Luar biasa rasanya, jika kita memiliki sebuah koleksi yang tidak berubah selama 100 tahun, rasanya seperti terlempar ke masa silam.
Semakin tua usia kayu, warnanya akan semakin matang dan lama-kelamaan muncul patina atau tekstur kayu.
Kursi Piano kuno ini dapat disetel ketinggiannya Adjustable (mudah dinaik-turunkan) dapat diatur fleksibilitasnya. Tekstur material dipertahankan seperti aslinya, menunjukkan proses alamiah yang terjadi pada perabotan tersebut.
Tempat duduk dilapisi dengan material yang cukup lunak dan bahan berkualitas. Bila diduduki sangat nyaman. Meski bekas, kualitasnya masih sangat terjaga.
Walaupun konvensional demikian kecermatan dan ketelitian tampak dengan standar keahlian tinggi, bukti jejak kejayaan yang mewakili lapisan sejarahnya.
Bagian dasar kursi putar klasik memiliki empat kaki penopang untuk menjamin stabilitas dan kuat untuk menahan beban penggunanya.
Berburu Stool Indisch semacam ini, bukanlah perkara mudah. Tak banyak yang tersisa dari desain kursi kuno ini.
Foto ini menceritakan latar belakang sejarah budaya dibalik perabot mebel indah itu, untuk anak cucu kita kelak.
Eksotika Perabot Bergaya Kolonial...
Beberapa mebel peninggalan tempo dulu serta ragam corak ornamen yang menghiasinya, seolah bisa memutar waktu tempo dulu. Tiap perubahan jaman, desain dari furniture dapat berubah dan memiliki fungsi yang berbeda-beda.
Sebagai bagian dari sejarah, perabotan lama termasuk mebel dan tatanan interior di dalamnya, selama ini termasuk hal yang hanya menjadi minat segelintir orang.
Sebuah gaya desain konstruksi yang naif sekaligus memancarkan kejujuran. Apa adanya. Luar biasa rasanya, jika kita memiliki sebuah koleksi yang tidak berubah selama 100 tahun lebih.
Suatu kekayaan budaya yang menyimpan getar-getar sejarah pada masa Dutch East Indies. Tampilannya yang menarik dan tampak berumur menjadikannya barang collectible, karena sulit dicari. Mau ?? BOOKED
Semakin tua usia kayu, warnanya akan semakin matang dan lama-kelamaan muncul patina atau tekstur kayu.
Kursi Piano kuno ini dapat disetel ketinggiannya Adjustable (mudah dinaik-turunkan) dapat diatur fleksibilitasnya. Tekstur material dipertahankan seperti aslinya, menunjukkan proses alamiah yang terjadi pada perabotan tersebut.
Tempat duduk dilapisi dengan material yang cukup lunak dan bahan berkualitas. Bila diduduki sangat nyaman. Meski bekas, kualitasnya masih sangat terjaga.
Walaupun konvensional demikian kecermatan dan ketelitian tampak dengan standar keahlian tinggi, bukti jejak kejayaan yang mewakili lapisan sejarahnya.
Bagian dasar kursi putar klasik memiliki empat kaki penopang untuk menjamin stabilitas dan kuat untuk menahan beban penggunanya.
Berburu Stool Indisch semacam ini, bukanlah perkara mudah. Tak banyak yang tersisa dari desain kursi kuno ini.
Foto ini menceritakan latar belakang sejarah budaya dibalik perabot mebel indah itu, untuk anak cucu kita kelak.
Eksotika Perabot Bergaya Kolonial...
Beberapa mebel peninggalan tempo dulu serta ragam corak ornamen yang menghiasinya, seolah bisa memutar waktu tempo dulu. Tiap perubahan jaman, desain dari furniture dapat berubah dan memiliki fungsi yang berbeda-beda.
Sebagai bagian dari sejarah, perabotan lama termasuk mebel dan tatanan interior di dalamnya, selama ini termasuk hal yang hanya menjadi minat segelintir orang.
Sebuah gaya desain konstruksi yang naif sekaligus memancarkan kejujuran. Apa adanya. Luar biasa rasanya, jika kita memiliki sebuah koleksi yang tidak berubah selama 100 tahun lebih.
Suatu kekayaan budaya yang menyimpan getar-getar sejarah pada masa Dutch East Indies. Tampilannya yang menarik dan tampak berumur menjadikannya barang collectible, karena sulit dicari. Mau ?? BOOKED






