Tampilkan postingan dengan label Lampu Kolonial Indies. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lampu Kolonial Indies. Tampilkan semua postingan

Lampu Katrol Porselen

Author: Kedai Barang Antik / Labels:

1 set lampu katrol klasik bernuansa masa lampau ini boleh saja dilupakan tapi pesonanya ternyata tetap menggoda, bahkan memberi nilai estetika pada ruangan.

Sayangnya, keberadaan elemen bernuansa masa lampau itu kini terbilang langka dan susah ditemukan. 

Desain "bandul" memiliki sentuhan cita rasa seni menjadi daya tarik dari masa ke masa, dan masih cantik untuk ditampilkan.

Lampu caping porselen diameter 26 cm ini penampilannya lebih kontemporer, desain yang tak lekang dimakan waktu.

Kabel kuno klasik dan bentuknya yang unik cocok digunakan pada ruangan dengan gaya interior apapun sebagai centerpoint yang memukau.

Lampu ini menjadi penanda kelas sosial pada masyarakat kolonial yang dibeda-bedakan berdasarkan ras dan status sosial.

Sebuah potret masa lampau, menjadi daya tarik dari masa ke masa. Tampak lampu katrol diandalkan sebagai penerangan, juga bisa jadi sumber inspirasi bagi anda.


Lampu Hindia Belanda : Keunikan Yang Tak Tergantikan....

Memiliki koleksi lampu yang telah lalu dan berusia cukup lama, misalnya, 100 tahun lebih, merupakan sebuah keuntungan tersendiri.

Bila dicermati, koleksi 1 set lampu katrol caping porselen ini bisa memberi banyak cerita, meski tanpa kata-kata.Anda akan merasakan nuansa masa lalu yang unik di dalamnya.

Penempatannya disesuaikan dengan peruntukan lampu dan fungsi ruang, bahkan memberi nilai estetika pada ruangan, Ini agar efeknya sesuai dengan karakter ruang dan kemungkinan intensitas cahayanya pun disesuaikan dengan dimensi ruang.

Koleksi lampu ini mampu menghadirkan kerinduan dan mengingat kenangan manis di masa lalu yang disesuaikan dengan iklim dan teknik bangunan di Hindia Belanda pada waktu itu.

Zaman boleh berganti, namun perabotan tua masih dibutuhkan dan digemari orang hingga abad ini. Perpaduan yang serasi antara nostalgia akan era yang telah lama berlalu benar-benar bisa membuat anda merasa seolah berada di zaman kolonial. Mau ???

Architects Table Lamp

Author: Kedai Barang Antik / Labels: ,

Jika dilihat semua seperti tak berubah, walau usianya hampir 100 tahun lalu. Dari segi tampilan, pernik lampu meja arsitek masa Hindia Belanda kental dengan desain yang unik dan berkarakter. 

Lampu Indische peninggalan Dutch East Indies ini sudah jarang ditemui dan tak lebih dari hitungan jari. Pesonanya tetap memikat, masih cantik untuk ditampilkan dan menjadi "point of interest" di tengah-tengah ruang.

Sehingga sampai kini pun kondisinya tidak berubah, sungguh memikat bagi siapa saja yang melihatnya. Sangat kokoh dan tidak berubah hingga sekarang, masih terasa jejak-jejaknya walau sudah tergerus arus zaman dan waktu. 

Lampu Indische ini memiliki tampilan yang dibiarkan apa adanya, sekaligus bisa merekam ulang era masa keemasannya menerangi ruang baca milik Meneer Belanda. 

Selain kesempurnaan bentuk dan proporsi juga memiliki daya tahan tinggi terhadap suhu dan cuaca tropis Hindia Belanda. Bagian porselen ada yang cacat, memperlihatkan betapa lamanya benda tersebut.

Pernik antik yang bernuansa zaman kolonial era Hindia Belanda, menonjolkan sisi yang mengombinasikan keelokan dan efisiensi. Pada bagian bawah terdapat alat penjepit untuk meja gambar arsitek.

Originalitas menjadi jaminan bagi karya seni dari masa lalu yang layak untuk dikoleksi. Tampak beberapa bagian yang kusam karena termakan usia, tetapi kecantikannya tak pernah pudar.

Bagian dasar lampu klasik ini memiliki plat besi tebal sebagai penopang untuk menjamin stabilitas. Sangat kokoh dan tidak berubah hingga sekarang, bahkan ada kode produk " NEDERL. OCTR. Nr. 42552 " dan masih terasa jejak-jejaknya walau sudah tergerus arus zaman dan waktu. 

Pada bagian sisi depan penjepit terlihat kode nomer seri registrasi inventaris I N V : 6 6 0 4 5 8 sebagai pertanda barang tersebut peninggalan kantor pemerintahan era Dutch East Indies.

 Masih berfungsi baik. Sungguh suatu selera lampu bergaya Indische yang penuh cita rasa ini simpel dan kuat desainnya, banyak diterima oleh kalangan the have dan well-educated. 

 Material konstruksi kabel merupakan kualitas baik pada masanya, seolah bisa memutar waktu 100 tahun yang lampau.

Foto ini kita bisa melihat lagi bagaimana situasi masa lalu dalam kurun waktu 1905-1915, mengajak anda membuka ingatan tentang zaman kolonial dulu. Sebuah potret masa lampau, menjadi daya tarik dari masa ke masa. Sejarah mengajarkan wisdom...


Lampu Baca Citarasa Kolonial...

Lampu penerangan jaman dulu model seperti ini diperkenalkan di Indonesia sekitar tahun 1900 an. Lampu ini menjadi penanda kelas sosial pada masyarakat kolonial yang dibeda-bedakan berdasarkan ras dan status sosial.

Koleksi lampu semacam ini umumnya menghias bangunan rumah peristirahatan, yang lazim disebut landhuis dengan patron Belanda. Fungsinya pun tak hanya untuk lampu baca namun juga sebagai penerang ruangan, intensitas cahayanya pun disesuaikan dengan dimensi ruang.

Kini lampu jenis ini tentu saja sudah jarang kita temui, membawa sensasi tersendiri bagi mereka yang mereka yang mampu mengapresiasi keindahan koleksi tempo doeloe.

Selektif dan berkelas, tak hanya dianggap klasik namun sekaligus memiliki citarasa seni. Mencerminkan simbol kekuasaan, status sosial, gaya hidup, cara berpikir masyarakat tempo doeloe dan kebesaran penguasa saat itu.

Pada masa lampau kuningan menjadi bahan yang banyak dipilih sebagai barang pakai yang mahal dan eksklusif karena pemakaianya hanya terbatas di kalangan kerajaan dan bangsawan.

Lampu meja arsitek klasik ini dengan kode produk registrasi yang memiliki reputasi baik," NEDERL. OCTR. Nr. 42552 " yang mempunyai ukuran P.14 cm x L.10 cm x T.45 cm (diameter kap 16 cm) itu kini merupakan collector’s item yang berharga di pasar benda-benda antik.

Jenis pernik perabot Meneer Belanda periode awal tahun 1910-an ini menjadi langka di tingkat yang mengkhawatirkan, hampir mustahil untuk menemukan dalam kondisi baik dan utuh seperti ini. Tertarik memilikinya ??? SOLD OUT

Lampu Kaca Patri Indische

Author: Kedai Barang Antik / Labels: ,

Sinar matahari yang masuk menembus kaca patri lebih mengentalkan keindahan seni. Sinar cahaya lampu yang menembus 'menari-nari' di dalam kaca. Mempunyai desain bentuk persegi panjang kedalam menghasilkan suasana cahaya tenang juga mempunyai aura yang sanggup menahan keabadian.

Sepasang lampu kaca patri ini bisa menjadi pusat perhatian, terutama bila diekspos dengan bentuk maupun letak yang mudah tertangkap oleh mata. 

Banyak orang pula yang mengagumi lampu kaca patri model ini, karena bahannya yang terbuat dari patri timah yang nampaknya ada sekitar tahun 1930-an.

Paduan warna-warna indah memberi kesan eksotis dengan efek cahaya, baik itu dari cahaya alam (matahari) maupun dari sinar lampu.

Meski bekas, kualitasnya masih sangat terjaga. Sungguh menarik dan mengundang decak kagum. Tampilan nya yang originalitas, masih menarik untuk dipandang hingga kini.

Pemilik bangunan lazimnya menempatkan kaca patri menghadap ke arah timur atau barat untuk menghias eksterior, dimana matahari terbit dan terbenam, tekstur dan warna-warni yang dihasilkan sangat luar biasa.

Selain sinarnya jauh lebih lembut dan tidak membuat mata silau, sinarnya juga dapat membuat hiasan atau aksesori dalam ruangan menjadi lebih terasa hidup.


Lampu Kaca Patri : Sebuah Jejak Rekam Arsitektur Indies...

Era kolonialisme fisik telah lama berlalu nun jauh puluhan tahun silam. Bendera kolonial tak lagi berkibar, garis garis peta penunjuk daerah penghasil rempah rempah tak lagi dihamparkan.

Zaman boleh berganti, namun perabotan tua masih dibutuhkan dan digemari orang hingga abad ini. Dalam perjalanan waktu koleksilampu kaca patri bergaya Indische seperti ini perlahan mulai jarang ditemui.

Bagi anda yang sedang merancang rumah atau sedang berencana merubah suasana di rumah anda koleksi ini mungkin bisa berguna.

Apalagi kalau anda berencana menggagas konsep rumah bergaya landhuis, khususnya rumah bergaya kolonial masa lampau yang mencerminkan aspek sejarah dan romantik.

Tipe seperti ini sangat umum dimiliki rumah tangga kelas menengah era tahun 1930-an. Sungguh warisan masa lampau yang berharga, yang dahulu sempat prominen dimasanya.

Bagi kalangan pecinta koleksi peninggalan Dutch East Indies, kita bukan hanya menikmati aspek estetika melainkan juga nilai arkeologisnya. Sepasang lampu kaca patri antik memukau ini mempunyai ukuran P.75 cm x L.13 cm x T.20 cm ini serasa bagai kembali ke masa silam, jaman kolonial.

Coba saja bandingkan, rumah yang menggunakan ornamen kaca, seperti art glass, stained glass, kaca patri dan sebagainya akan memberi kesan rumah mewah yang eksklusif dan mahal bagi penghuninya. Tertarik memilikinya ?? SOLD OUT

Lampu Meja Bidadari

Author: Kedai Barang Antik / Labels:

Dekorasi interior Kolonial sebagai manifestasi dari nilai-nilai budaya yang berlaku pada zaman itu, romantisme dan eksotisme masa lampau. 

Gaya kolonial kental dengan pengaruh Eropa, tak heran kalau seringkali terlihat mirip dengan gaya klasik.

Motif satwa populer pada abad pertengahan dan dipakai sebagai sumber acuan simbol-simbol yang dipakai dalam berbagai karya seni pada masa itu.

Nampaknya lampu meja peninggalan Hindia Belanda di masa sekarang ini, belum mau dipensiunkan.

Perabotan kuno masa Kolonial di Indonesia, sebagian besar masih tersembunyi juga semakin menyusut drastis.

Inilah koleksi lampu peninggalan sejarah kolonial di Indonesia, dengan segala keunikan, romantisme dan eksotisme masa lampau. 

Koleksi lampu semacam ini umumnya menghias bangunan rumah peristirahatan, yang lazim disebut landhuis dengan patron Belanda.


Lampu Cantik Sensasi Abad Pertengahan...

Beberapa pernak pernik peninggalan tempo dulu serta ragam corak ornamen yang menghiasinya, seolah bisa memutar waktu tempo dulu.

Ini dianggap bernilai, karena desain bentuk motifnya yang klasik. Lampu ini menjadi penanda kelas sosial pada masyarakat kolonial yang dibeda-bedakan berdasarkan ras dan status sosial.

Desain bentuknya dengan ornamen yang langka, penuh makna simbolisasi. Kesan klasik dan bentuknya yang unik cocok digunakan pada ruangan dengan gaya interior apapun sebagai centerpoint yang memukau dalam tataan interior.

Lampu era masa lampau yang mempunyai ukuran tinggi 65 cm ini tertidur hampir 100 tahun. Salah satu yang paling jadi primadona kolektor, bernilai sejarah dan terbatas jumlahnya.

Lampu Gantung Indische

Author: Kedai Barang Antik / Labels:

Dalam foto tersebut kita bisa melihat lagi bagaimana situasi masa lalu, keterlibatan pribumi ini adalah sebagai obyek terpotret, sebagai bagian dari properti kolonial. Mereka berdiri di kejauhan, disertai ketakjuban juga ketakutan.

Lampu gantung Indische ini memiliki tampilan yang dibiarkan apa adanya, sekaligus bisa merekam ulang era masa keemasannya menerangi ruang baca milik Meneer Belanda.

Lampu minyak ini menggantung pada plafon, menambah kesan dramatis sebagai elemen estetis yang mendukung suasana kolonial masa lampau.

Koleksi lampu semacam ini umumnya menghias bangunan rumah peristirahatan, yang lazin disebut landhuis dengan patron Belanda.

Tangki kuningan setara ukuran lampu katrol 40" jenis ini dengan bahan bakar minyak tanah sudah dipakai sejak jaman Hindia Belanda.

Luar biasa rasanya, jika kita memiliki sebuah koleksi yang tidak berubah selama 100 tahun.

Masih berfungsi baik dan sudah tidak diproduksi lagi. Sehingga saya kini semakin berhati-hati menyimpannya.

Selain kesempurnaan bentuk dan proporsi juga memiliki daya tahan tinggi terhadap suhu dan cuaca tropis Hindia Belanda.

Kaca semprong kristal bernuansa masa lampau itu kini terbilang langka dan susah ditemukan.

Kaca semprong silinder original terbuat dari kaca kristal, yang dari pabriknya memang didesain dan dicetak khusus untuk lampu ini.

Dilihat dari corak teksturnya cat yang terkelupas dan besi yang berkarat memperlihatkan betapa lamanya benda tersebut. 

Lampu minyak bercorak floral langgam kolonial tempo doeloe ini cenderung bergaya Indische Empire Stijl namun kaya akan unsur dekoratif.

Koleksi lampu minyak ini menunjukkan imajinasi popular kelas elit kolonial, biasanya dimiliki keluarga Eropa di Hindia Belanda.



Lampu Minyak, Riwayatmu Duluuu....


Lampu penerangan jaman dulu model seperti ini diperkenalkan di Indonesia sekitar tahun 1900 an. Langit-langit yang dibiarkan polos akan tampak membosankan, kan? Nah, agar tak monoton, langit-langit perlu juga diberi permainan lampu.

Bentuk lampu minyak gantung dengan model yang berkembang pada masa kolonial, disesuaikan dengan iklim dan teknik bangunan di Hindia Belanda.

Fungsinya pun tak hanya untuk lampu baca namun juga sebagai penerang ruangan, intensitas cahayanya pun disesuaikan dengan dimensi ruang.

Kini lampu jenis ini tentu saja sudah jarang kita temui, membawa sensasi tersendiri bagi mereka yang mereka yang mampu mengapresiasi keindahan koleksi tempo doeloe. Berminat memilikinya ?


Lampu Katrol Caping

Author: Kedai Barang Antik / Labels:

Sebuah potret masa lampau, menjadi daya tarik dari masa ke masa. Tampak lampu katrol diandalkan sebagai penerangan, juga bisa jadi sumber inspirasi bagi anda.

1 set lampu katrol klasik bernuansa masa lampau ini boleh saja dilupakan tapi pesonanya ternyata tetap menggoda, bahkan memberi nilai estetika pada ruangan.

Lampu caping "kerucut" diameter 26 cm ini penampilannya lebih kontemporer, desain yang tak lekang dimakan waktu.

Sayangnya, keberadaan elemen bernuansa masa lampau itu kini terbilang langka dan susah ditemukan. 

Desain "bandul" memiliki sentuhan cita rasa seni menjadi daya tarik dari masa ke masa, dan masih cantik untuk ditampilkan.


Lampu Hindia Belanda : Keunikan Yang Tak Tergantikan....

Memiliki koleksi lampu yang telah lalu dan berusia cukup lama, misalnya, 90 tahun lebih, merupakan sebuah keuntungan tersendiri.

Bila dicermati, koleksi 1 set lampu katrol caping porselen ini bisa memberi banyak cerita, meski tanpa kata-kata.Anda akan merasakan nuansa masa lalu yang unik di dalamnya.

Penempatannya disesuaikan dengan peruntukan lampu dan fungsi ruang, bahkan memberi nilai estetika pada ruangan, Ini agar efeknya sesuai dengan karakter ruang dan kemungkinan intensitas cahayanya pun disesuaikan dengan dimensi ruang.

Koleksi lampu ini mampu menghadirkan kerinduan dan mengingat kenangan manis di masa lalu yang disesuaikan dengan iklim dan teknik bangunan di Hindia Belanda pada waktu itu.

Zaman boleh berganti, namun perabotan tua masih dibutuhkan dan digemari orang hingga abad ini. Perpaduan yang serasi antara nostalgia akan era yang telah lama berlalu benar-benar bisa membuat anda merasa seolah berada di zaman kolonial. SOLD OUT