Tampilkan postingan dengan label Filateli Koleksi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Filateli Koleksi. Tampilkan semua postingan

Briefkaart Zustersschool te Djokja

Author: Kedai Barang Antik / Labels:

 
 Zustersschool te Djokja: le klas en fröbeltjes.  - Missie der P.P. Jezuïeten op Java  Tampak foto para siswa sekolah Misi Jesuit umat Katolik untuk anak-anak suku Jawa di daerah Yogyakarta yang berjumlah sekitar 20 orang anak-anak, berpose untuk foto bersama.


  
Briefkaart Drukwerk : Membangkitkan Memori 100 Tahun Lalu...

Dalam foto tersebut kita bisa melihat lagi bagaimana situasi masa lalu, hal yang menegasakan bahwa foto kartupos yang dibuat saat itu tidak hanya untuk kalangan kolonial, namun untuk konsumsi publik internasional.

Sedangkan bagi penduduk lokal, keterlibatan mereka dengan teknologi ini adalah sebagai obyek terpotret, sebagai bagian dari properti kolonial. Mereka berdiri di kejauhan, disertai ketakjuban juga ketakutan.

Foto-foto dalam kartu pos tersebut tidak hanya menunjukkan imajinasi popular kelas elit kolonial, tapi juga dapat memaparkan praktik studio komersial pada masa itu.

Tampak foto para siswa sekolah Misi Jesuit umat Katolik untuk anak-anak suku Jawa di daerah Yogyakarta yang berjumlah sekitar 20 orang anak-anak, berpose untuk foto bersama.

Koleksi foto kartupos ini sebagai referensi pengembangan Misi Jesuit di Jawa, khususnya di daerah Yogyakarta sekitar tahun 1913.

Pastilah jarang sekali orang ini bertemu dengan fotografer. Mereka ingin melihat apa yang sedang dikerjakan si fotografer, dan mereka punya ribuan pertanyaan tentang kotak ajaib itu. Yaitu kamera... Kamera jaman dulu membuat banyak orang kagum, heran dan kadang-kadang juga takut. :-)

Tan Bie Je, Djocja Briefkaart

Author: Kedai Barang Antik / Labels: ,


Wanita pada kedua foto ini bukan seorang gundik. Ini adalah gambar tanpa judul pada kartu pos yang diterbitkan oleh Tan Bie Je dari Djocja yang memperlihatkan gambar wanita pribumi. Berdasarkan foto hitam-putih yang diberi warna secara manual, foto ini diidentifikasi sebagai hasil karya dari fotografer ternama Kassian Cephas (1844-1912). Perempuan muda berusia sekitar 20-25 tahun ini tengah berpose untuk fotografer di studio foto.
 

Perempuan Masa Kolonial Dalam Bingkai Postcard...

Memiliki foto-foto yang telah lalu dan berusia cukup lama, misalnya, 90 tahun lebih, merupakan sebuah keuntungan tersendiri. Sebab, foto ini bukan sekadar rekaman visual pada masa lalu. Bila dicermati, foto ini bisa memberi banyak cerita, meski tanpa kata-kata.

Status seseorang ditunjukkan melalui kualitas kain yang dipakai, desain-desain dan perhiasan. Fenomena yang menarik ini mengenai fashion yang berkembang dimana fashion telah menjadi alat kekuasaan untuk membagi susunan masyarakat sesuai dengan tingkatan kepriyayian maupun asal-usul ras.

Fashion juga digunakan secara simbolik oleh penguasa lokal sebagai simbol budaya perlawanan terhadap kekuasaan yang lebih tinggi.

Mata pencaharian atau pekerjaan menjadi masalah yang cukup penting pada masa kolonial karena berkaitan erat dengan stratifikasi sosial pada masa itu.

Stratifikasi ini membawa implikasi terhadap pembatasan-pembatasan dalam bidang pendidikan dan pekerjaan bagi masyarakat terutama masyarakat pribumi yang bukan dari golongan priyayi.

Litograf bertemakan Mooi Indies dengan seorang perempuan mode busana kebaya dipadukan kain jarik.
memakai kemben dan berkain panjang sedang jongkok tanpa alas kaki. Suasana dan makna yang terbangun dari adegan ini jelas tergambarkan

Yang lebih penting dalam karya litografi ini tergambarkan eksploitasi kelas dalam struktur masyarakat jajahan dimana perbudakan dan penindasan antar kelas sosial juga terjadi di antara masyrakat pribumi itu sendiri.

Dari sudut pandang pencapaian kualitas estetik, seniman yang tinggal di Hindia Belanda dengan lebih
mengeksplorasi "subject matter" kehidupan masyarakat pribumi telah menghasilkan suatu gaya khas sendiri yang merupakan embrio dari lahirnya gaya Indies sebagai suatu ekspresi budaya dominan di awal abad ke-20.

Pernik Filateli

Author: Kedai Barang Antik / Labels:



Tindasan Surat Tempo Doeloe

Meski sederhana, pemberat surat kuno ini sangat berguna sebagai pemberat dokumen/surat supaya tidak beserakan. Bahan material dari besi dengan ukuran diameter 7 centimeter ini sangat unik sebagai pernik koleksi filateli, bentuknya yang menarik sangat menggoda mata.

Tidak sengaja saya temukan di sebuah pabrik rokok tua di Semarang, Jawa Tengah. Benda itu pun masih tampak kokoh dan mantap. Bahkan masih berfungsi sebagaimana mestinya, walau usianya tergolong renta. Tentu barang lama yang secara kualitas jelas tidak diproduksi sembarangan.

Jika anda berminat dengan koleksi ini, bisa menghubungi saya di e-mail : kedaibarangantik@gmail.com
SOLD OUT

Kartu Pos Reklame

Author: Kedai Barang Antik / Labels:






Kartu Pos Reklame Anggoer Port "Tjap Bokser"

"Briefkaart" - dalam bahasa Belanda - yang artinya kartu pos, ada hal menarik sehubungan dengan kartu pos bergambar ini yang dibuat pada sekitar tahun 1930 an.

Minuman anggur " Tjap Bokser-Port " ini secara visual ilustrasi kemasan bergaya vintage cukup sukses sebagai daya pikat. Istimewa ! Dengan ilustrasi seorang petinju, terdapat pesan "Bikin Koeat Badan" Tapi, sungguh, ketika pertama melihatnya saya seperti terlempar ke masa silam.

Reklame enamel sebagai ilustrasi produk anggur ini pernah berjaya pada waktu itu. Kartu pos kuno ini terdapat 3 bahasa yang berbeda. Kualitas cetak sampul kartu pos klasik ini sederhana tapi nyeni, sangat Indonesia. Jika anda berminat dengan koleksi ini, bisa menghubungi saya di e-mail : kedaibarangantik@gmail.com SOLD OUT

Postcard circa 1930's

Author: Kedai Barang Antik / Labels:






Kartu Pos Tulisan Jawa

"Briefkaart" - dalam bahasa Belanda - yang artinya kartu pos, ini dibuat oleh percetakan dan toko buku penerbit "KOLFF BUNING (DJOKJA). Ada hal menarik sehubungan dengan kartu pos bergambar ini. Pada sekitar tahun 1930 Kolff-Bunning mengeluarkan seri kartu pos Yogyakarta.

Biasanya gambar yang diambil adalah situasi sehari-hari kemordernan Eropa di tempat nun jauh di sana. Serta keberhasilan yang telah mereka capai di negeri koloni, seperti gambar pabrik, bangunan-bangunan, jalan raya, jembatan, jalur kereta, bendungan, pelabuhan, kabel telegraf memperlihatkan Hindia Belanda yang sudah dimodernisasi yang disandingkan dengan ‘keeksotisan’ alam Hindia Belanda, seperti gambar gunung berapi, lembah, pantai dan aneka tanaman.

Kelangkaan barang membuat para kolektor berlomba untuk mencari "harta mewah" ini. Kecil bendanya, besar nilainya. Jika anda berminat dengan koleksi ini, bisa menghubungi saya di e-mail : kedaibarangantik@gmail.com  SOLD OUT 

Leges Tempo Doeloe

Author: Kedai Barang Antik / Labels:


Leges Kota Semarang

Uang leges adalah pungutan pemerintah daerah sebagai pembayaran atas pemakaian jasa ketatausahaan yang diberikan oleh pemerintah daerah. Bea Administ cetak tulis (Leges) merupakan pungutan daerah yang dikenakan kepada setiap orang atau badan hukum yang memerlukan akte, Peraturan Daerah, Peta, Legalisasi, Surat Keputusan/Ijin, Keterangan, Perjanjian, Pernyataan, Permohonan dan atau surat-surat lainnya yang menimbulkan beban administrasi bagi Pemerintah Daerah. Jika anda berminat dengan koleksi ini, bisa menghubungi saya di e-mail : kedaibarangantik@gmail.com