

Tekstur gradasi halus dan detail menjadi jaminan bagi karya seni dari masa lalu yang layak untuk dikoleksi.

Kunci pintu masih berfungsi sebagaimana mestinya, walau usianya tergolong renta. 

Tekstur material dipertahankan seperti aslinya, menunjukkan proses alamiah yang terjadi pada perabotan tersebut.

Bentuk fungsional yang mengombinasikan keelokan dan efisiensi, sebagai akibat dari prinsip bentuk mengikuti fungsi (form follows function) pada masa itu.

Saat ini hampir sudah tidak ada lagi yang memiliki koleksi Boekenkast yang masih tetap eksis tak tergulung jaman. Pendek kata, lemari buku Art Nouveau ini sulit dicari tandingannya. 


Boekenkast Art Nouveau : Merekam Sejarah Lewat Koleksi Perabot Feodal....

Keluwesan pola lengkung asimetris ini merupakan karakteristik perabot Art Nouveau, ketegasan garis-garis struktur kayu itu sendiri sekaligus digunakan sebagai kekuatan visual artistiknya.

Keindahan desain perabot lemari buku bergaya Semarangan ini masih menarik untuk dipandang hingga kini. Kita bisa menggali lagi kenangan dan sejarah yang tak lekang oleh masa.

Pesonanya tetap memikat, mempunyai ukuran P.50 cm x L.40 cm x T.123 cm. Masih cantik untuk ditampilkan dan menjadi "point of interest" di tengah-tengah ruang.

Thee Kastje Societeit (c.1920s)

Author: Kedai Barang Antik / Labels:

Kelangkaan, orisinilitas dan usianya yang lebih dari 100 tahun ini membuatnya semakin menarik.

Lemari peninggalan Dutch East Indies ini sudah jarang ditemui dan tak lebih dari hitungan jari. Pesonanya tetap memikat, masih cantik untuk ditampilkan.

Meski bekas, kualitasnya masih sangat terjaga. Sungguh menarik dan mengundang decak kagum.

Nyatanya lemari ini masih kokoh dan bertahan lama, melintasi pergantian rezim dan abad. Salah satu dari sedikit yang tersisa dan terpelihara dengan baik.


Perpaduan sisi praktis yang ditampilkan melalui pembagian area penyimpanan pada dalam lemari.

Material konstruksi papan yang digunakan adalah kayu jati bidang lebar (1 lembar tanpa sambungan) dan kualitas baik pada masanya.

Langgam gaya Indies sebagai perpaduan budaya Belanda dan Jawa ini mengutamakan kesederhanan tanpa banyak ornamen dekoratif.

Gaya desain pada tarikan pintu lemari merupakan simbol kemewahan pada jaman dahulu. Handle tampak masih kokoh dan mantap, sehingga penampilannya lebih kontemporer. 

Meja pada masa Nederlandsche Indies ini masih menyisakan kemegahan tempo dulu yang ramah menyambut tamu. Suatu cerminan keterbukaan yang melahirkan karakter bangsa yang toleran.

Dalam foto tersebut kita bisa melihat lagi bagaimana situasi masa lalu. Dapat disimpulkan bahwa koleksi Thee Kastje ini memang dimiliki oleh komunitas Societeit. Mereka bersosialita sebagai himpunan elit akibat pertemanan sembari menggelar acara minum teh. Anda akan merasa seperti di sebuah komunitas Societeit di era Hindia Belanda.


Societeit Thee Kastje : Membangkitkan Memori 100 Tahun Lalu...


Kejujuran konstruksi, kekuatan garis, dan proporsi volume. Inilah karakteristik desain furniture dari era Dutch East Indies.

Dalam perjalanan waktu gaya perabotan seperti ini perlahan mulai jarang ditemui. Tekstur material dipertahankan seperti aslinya, menunjukkan proses alamiah yang terjadi pada perabotan tersebut.

Koleksi tempat lemari meja teh semacam ini umumnya menghias bangunan rumah peristirahatan, yang lazim disebut landhuis dengan patron Belanda.

Perabot rumah tangga yang disukai para nyonyah atau meneer di kota-kota besar di Hindia Belanda ini bersifat movable, yang dapat dipindah dan geser.

Tak sekedar pajangan, meski renta thee kastje yang mempunyai ukuran P. 66 cm x L. 39 cm x T. 72 cm ini menyimpan banyak cerita tentang gambaran Indonesia pada jamannya. SOLD OUT