Tampilkan postingan dengan label Selop Encim. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Selop Encim. Tampilkan semua postingan

Slippers China Peranakan

Author: Kedai Barang Antik / Labels:


Sandal Selop Encim (Kasut Manek)

Beberapa dekade lalu, selop manik tradisional atau kasut manek ini adalah alas kaki pilihan di kalangan China Peranakan di Indonesia, Singapura dan Malaysia.

Selop encim atau Kasut Manek begitu populer sampai-sampai perempuan Peranakan — atau para Nonya — memiliki satu pasang kasut yang cocok untuk setiap acara dan kesempatan.

Dengan pola-pola rumit, alas kaki ini akan melengkapi gaya pakaian sekaligus menaikkan status sosial pemakainya yang biasanya adalah orang kaya.

Sejak 1930-an sampai pertengahan abad lalu, kerajinan menghias selop manik adalah cara menghabiskan waktu dan kemampuan yang harus dimiliki oleh wanita.

Kasut manek ala kelom geulis yang dihiasi manik-manik ini sebagai identitas kultural Peranakan masa lampau. Walhasil, kini busana kebaya, batik pesisir, dan selop manik pun jadi barang bergengsi di Singapura, mengenang indahnya budaya peranakan yang sekaligus jadi etalase budaya Indonesia. Tertarik memilikinya ?? SOLD OUT

Slippers China Peranakan

Author: Kedai Barang Antik / Labels:


Sandal Selop Encim

Pada busana kain kebaya China Peranakan pada masa kolonial Hindia Belanda yaitu kebaya dengan bordiran di krah dan lengannya dan biasanya warnanya putih dan alas kakinya berupa sandal selop.

Pada awal abad ke 19 sandal selop encim berdisain datar, namun setelah tahun 1930-an model selop ada yang berhak tinggi (high-heeled). Meskipun bentuk dasarnya sama namun terdapat variasi terutama dalam hiasan yang disesuaikan dengan keinginan atau kebutuhan pemakainya.

Di kalangan istri pembesar, bahan sandal selop yang digunakan berbeda dari rakyat biasa. Biasanya mereka menggunakan bahan yang berkualitas tinggi seperti sutera atau beludru serta corak hias motif flora yang lebih anggun. Bahan sulaman biasanya terbuat dari kawat perak berlapis emas dengan tekstur yang dihasilkan sangat luar biasa sekaligus mengekspresikan kemapanan pemilik.

Kerumitan membuat sandal selop China Peranakan dengan kesempurnaan pengerjaan yang dipesan secara khusus sebagai identitas kultural Peranakan masa lampau, melengkapi gaya hidup yang serba mewah karena dianggap bisa dijadikan sebagai simbol status dan keagungan. Tertarik memilikinya ?? SOLD OUT

Slippers China Peranakan

Author: Kedai Barang Antik / Labels:


Sandal Selop Encim

Pada busana kain kebaya China Peranakan pada masa kolonial Hindia Belanda yaitu kebaya dengan bordiran di krah dan lengannya dan biasanya warnanya putih dan alas kakinya berupa sandal selop.

Pada awal abad ke 19 sandal selop encim berdisain datar, namun setelah tahun 1930-an model selop ada yang berhak tinggi (high-heeled). Meskipun bentuk dasarnya sama namun terdapat variasi terutama dalam hiasan yang disesuaikan dengan keinginan atau kebutuhan pemakainya.

Di kalangan istri pembesar, bahan sandal selop yang digunakan berbeda dari rakyat biasa. Biasanya mereka menggunakan bahan yang berkualitas tinggi seperti sutera atau beludru serta corak hias motif flora yang lebih anggun. Bahan sulaman biasanya terbuat dari kawat perak berlapis emas dengan tekstur yang dihasilkan sangat luar biasa sekaligus mengekspresikan kemapanan pemilik.

Kerumitan membuat sandal selop China Peranakan dengan kesempurnaan pengerjaan yang dipesan secara khusus sebagai identitas kultural Peranakan masa lampau, melengkapi gaya hidup yang serba mewah karena dianggap bisa dijadikan sebagai simbol status dan keagungan. Tertarik memilikinya ?? SOLD OUT

Slippers China Peranakan

Author: Kedai Barang Antik / Labels:

Sandal Selop Encim

Pada busana kain kebaya China Peranakan pada masa kolonial Hindia Belanda yaitu kebaya dengan bordiran di krah dan lengannya dan biasanya warnanya putih dan alas kakinya berupa sandal selop.

Pada awal abad ke 19 sandal selop encim berdisain datar, namun setelah tahun 1930-an model selop ada yang berhak tinggi (high-heeled)Meskipun bentuk dasarnya sama namun terdapat variasi terutama dalam hiasan yang disesuaikan dengan keinginan atau kebutuhan pemakainya.

Di kalangan istri pembesar, bahan sandal selop yang digunakan berbeda dari rakyat biasa. Biasanya mereka menggunakan bahan yang berkualitas tinggi seperti sutera atau beludru serta corak hias motif flora yang lebih anggun. Bahan sulaman biasanya terbuat dari kawat perak berlapis emas dengan tekstur yang dihasilkan sangat luar biasa sekaligus mengekspresikan kemapanan pemilik.

Kerumitan membuat sandal selop China Peranakan dengan kesempurnaan pengerjaan yang dipesan secara khusus oleh Pouw Tjoe Tin sebagai gaya hidup yang serba mewah karena dianggap bisa dijadikan sebagai simbol status dan keagungan. Tertarik memilikinya ?? SOLD OUT

Slippers China Peranakan

Author: Kedai Barang Antik / Labels:

Sandal Selop Encim (Kasut Manek)

Beberapa dekade lalu, selop manik tradisional atau kasut manek ini adalah alas kaki pilihan di kalangan China Peranakan di Indonesia, Singapura dan Malaysia. Selop encim atau Kasut Manek begitu populer sampai-sampai perempuan Peranakan — atau para Nonya — memiliki satu pasang kasut yang cocok untuk setiap acara dan kesempatan.

Dengan pola-pola rumit, alas kaki ini akan melengkapi gaya pakaian sekaligus menaikkan status sosial pemakainya yang biasanya adalah orang kaya. Sejak 1930-an sampai pertengahan abad lalu, kerajinan menghias selop manik adalah cara menghabiskan waktu dan kemampuan yang harus dimiliki oleh wanita.

Kasut manek ala kelom geulis yang dihiasi manik-manik ini sebagai identitas kultural Peranakan masa lampau. Walhasil, kini busana kebaya, batik pesisir, dan selop manik pun jadi barang bergengsi di Singapura, mengenang indahnya budaya Peranakan yang sekaligus jadi etalase budaya Indonesia. Tertarik memilikinya ?? SOLD OUT

Slippers China Peranakan

Author: Kedai Barang Antik / Labels:



Sandal Selop Encim (Kasut Manek)

Beberapa dekade lalu, selop manik tradisional atau kasut manek ini adalah alas kaki pilihan di kalangan China Peranakan di Indonesia, Singapura dan Malaysia. Selop encim atau Kasut Manek begitu populer sampai-sampai perempuan Peranakan — atau para Nonya — memiliki satu pasang kasut yang cocok untuk setiap acara dan kesempatan.

Dengan pola-pola rumit, alas kaki ini akan melengkapi gaya pakaian sekaligus menaikkan status sosial pemakainya yang biasanya adalah orang kaya. Sejak 1930-an sampai pertengahan abad lalu, kerajinan menghias selop manik adalah cara menghabiskan waktu dan kemampuan yang harus dimiliki oleh wanita.

Kasut manek ala kelom geulis yang dihiasi manik-manik ini sebagai identitas kultural Peranakan masa lampau. Walhasil, kini busana kebaya, batik pesisir, dan selop manik pun jadi barang bergengsi di Singapura, mengenang indahnya budaya peranakan yang sekaligus jadi etalase budaya Indonesia. Tertarik memilikinya ?? SOLD OUT