Pada umumnya koleksi seperti ini dimiliki oleh golongan kaya dan berpengaruh (ketokohan) sebagai parameter sekaligus mengekspresikan kemapanan pemilik.
Elemen-elemen pola organik seperti tumbuhan bergaya vernakular Eropa yang banyak digunakan dalam perabotan kolonial Hindia Belanda antara tahun 1900 sampai tahun 1920-an.
Pola geometris atau bunga ornamen sebuah sintesis dari budaya Timur dan Eropa, nampak mewah dan mengundang decak kagum.
Tapi bukan pula yang kondisi furniture utuh itu selalu replika. Sebab disimpan secara apik dan rapi oleh pemiliknya.
Bentukan lengkung konstruksi kursi terlihat glamour, dengan karya seni tinggi.
Tampak beberapa bagian yang kusam karena termakan usia, tetapi kecantikannya tak pernah pudar. Semakin tua usia kayu, warnanya akan semakin matang dan lama-kelamaan muncul patina atau tekstur kayu.
Sangat kokoh dan tidak berubah hingga sekarang, paper marking dan stamp "THONET" masih terasa jejak-jejaknya walau sudah tergerus arus zaman dan waktu.
Luar biasa rasanya, jika kita memiliki sebuah perabot yang tidak berubah selama 100 tahun. Masih berfungsi baik dan sudah jarang dijumpai. Sehingga saya kini semakin berhati-hati menyimpannya.
Timeless Design Dari Michael Thonet
Sekian lama dijajah oleh Belanda, meninggalkan jejak yang tak pernah hilang, sampai sekarang.
Salah satunya pada desain perabotan interior dan arsitektur. Gaya kolonial, demikian kita sering menyebutnya.Gaya kolonial kental dengan pengaruh Eropa, tak heran kalau seringkali terlihat mirip dengan gaya klasik.
Michael Thonet (2 Juli 1796 – 3 Maret 1871) membuat furniture kursi yang memiliki terobosan atau inovasi baru di dunia furniture kala itu.
Ia mulai menemukan komposisi lem yang kuat untuk konstruksi join antar komponennya dan yang paling mengagumkan saat itu, ia sudah bisa membentuk lengkung dari material kayu dengan menggunakan uap panas.
Inovasi tersebut menghasilkan desain kursi yang belum pernah ada sebelumnya. Kursi yang sederhana, elegant, lebih ringan, nyaman, dan tahan lama.
Desain kursi buatan Michael Thonet tersebut memang istimewa dan menjadi desain yang mendunia hingga saat ini. Kelebihan lain dari desain kursi tersebut adalah bisa masuk dalam segala style desain interior.
Seperti kebanyakkan kursi masa itu yang digunakan di Belanda dan Perancis pada abad ke-17 hingga
abad ke-18 yang terbuat dari kayu Walnut dan biasanya bersandarkan dan dudukan anyaman rotan.
Kayu Walnut sulit ditemukan dan harganya sangat mahal dan diolah dengan cara pemanasan dan pembentukan, disebut dengan teknik "bentwood" bentuknya yang elegan, telah membawa pengaruh dan kesan khusus bagi para pemakai kursi-kursi tersebut.
Kayu Walnut yang bisa memberikan nilai estetika tinggi. Jika anda cermati kursi kayu solid melengkung dan teknik sambungan knock down material berharga dan eksotik sehingga mebel ini sangat mahal dan hanya dimiliki orang kaya. Tertarik memilikinya ? SOLD OUT
Elemen-elemen pola organik seperti tumbuhan bergaya vernakular Eropa yang banyak digunakan dalam perabotan kolonial Hindia Belanda antara tahun 1900 sampai tahun 1920-an.
Pola geometris atau bunga ornamen sebuah sintesis dari budaya Timur dan Eropa, nampak mewah dan mengundang decak kagum.
Tapi bukan pula yang kondisi furniture utuh itu selalu replika. Sebab disimpan secara apik dan rapi oleh pemiliknya.
Bentukan lengkung konstruksi kursi terlihat glamour, dengan karya seni tinggi.
Tampak beberapa bagian yang kusam karena termakan usia, tetapi kecantikannya tak pernah pudar. Semakin tua usia kayu, warnanya akan semakin matang dan lama-kelamaan muncul patina atau tekstur kayu.
Sangat kokoh dan tidak berubah hingga sekarang, paper marking dan stamp "THONET" masih terasa jejak-jejaknya walau sudah tergerus arus zaman dan waktu.
Luar biasa rasanya, jika kita memiliki sebuah perabot yang tidak berubah selama 100 tahun. Masih berfungsi baik dan sudah jarang dijumpai. Sehingga saya kini semakin berhati-hati menyimpannya.
Timeless Design Dari Michael Thonet
Sekian lama dijajah oleh Belanda, meninggalkan jejak yang tak pernah hilang, sampai sekarang.
Salah satunya pada desain perabotan interior dan arsitektur. Gaya kolonial, demikian kita sering menyebutnya.Gaya kolonial kental dengan pengaruh Eropa, tak heran kalau seringkali terlihat mirip dengan gaya klasik.
Michael Thonet (2 Juli 1796 – 3 Maret 1871) membuat furniture kursi yang memiliki terobosan atau inovasi baru di dunia furniture kala itu.
Ia mulai menemukan komposisi lem yang kuat untuk konstruksi join antar komponennya dan yang paling mengagumkan saat itu, ia sudah bisa membentuk lengkung dari material kayu dengan menggunakan uap panas.
Inovasi tersebut menghasilkan desain kursi yang belum pernah ada sebelumnya. Kursi yang sederhana, elegant, lebih ringan, nyaman, dan tahan lama.
Desain kursi buatan Michael Thonet tersebut memang istimewa dan menjadi desain yang mendunia hingga saat ini. Kelebihan lain dari desain kursi tersebut adalah bisa masuk dalam segala style desain interior.
Seperti kebanyakkan kursi masa itu yang digunakan di Belanda dan Perancis pada abad ke-17 hingga
abad ke-18 yang terbuat dari kayu Walnut dan biasanya bersandarkan dan dudukan anyaman rotan.
Kayu Walnut sulit ditemukan dan harganya sangat mahal dan diolah dengan cara pemanasan dan pembentukan, disebut dengan teknik "bentwood" bentuknya yang elegan, telah membawa pengaruh dan kesan khusus bagi para pemakai kursi-kursi tersebut.
Kayu Walnut yang bisa memberikan nilai estetika tinggi. Jika anda cermati kursi kayu solid melengkung dan teknik sambungan knock down material berharga dan eksotik sehingga mebel ini sangat mahal dan hanya dimiliki orang kaya. Tertarik memilikinya ? SOLD OUT




