Minuman yang pada masa itu terkenal dengan sebutan Aer Blanda
Minuman Hygeia baik limun bergas dan air mineral sangat populer di seluruh Hindia Belanda.
Pada tahun 1910, minuman air mineral ataupun limun sangat populer di seluruh Hindia Belanda.
Botol-botol dengan tutup dari porselen berlapis karet berharga 25 sen gulden.
Kucing hitam dengan ekor yang melambai melompati huruf-huruf merk Hygeia. Hygeia (atau sebenarnya Hygieia)
Persis seperti botol-botol minuman sekarang sebotol Hygeia pada masa itu disegel dengan sehelai kertas.
Cerita Dibalik Botol Hygeia...
Jika kita telusuri ke belakang ternyata air kemasan di Indonesia (Hindia Belanda) sudah ada sejak masa kolonial. Adalah Hendrik Freerk Tillema sebagai pelopor air minuman kemasan di Hindia Belanda, Nederlands Indie.
Samarangsche-Apotheek milik firma R. Klaasesz en Co memiliki anak perusahaan yang membuat air dalam botol yang dalam beberapa tahun kemudian membangunnya menjadi pabrik hipermodern minuman soda.
Aer blanda ( blank water) dari firma R. Klaasesz en Co memiliki etiket yang menarik perhatian di botolnya, kucing hitam dengan ekor yang melambai melompati huruf-huruf merk Hygeia. Hygeia (atau sebenarnya Hygieia) merupakan anak perempuan dari Asklepios, dewa Yunani pelindung kesehatan.
Minuman Hygeia baik limun bergas dan air mineral sangat populer di seluruh Hindia Belanda. Botol-botol dengan tutup dari porselen berlapis karet berharga 25 sen gulden. Enam botol kosong dengan 75 sen gulden dapat ditukar dengan enam botol yang penuh. Persis seperti botol-botol minuman sekarang sebotol Hygeia pada masa itu disegel dengan sehelai kertas.
Dalam beberapa tahun Tillema menjadi sangat makmur. Pabrik minuman ringannya memberikan keuntungan negeri jajahan yang berasal dari air paling murni. Ternyata botol ini punya cerita menarik dan yang lebih istimewa memiliki kaitan dengan kota kelahiran saya yaitu Semarang.
Minuman Hygeia baik limun bergas dan air mineral sangat populer di seluruh Hindia Belanda.
Pada tahun 1910, minuman air mineral ataupun limun sangat populer di seluruh Hindia Belanda.
Botol-botol dengan tutup dari porselen berlapis karet berharga 25 sen gulden.
Kucing hitam dengan ekor yang melambai melompati huruf-huruf merk Hygeia. Hygeia (atau sebenarnya Hygieia)
Persis seperti botol-botol minuman sekarang sebotol Hygeia pada masa itu disegel dengan sehelai kertas.
Cerita Dibalik Botol Hygeia...
Jika kita telusuri ke belakang ternyata air kemasan di Indonesia (Hindia Belanda) sudah ada sejak masa kolonial. Adalah Hendrik Freerk Tillema sebagai pelopor air minuman kemasan di Hindia Belanda, Nederlands Indie.
Samarangsche-Apotheek milik firma R. Klaasesz en Co memiliki anak perusahaan yang membuat air dalam botol yang dalam beberapa tahun kemudian membangunnya menjadi pabrik hipermodern minuman soda.
Aer blanda ( blank water) dari firma R. Klaasesz en Co memiliki etiket yang menarik perhatian di botolnya, kucing hitam dengan ekor yang melambai melompati huruf-huruf merk Hygeia. Hygeia (atau sebenarnya Hygieia) merupakan anak perempuan dari Asklepios, dewa Yunani pelindung kesehatan.
Minuman Hygeia baik limun bergas dan air mineral sangat populer di seluruh Hindia Belanda. Botol-botol dengan tutup dari porselen berlapis karet berharga 25 sen gulden. Enam botol kosong dengan 75 sen gulden dapat ditukar dengan enam botol yang penuh. Persis seperti botol-botol minuman sekarang sebotol Hygeia pada masa itu disegel dengan sehelai kertas.
Dalam beberapa tahun Tillema menjadi sangat makmur. Pabrik minuman ringannya memberikan keuntungan negeri jajahan yang berasal dari air paling murni. Ternyata botol ini punya cerita menarik dan yang lebih istimewa memiliki kaitan dengan kota kelahiran saya yaitu Semarang.














































