Tampilkan postingan dengan label Antik Oriental #2. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Antik Oriental #2. Tampilkan semua postingan

Tenong Sampek Engtay

Author: Kedai Barang Antik / Labels: ,

                                           







Tenong Sampek Engtay  

Tenongan kayu kuno berukuran T.8 cm x diameter 12 cm dengan motif dan warna yang didominasi lukisan khas kultur masyarakat Tionghoa memperkuat kesan oriental. 

Kupu-kupu yang merupakan lambang pernikahan yang bahagia dalam kebudayaan Tionghoa. 

Dalam mitologi Tionghoa, bunga mawar disebut fuguiha artinya sebagai bunga kemakmuran atau bunga kekayaan. 

Pada masa lalu, pesta pernikahan yang diadakan oleh kaum Tionghoa Peranakan selalu dimeriahkan gamelan Jawa dan orkes Tionghoa. Mau ?  SOLD OUT

Bettel Nut Peranakan

Author: Kedai Barang Antik / Labels:

Dekorasi interior Kolonial sebagai manifestasi dari nilai-nilai budaya yang berlaku pada zaman itu, romantisme dan eksotisme masa lampau. 

Perabotan kotak sirih kuno masa Kolonial di Indonesia, sebagian besar masih tersembunyi juga semakin menyusut drastis.

Gaya kolonial kental dengan pengaruh Eropa, tak heran kalau seringkali terlihat mirip dengan gaya klasik.

Selain itu terdapat nampan yang bisa diangkat, untuk wadah kapur sirih sungguh unik dan fungsional.

Nampaknya kotak sirih peninggalan Hindia Belanda di masa sekarang ini, belum mau dipensiunkan.

Perpaduan sisi praktis yang ditampilkan melalui pembagian area penyimpanan.

Warna asli mulai tergradasi karena faktor usia dan pemakaian.



Terdapat tera merek mewakili desain dan kualitas produksi (di impor langsung dari Eropa) 
sesuai selera masyarakat Eropa.


Foto ini mengajak anda membuka ingatan tentang zaman kolonial dulu, sejarah mengajarkan wisdom...Sungguh warisan masa lampau yang berharga, yang dahulu sempat prominen dimasanya. 



Kotak Sirih Peranakan Indische

Karena adanya kesenjangan ekonomi yang tinggi dan minimnya kesempatan kerja, sebuah keluarga kaya 'urban' sanggup memperkerjakan "pembantu seumur hidup". 

Tentunya di mata para nyonyah Tionghoa kaya, pembantu rumah tangga ini sangat penting berkaitan dengan pengenalan budaya-budaya lokal masyarakat setempat.

Pada ilustrasi foto masa lampau itu nampak budak perempuan pribumi bersama dengan kotak sirih, pekerjaan mereka bisa dikatakan merupakan penghubung sebuah kebudayaan antara budaya sang majikan dengan budaya lokal.

Inilah koleksi kotak sirih peninggalan sejarah kolonial di Indonesia, dengan segala keunikan, romantisme dan eksotisme masa lampau. 

Menjadi keharusan untuk dimiliki sebagai penunjuk keterhubungan dengan komunitas Belanda pada masa itu.

Perabot bergaya Art Nouveau yang mempunyai ukuran P.19 cm x L.15 cm x T.12 cm ini tertidur hampir 100 tahun. Salah satu yang paling jadi primadona kolektor, bernilai sejarah dan terbatas jumlahnya. Mau ???

Shanghai Calendar 1942

Author: Kedai Barang Antik / Labels:

Secara visual ilustrasi dengan idiom China Peranakan cukup sukses sebagai daya pikat. Istimewa !

Jika melihat desain, kalender jenis ini tentu saja sudah jarang kita temui dapat dilihat dari penataan abjad dan tipografi huruf yang seimbang dan teratur. tampaknya barang Peranakan lama pada saat budaya China masih memiliki pengaruh kuat di Indonesia.

Kualitas cetak kalender Peranakan klasik ini sederhana tapi nyeni. Ilustrasi gaya lukisan grafis Shanghai pada abad 19 yang dipakai pelukis China pada masa lalu sungguh mempesona.


Kalender 1942 Tionghoa Peranakan

Koleksi kalender antik bergaya Peranakan ini sekaligus bisa menjadi elemen dekoratif. Desain unik, warna ceria, dan gambar atraktif. Gaya oriental juga penuh dengan makna dan simbolisasi. Ini membuatnya semakin menarik.

Koleksi kalender tahun 1942 yang mempunyai ukuran P.20,5 cm x L.37 cm ini sangat kental bernuansa Tionghoa. Sampulnya? Istimewa! Secara visual ilustrasi gadis Tionghoa cukup sukses sebagai daya pikat.

Usia kalender " Shanghai " ini jauh lebih tua dari usia anda. Sayangnya, keberadaan elemen bernuansa masa lampau itu kini terbilang langka dan susah ditemukan. Tertarik memilikinya ??

Perak Dutch Colonial Majapahit

Author: Kedai Barang Antik / Labels: , ,

Perabotan perak antik yang bernuansa zaman kolonial Belanda. Membentuk ciri khas dan berkarakter. Koleksi ini juga terlihat indah untuk penempatan ruang dengan desain formal, kasual, tradisional, ataupun modern.

Dengan ciri bentuk yang tegas, elemen lengkung yang dikontraskan dengan garis lurus serta tetap dapat dijadikan sebagai bukti jejak kejayaan yang mewakili lapisan sejarahnya. 

Perabot perak ini merujuk pada kelas masyarakat menengah atas, yang dahulu sempat prominen dimasanya menunjukkan imajinasi popular kelas elit kolonial.

Pengaruh produk budaya Indo-Eropa, jejak akulturasi dan hibrida itu masih bisa dilihat
pada desain dan pola rancangan berbagai perabotan dalam kebutuhan sehari-hari.


Bentukan lengkung struktur perak terlihat glamour, menonjolkan sisi yang mengombinasikan keelokan dan efisiensi.

Originalitas menjadi jaminan bagi karya seni dari masa lalu yang layak untuk dikoleksi memperlihatkan estetika, dengan ornamen-ornamen indah semakin menambah kesan klasik yang dimilikinya.

Tingkat kerumitan detail ornamen perak ini berujung pada mengutamakan pencapaian kualitas estetik. Istimewa !!

Selektif dan berkelas, tak hanya dianggap klasik namun sekaligus memiliki citarasa seni. 

Walaupun konvensional demikian kecermatan dan ketelitian tampak dengan standar keahlian tinggi. Koleksi ini memiliki latar belakang historis yang dipengaruhi oleh budaya Eropa masa lampau.


Menjadi Saksi Zaman, Hedonisme Era Hindia Belanda...

Penciptaan perhiasan perak buatan tangan (handmade) sehingga dapat menjadi proses yang panjang dengan beberapa tahapan, tidak semua yang dapat diselesaikan dalam satu hari.

Jadi pada saat anda membeli atau menerima hadiah perhiasan perak buatan tangan, luangkan waktu untuk menghargai pekerjaan yang masuk ke membuatnya dalam proses ini rumit dan menarik.

Dari segi tampilan, detail pengerjaan dengan desain yang unik dan sungguh memikat hati. Tentu barang lama yang secara kualitas jelas tidak diproduksi sembarangan. Dengan selembar perak, desain dibuat dengan hati-hati, berpikir melalui eksekusi desain sebelum mulai bekerja.

Kondisi yang terawat baik, biasanya menunjukkan bahwa koleksi ini telah disimpan dengan sangat baik untuk waktu yang sangat lama. Mempunyai ukuran P.19 cm x L.9,5 cm

Untuk sebuah perabotan perak yang bersaksi bagi sejarah. Mengingatkan rantai kehidupan panjang tentang "jejak gula" dari zaman ke zaman.

Apresiasi yang tinggi pada upaya pemeliharaan yang amat rapi, sehingga perabotan perak tersebut masih sangat kokoh dan dapat dipakai hingga saat ini. Mau ??? SOLD OUT

The Glamour Of Belt Buckle

Author: Kedai Barang Antik / Labels: ,

Koleksi ni memiliki makna khusus. Melambangkan kemakmuran, kesatuan, dan rezeki. Kini sabuk gesper encim itu tak lagi digunakan, namun pesonanya masih terpancar kuat. Eksotis !

Gesper dengan detail motif yang berisikan konsepsi-konsepsi spiritual dalam bentuk-bentuk simbolik filosofis yang berhubungan erat dengan latar belakang Tionghoa masa lampau.

Jika decermati, tekstur dan kerapian pengerjaan yang dihasilkan sangat luar biasa, bunga wisteria yang bermakna hujan rejeki. 

Pada perkembangan selanjutnya koleksi ini menjadi semacam identitas kaum perempuan Tionghoa Peranakan di Indonesia. 

Kesan oriental dan terlihat glamour juga mempunyai aura yang sanggup menahan keabadian.

Lebih dari itu, setiap detailnya seperti berbicara saat mata kita memandangnya..

Koleksi sabuk gesper ini bagi kalangan China Peranakan menjadi keharusan untuk dimiliki sebagai  penunjuk keterhubungan dengan komunitas Belanda pada masa itu. 


Pesona Sabuk Gesper Encim Masa Lampau...

Akulturasi Tionghoa dengan beragam etnis di Indonesia sangat kentara, lihat saja tradisi dan kebudayaan saling-silang, mendekati kedua bangsa.

Koleksi ini merupakan jejak sejarah yang merekam bentuk eksotisme nilai paduan gaya tradisional Tionghoa di bumi Nusantara pada masa lampau.

Pada abad ke-19 hingga abad ke-20, baju kurung khas Tionghoa telah ditinggalkan, beralih pada kebaya encim yang terus mengalami perkembangan zaman, di sesuaikan mode.

Meski masih kental corak Tionghoa pada bordir dan renda-renda, juga aksesoris;  ikat pinggang, tusuk konde, liontin, bros, gelang hingga set kembang goyang untuk pengantin.

Kerumitan membuat sebuah ikat pinggang China Peranakan yang mempunyai ukuran gesper 10 cm, P.60 cm (11 kotak) dan P.50 cm (9 kotak) cm ini memperkuat kesan oriental dan terlihat glamour bisa dijadikan sebagai simbol status dan keagungan.

Status seseorang ditunjukkan melalui kualitas aksesoris yang dipakai, desain-desain dan perhiasan. Dalam perjalanan waktu koleksi ikat pinggang bernuansa China Peranakan seperti ini perlahan mulai jarang ditemui. Tertarik ??

Vase Nyonya Wares

Author: Kedai Barang Antik / Labels:

Pada masa itu, fakta yang kerap diungkap perabot Nonyaware bertalian dengan tanda status sosial tertentu.

Nonyaware warisan tradisi China Peranakan itu tak bernyawa, tapi menyimpan kisah sejarah panjang terentang.

Mempunyai ukuran T.15,5 cm x diameter 7 cm ini sangat kental dengan pengaruh budaya China Peranakan. 

Bagi sebagian orang, masa lalu menarik untuk dikenang dan ditampilkan kembali.

Motif bunga mawar melambangkan kemakmuran dan kekayaan.

Motif  burung menjadi simbol keabadian dan kemakmuran. Siklus kehidupan setelah mati, kebangkitan adalah awal dari sebuah era baru.

Tanda cap ini mewakili ukuran keamanan dan keaslian.


Peranakan Chinese Porcelain

Di samping latar belakang etnis dan kultural, budaya Tionghoa Peranakan adalah produk asimilasi, akulturasi dan proses hibrida panjang selama berabad-abad antara budaya pendatang Tionghoa dari Tiongkok, penduduk setempat dan Belanda yang saat itu berkuasa di Nusantara.

Dan bagi para pecinta barang antik koleksi ini di klasifikasikan sebagai items " Nyonya Wares ", hanya ditemukan di Indonesia, Singapore, Malacca, Penang, dan beberapa tempat di Malaysia yang ada komunitas keturunan. Ini adalah koleksi yang laris di berbagai pasar antik tanah air. Tertarik memilikinya ?? SOLD OUT

Kamcheng Famille Rose

Author: Kedai Barang Antik / Labels:

Pada masa itu, fakta yang kerap diungkap kamcheng bertalian dengan tanda status sosial tertentu.
Kamcheng warisan tradisi Tionghoa itu tak bernyawa, tapi menyimpan kisah sejarah panjang terentang.
Mempunyai ukuran diameter 21 cm ini sangat kental dengan pengaruh budaya China Peranakan.
Motif burung menjadi simbol keabadian dan kemakmuran. Siklus kehidupan setelah mati, kebangkitan adalah awal dari sebuah era baru.
Motif bunga mawar melambangkan kemakmuran dan kekayaan.
Tanda cap ini mewakili ukuran keamanan dan keaslian.
Bagi sebagian orang, masa lalu menarik untuk dikenang dan ditampilkan kembali.


Peranakan Chinese Porcelain : Baba Nyonya Kamcheng

Di samping latar belakang etnis dan kultural, budaya Tionghoa Peranakan adalah produk asimilasi, akulturasi dan proses hibrida panjang selama berabad-abad antara budaya pendatang Tionghoa dari Tiongkok, penduduk setempat dan Belanda yang saat itu berkuasa di Nusantara.

Ada satu keramik berbentuk wadah dengan penutupnya, disebut " Kamcheng ", untuk menaruh beras, nasi atau acar. Dengan gambar bunga warna dan disertai ornament hiasan " Taoism Simbol " (eight immortal) koleksi ini sungguh memikat hati.

Diatas wadah keramik itu selalu ada penutupnya (dari keramik juga), dan diatas penutup atau tutupan (lid cover) selalu ada " Kilin atau Qi lin "

Dan bagi para pecinta barang antik koleksi ini di klasifikasikan sebagai items " Nyonya Wares ", hanya ditemukan di Indonesia, Singapore, Malacca, Penang, dan beberapa tempat di Malaysia yang ada komunitas keturunan. Ini adalah koleksi yang laris di berbagai pasar antik tanah air. Tertarik memilikinya ?? SOLD OUT