Tampilkan postingan dengan label Indonesian Heritage. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Indonesian Heritage. Tampilkan semua postingan

Souvenir Keraton Solo 1930's

Author: Kedai Barang Antik / Labels: ,

Originalitas menjadi jaminan bagi karya seni dari masa lalu yang layak untuk dikoleksi, jenis pernik Vorstenlanden periode atahun 1930-an ini menjadi langka di tingkat yang mengkhawatirkan, hampir mustahil untuk menemukan dalam kondisi baik dan utuh seperti ini.

Selain kesempurnaan bentuk dan proporsi juga memiliki desain yang tak lekang oleh waktu, berciri khas Indische atau disebut gaya Indo-Eropa.

Berburu souvenir Vorstenlanden semacam ini, bukanlah perkara mudah. Tak banyak yang tersisa dari koleksi kuno ini. Penyimpanan dan perawatan menentukan keawetannya, sebab membeli langsung dari pemilik atau pewarisnya.

Jika anda mencintai perabotan peninggalan Dutch East Indies dan ingin sesuatu yang unik, melalui koleksi ini kita seolah diajak berkelana ke masa silam. Awesome !!!

Terdapat stamp 90 artinya memiliki kadar kemurnian perak 90 persen, dengan desain dan model yang berkembang pada masa kolonial juga sebagai garansi dari kehalusan dengan kesempurnaan pengerjaan.

Tekstur detail ornamen perak dipertahankan seperti aslinya, kualitas yang terjaga dalam originalitas.

Sebuah souvenir keraton Solo merupakan original peninggalan kolonial pada era Dutch east Indies, sebagai simbol kekuasaan, status sosial, dan kebesaran penguasa saat itu. Salah satu yang paling jadi primadona kolektor, bernilai sejarah dan terbatas jumlahnya. 

Dalam foto tersebut kita bisa melihat lagi bagaimana situasi masa lalu. Keterlibatan Vorstenlanden sebagai obyek terpotret, sebagai bagian dari properti studio foto komersial era kolonial.


Souvenir Perak Vorstenlanden Java ...


Hindia Belanda memang surga bagi para tuan dan nyonya Eropa karena semua telah tersedia dalam berbagai macam bentuknya. Mereka mendapatkan kemudahan dan juga membuat kehidupan mereka menjadi lebih santai dikarenakan pribumi yang terjajah.

Kelangkaannya yang bikin bernilai dan koleksi ini memiliki nilai tinggi. Sebagai perabotan berharga oleh schatter alias juru taksir. GOUVERNEMENTS PANDHUIS - KANTOR GADE GOUVERNEMENTS artinya rumah gadai pemerintahan (Hindia Belanda)

Di dalam menjawab kebutuhan konsumen Eropa, bangsa Belanda biasanya juga sudah menyiapkan sejumlah souvenir juweliers menggambarkan situasi tanah jajahan Vorstenlanden.

Daerah Vorstenlanden secara harafiah berarti " wilayah-wilayah kerajaan ", antara lain Yogyakarta dan Surakarta menunjukan imajinasi popular kelas elit kolonial.

Dalam perjalanan waktu koleksi sendok perak dengan ukuran P.12 cm (doz P.17,5 cm x L.13 cm) warisan kemewahan gaya kolonial seperti ini perlahan mulai jarang ditemui, sehingga saya kini semakin berhati-hati menyimpannya. SOLD OUT

Plakat Orde Lama

Author: Kedai Barang Antik / Labels:

Sebuah plakat yang muncul dari bangunan eksentrik masa lampau, kini pun ikut punah dengan sendirinya.

Penggunaan tipografi sangat baik dan memiliki kerterbacaan yang jelas. Penyederhanaan kalimat adalah cara untuk mempermudah penyampaian informasi.

Plakat alumunium cor ini memiliki tampilan yang dibiarkan apa adanya sekaligus bisa merekam ulang era masa keemasannya.

Memperlihatkan kesederhanaan teknik grafis pada masa lalu, tapi juga mencerminkan kesederhanaan gaya hidup dan cara berpikir masyarakat tempo doeloe.

Saya lebih suka menyatakan plakat unik ini sebagai evolusi desain yang mengadaptasi semangat zaman.


Bercerita dan Bercitra Lewat Media Plakat....

Gaya arsitektur jengki tersebar hanya selama tahun 1950-1960 an. Hampir semua bangunan mewah kota-kota besar di Indonesia memiliki plakat semacam ini, yang menempel pada fasad dinding tembok rumah atau dinding tembok pabrik.

Dari mana pun asalnya plakat " MANAGEMENT " dan " MANAGEMENT'S MESS " ini, pernik dekorasi rumah bergaya jengki di Indonesia dan beragam cerita di baliknya tidak pernah membosankan untuk ditelusuri.

Sehingga pada akhirnya plakat unik berukuran P.30 cm x L.5 dan P.28,5 cm x L. 7,5 cm dari masa lampau ini tidak hanya menempatkan diri pada catatan sejarah, tapi juga menjadi bagian dari catatan pernik dekorasi bangunan yang dapat dikonservasi.

Banyak diantara kita, terutama yang berusia di atas 50 tahunan akan terkenang dengan plakat dari masa lampau ini.

Ditilik dari bahasa, masih mewarnai kehidupan masyarakat era kolonial melalui pesan tekstual dalam kehidupan sosial masyarakat pada masa itu. Tertarik memilikinya ??

Iklan Rokok: "Klembak Menjan, Tjap Siluman "

Author: Kedai Barang Antik / Labels: , , ,

Bagi penikmat rokoknya, mereka adalah simbol pemanjaan dorongan hedonistis. Tak perlu acung jempol. Cukup sebatang sigaret kretek dalam genggaman. Tapi ya sudahlah, jaman dulu pesan seperti ini mungkin lebih mengena.

Merek "Rokok Klembak Menjan Tjap Siluman" ini muncul akhir 60-an, ketika sebuah iklan lama hanya menjadi klangenan, sesungguhnya sudah tak murni fungsional lagi dan tak lebih sebagai collector’s item. Sederhana tapi nyeni, sangat Indonesia.

Setelah tahun 1948, ketika bahan "ajaib" yang bernama scothlite ditemukan banyak pula papan reklame yang menggunakan scothlite tadi karena mampu memantulkan cahaya dengan efek sinar mengagumkan.

Biro Reklame TATI sebagai pembuat poster film, pengisi huruf reklame dan membuat slide untuk iklan di Bioskop. Desain merek rokok ini sangat lokal. Bukan hanya lokasi pabrik dan peredarannya, melainkan juga mereknya.


Nostalgia Dengan Slide Bioskop Kuno...

Penafsiran rokok "Klembak Menjan" merupakan rokok yang bahan baku atau isinya berupa daun tembakau, cengkeh, dan menyan yang diberi saus untuk mendapatkan efek rasa dan aroma tertentu.

Konteks sosial klembak menyan adalah sebuah produk pangan, yaitu : tembakau yang mempunyai target market rakyat menengah biasa.

Tidaklah heran bila ada pula jenis-jenis rokok kretek yang menggunakan cap agak aneh, seperti "Rokok Klembak Menjan Tjap Siluman".

Slide iklan bioskop kuno ini mempunyai ukuran P.8 cm x L.8 cm ini sungguh percaya diri, sekaligus rendah hati, dan mungkin jujur, Perusahaan Tembako, " Nam - Hien" Gombong & Kebumen produsennya, tak menjanjikan apapun. Tak ada janji gombal rasa maupun khasiat.

Tak dijelaskan apakah asap rokok yang dihembuskan seorang perokok juga merupakan polusi bagi orang lain, terutama yang tidak merokok.

Cerita lain? Tetangga saya, yang meninggal pada usia sekitar 100 tahun, adalah perokok berat.
Begitu beratnya sehingga kaca pintu dan jendela menjadi kecokelatan. :-)

Setelah tahun 1948, ketika bahan "ajaib" yang bernama scothlite ditemukan banyak pula papan reklame yang menggunakan scothlite tadi karena mampu memantulkan cahaya dengan efek sinar mengagumkan.

Media opportunity pada waktu itu memang sangat terbatas, tetapi orang-orang periklanan sudah sangat kreatif menggunakan setiap peluang yang ada termasuk pemilihan bioskop sebagai ruang media.

Di zaman "kuda gigit besi" itu, ikaln-iklan juga ramai diudarakan melalui radio, diproyeksikan di gedung bioskop dan ditampilkan melalui pertunjukan keliling (mobil propaganda) mirip tukang obat yang hingga kini masih banyak dijumpai di berbagai kota kecil.

Kalau anda pecandu bioskop di awal 1970-an, tentu tak lupa adegan ini: di tengah pemutaran film, layar tiba-tiba padam. Adegan seru lenyap digantikan slide kotor yang berisi tulisan tangan "istirahat". Rehat di tengah pemutaran film, yang dibutuhkan petugas untuk mengganti reel (gulungan seluloid) di dalam proyektor, kini tak ada lagi.

Kapstok Mangkunegaran Vorstenlanden

Author: Kedai Barang Antik / Labels: , ,

Pada umumnya koleksi seperti ini dimiliki oleh golongan kaya dan berpengaruh (ketokohan) sebagai parameter sekaligus mengekspresikan kemapanan pemilik.

Elemen-elemen bergaya vernakular Belanda yang banyak digunakan dalam perabotan kolonial Hindia Belanda antara tahun 1895 sampai tahun 1900-an.

Memperlihatkan aspek seni ukir era Vereegnide Oost Indische Compagnie (V.O.C) dengan bentuk streamline (terlihat langsing dan kurus)

Kombinasi konvensional dan kontemporer bergaya ke Folk Art,  pembuatannya secara konvensional, tidak pabrikan tapi satu persatu. Identifikasi visual berupa bentuk-bentuk organis, garis tumbuhan, dan garis liuk yang feminim.

Ornamen dekoratif yang atraktif masih dibiarkan seperti aslinya. Dari segi tampilan, benda lawas kental dengan desain yang unik dan berkarakter. 

Tampak beberapa bagian ornamen prada emas yang kusam karena termakan usia, tetapi kecantikannya tak pernah pudar. Semakin tua usia kayu, warnanya akan semakin matang dan lama-kelamaan muncul patina atau tekstur kayu.

Dengan ciri bentuk yang tegas, elemen lengkung yang dikontraskan dengan garis lurus serta tetap dapat dijadikan sebagai bukti jejak kejayaan yang mewakili lapisan sejarahnya. 

Cantolan dari kayu. Kayu jati masa lampau sangat kuat dan awet, serta tidak mudah berubah bentuk oleh perubahan cuaca. Luar biasa rasanya, jika kita memiliki sebuah koleksi yang tidak berubah selama 100 tahun, rasanya seperti terlempar ke masa silam.

Menggunakan garis-garis lengkung dan pola-pola organik seperti tumbuhan. Tak sekedar pajangan, meski renta barang ini menyimpan banyak cerita tentang gambaran Indonesia pada jamannya.

Kejujuran konstruksi, kekuatan garis, dan proporsi volume. Inilah karakteristik desain furniture dari era Dutch East Indies.

Biasanya dimimiliki oleh pejabat pemerintahan atau Asisten Residen pada masa kolonial. Dalam perjalanan waktu gaya perabotan seperti ini sudah jarang sekali tersimpan dalam keadaan utuh.

Aplikasi warna natural bertekstur serat kayu, membawa kesan sederhana, tetapi justru indah.

Struktur kayu menggunakan material tradisional dan metode pertukangan (craftmanship). Walau kapstok ini dibuat lebih dari 100 tahun yang lampau dengan cita rasa Eropa, namun masih sangat kokoh hingga masa kini.


Menilik Kemegahan Warisan Keraton Mangkunegaran...

Disaat bangsa Eropa mulai membaur dengan masyarakat Hindia Belanda, kebudayaan Indies mulai tampak dengan adanya bentuk perabot yang mirip dengan gaya desain negara asal mereka.

Gaya desain tersebut tercipta dan lahir dari kerinduan para penguasa terhadap kampung halamannya. Desain yang dihasilkan tidak 100% sama seperti aslinya karena disesuaikan dengan iklim, tersedianya material dan penyesuaian dengan lingkungan alam sekitar di Hindia Belanda.

Walaupun tampak agak memaksa, namun mereka berhasil membuat beberapa modifikasi yang disesuaikan dengan gaya desain negara asal mereka. Sungguh warisan masa lampau yang berharga, sebuah sintesis dari budaya lokal pribumi dan Eropa.

Ornamen ukir perabot Keraton Mangkunegaran memiliki motif yang khas, biasanya corak flora atau fauna (bunga, daun-daunan, atau burung) ini terpancar anggun oleh keindahan dan orisinalitas.

Melalui koleksi kapstok Mangkunegaran Vorstenlanden dengan ukuran P.70 cm x L.20 cm x T.48,5 cm ini kita seolah diajak berkelana ke masa silam, menguak kehidupan masyarakat penguasa Vorstenlanden masa lampau. Eksotis ! SOLD OUT 


AWAS ADA ANDJING !!!

Author: Kedai Barang Antik / Labels:

Adanya sebuah peran dibalik sosok plakat unik ini sebagai alat media yang berkemampuan mengirimkan pesan luar biasa, untuk menghindari orang dengan niat tujuan jahat.

Saya lebih suka menyatakan plakat unik ini sebagai evolusi desain yang mengadaptasi semangat zaman.

 Sebuah plakat yang muncul dari bangunan eksentrik masa lampau, kini pun ikut punah dengan sendirinya.


Bercerita dan Bercitra Lewat Media....

Gaya arsitektur jengki tersebar hanya selama tahun 1950-1960 an. Hampir semua bangunan mewah kota-kota besar di Indonesia memiliki plakat semacam ini, yang menempel pada fasad dinding tembok atau pagar luar rumah.

Dari mana pun asalnya plakat " Awas Ada Andjing " ini, pernik dekorasi rumah bergaya jengki di Indonesia dan beragam cerita di baliknya tidak pernah membosankan untuk ditelusuri.

Sehingga pada akhirnya plakat unik dari masa lampau ini tidak hanya menempatkan diri pada catatan sejarah, tapi juga menjadi bagian dari catatan pernik dekorasi bangunan yang dapat dikonservasi.

Banyak diantara kita, terutama yang berusia di atas 40 tahunan akan terkenang dengan plakat dari masa lampau ini. Tertarik memilikinya ?? SOLD OUT

Foto Jenderal Soeharto

Author: Kedai Barang Antik / Labels: ,

Tak sekedar pajangan, koleksi ini menyimpan banyak cerita tentang sejarah dan bagian dari kronologi pemimpin bangsa di Indonesia.

Usia kayu jati bingkai foto dalam cetak offset ini jauh lebih tua dari usia anda. 

Penggunaan tipografi sangat baik dan memiliki kerterbacaan yang jelas. Penyederhanaan kalimat adalah cara untuk mempermudah penyampaian pesan. Tepatnya, profil Djenderal T.N.I (purnawirawan jenderal) masa lalu. 

Di pertengahan akhir tahun 60-an, foto yang mempunyai ukuran P.59 cm x L.73 cm ini dicetak oleh Departemen Penerangan R.I

Lebih menyenangkan melihat foto cetak mantan presiden ke-2 republik ini sebagai bagian dari identitas sejarah dan menjadi ikon zaman.


Merekam Jejak Orde Baru...

Banyak diantara kita, terutama yang berusia di atas 60 tahunan akan terkenang dengan koleksi ini. Adalah fakta yang kerap diungkap. Pada masa itu, foto pemimpin negara selain dipajang di gedung-gedung permerintahan atau perkantoran, bertalian dengan tanda status sosial tertentu.

Pemilik foto semacam ini adalah mereka yang sukses berdagang, telah naik haji, atau sekurang-kurangnya telah menikah. ;-)

Gambar foto Jenderal Soeharto ini sudah dicetak dengan mesin offset dan dicetak secara baik, menjadi saksi zaman.

Koleksi gambar cetak foto Presiden Republik Indonesia yang ke-2 yang nampaknya dicetak lebih dari 48 tahun silam itu memberi gairah baru pada suasana tempo doeloe. Mau ?

Reklame Goudsmeden (Tukang Emas)

Author: Kedai Barang Antik / Labels:

Gaya desain dari reklame Goudsmeden (tukang emas) dalam bentuk secara visual terpengaruh “Hollandsch denken en Hollandsch inzicht” (berfikir dan berpandangan ala Belanda).
Memperlihatkan kesederhanaan teknik desain grafis pada masa lalu, tapi juga mencerminkan kesederhanaan gaya hidup dan cara berpikir masyarakat tempo doeloe.
Ukuran reklame P.44 cm x L.28 cm, jika dilihat dari penataan tipografi huruf, seimbang dan memiliki kerterbacaan yang jelas.
Tak sempat terpikirkan sebenarnya plat papan nama tersebut merupakan salah satu karya desain komunikasi visual. Di dalamnya merepresentasikan nilai kreativitas dan terkandung berbagai unsur estetika, seperti: tipografi, promosi, komposisi, warna, dan lainnya.


Jejak Sejarah Toekang Emas...

Barangkali tidak semua warga kota Semarang mengenal nama Kampung Ngabangan. Jauh sebelum orang-orang Eropa menduduki kota Semarang, dinamika ekonomi kota ini telah digerakkan oleh sektor industri rumah tangga yang diselenggarakan secara mandiri oleh rakyat.

Beberapa nama kampung yang unik di kota Semarang sebagian terkait erat dengan profesi masyarakat
setempat, yang salah satunya berkaitan dengan aktivitas industri rumah tangga.

Lahirnya nama-nama kampung tersebut berhubungan dengan kebiasaan orang Jawa yang dengan gampang menamai suatu tempat dengan menggunakan nama orang, nama pohon, nama kejadian, atau nama aktivitas yang melekat dengan kampung yang dimaksud.

Profesi rakyat, sebagian besar terkait erat dengan industri rumah tangga, yang identik dengan kampung-kampung (toponim) di kota Semarang sebagai berikut:

Kp.Bustaman (nama seorang kyai bernama Bustaman), Kp.Batik (tempat perajin batik), Kp.Leduwi (dahulu daerah milik tuan Lodewijk) Kp.Kulitan (tempat pengusaha kulit), Kp.Baterman (dahulu daerah milik tuan Batermann),  Kp.Petudungan (dahulu daerah ini banyak penjual tudung atau caping), dll.

Layaknya sebuah aktifitas manusia pada masa lalu, tentu saja meninggalkan jejak, " H.M.SAMAN - TOEKANG MAS  KP.NGABANGAN No.85 " Masyarakat Bumiputra yang ditandai dengan besarnya orang-orang yang bekerja pada sektor jasa adalah H.M.SAMAN berprofesi sebagai Goudsmeden (tukang emas) menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat setempat pada masa itu.

Kepiawaiannya dalam membuat barang-barang emas diperhitungkan oleh masyarakat di daerah sekitarnya. Lingkungan pemukiman Kp.Ngabangan merupakan kawasan yang merasakan dampak langsung dari meningkatnya perkembangan Pasar Johar pada masa itu.

Tidak ada data yang pasti berapa tenaga kerja yang terserap dalam berbagai aktivitas industri dan perdagangan yang dikelola oleh rakyat itu.

Sebagian besar industri rakyat mengalami kebangkrutan yang disebabkan masuknya modal asing yang besar. Investasi besar-besaran di sektor industri telah menciptakan industri berskala besar dengan peralatan yang serba modern, yang mampu menghasilkan barang-barang dalam jumlah masal.

Sebelumnya pengrajin merupakan tulang punggung bagi pengusaha emas. Diibaratkan, pengrajin perhiasan merupakan mesin produksi bagi pengusaha perhiasan emas. Dahulu, juragan emas (toko emas) banyak memakai jasa pengrajin untuk membuat perhiasan.

Kampung Ngabangan, namun kemungkinan besar masyarakat kota Semarang sudah tidak tahu lagi bahwa nama kampung tersebut terkait dengan aktivitas rakyat kota ini pada masa lalu.

Banyak diantara kita, yang warga kota Semarang atau yang pernah tinggal di kota Semarang, terutama yang berusia di atas 40 tahunan akan terkenang dengan reklame papan nama ini. Yah, itulah romantisme masa lalu... mengingatkan pada masa penuh dengan kesederhanaan kearifan lokal. Mau ?? SOLD OUT

Chinese Indonesian Heritage

Author: Kedai Barang Antik / Labels: ,

Baboe, Potret Indonesia Djaman Doeloe...

Kata babu yang berarti pembantu berasal dari kata "baboe" dalam bahasa Belanda. Di masa kolonial, peran babu sangat penting dalam keluarga Belanda yang menetap di Indonesia. Seorang babu biasanya bertugas menjaga dan menemani anak-anak majikannya.

Hindia Belanda memang surga bagi para tuan dan nyonya Eropa karena semua telah tersedia dalam berbagai macam bentuknya. Mereka mendapatkan kemudahan dan juga membuat kehidupan mereka menjadi lebih santai dikarenakan pribumi yang terjajah.

Karena adanya kesenjangan ekonomi yang tinggi dan minimnya kesempatan kerja, sebuah keluarga kaya 'urban' sanggup memperkerjakan "pembantu seumur hidup". Tentunya di mata para nyonyah Tionghoa kaya, pembantu rumah tangga ini sangat penting berkaitan dengan pengenalan budaya-budaya lokal masyarakat setempat.

Menarik untuk dicermati pernik berbusana mereka yang berkecukupan terutama para pedagang dari etnis tertentu dengan harapan agar memperoleh kesan pada status sosial yang sama dengan para penguasa dan priayi karena dianggap bisa dijadikan sebagai simbol status dan keagungan.

Interaksi-interaksi sosial ini tidak dapat dipandang remeh karena hal ini menujukkan betapa penting peran para pembantu rumah tangga dalam memperkenalkan budaya-budaya lokal bagi tuan mereka. Walaupun dalam pertukaran budaya ini posisi mereka tidak sederajat tetapi setidaknya ada budaya Tionghoa yang mereka dapat dan begitu juga sebaliknya ada budaya lokal yang didapat tuan mereka.

Bisa juga dikatakan bahwa orang-orang Tionghoa masa kini adalah kepanjangan tangan dari komunitas Tionghoa pada masa lalu. Koleksi fotografi dari studio " Tan Tjie Lan - Tionghoa Hokkian, Batavia " tahun 1905 yang mempunyai ukuran P.17 cm x L.11 cm ini langka dan datang dari keterampilan teknik fotografi yang tinggi, saya merasa beruntung menemukannya.

Talk Less Do More : Sedikit Bitjara Banjak Bekerdja

Author: Kedai Barang Antik / Labels:


Nostalgia Dengan Plakat Kuno...

Jika dilihat dari penataan tipografi huruf, seimbang dan memiliki kerterbacaan yang jelas. Mencerminkan kesederhanaan gaya hidup dan cara berpikir masyarakat tempo doeloe.

Gaya desain dari plakat dalam bentuk secara visual terpengaruh “Hollandsch denken en Hollandsch inzicht” (berfikir dan berpandangan ala Belanda) :

Sedikit Bitjara Banjak Bekerdja

Karena menyangkut bahasa, semuanya terpulang pada maksud sebuah pesan dalam berkomunikasi. Ya, saya paham bahwa sasarannya adalah kelas menengah. Saya juga paham bahwa dalam urusan dan konteks tertentu pesan berbahasa lebih nyantol — dan yang lebih penting lagi: ringkas, bahkan bisa berefek mantera :)

Kesederhanaan pencitraan memang masih kuat, baik lewat pengolahan bahasa visual maupun bahasa teks.
Ditilik dari bahasa, masih mewarnai kehidupan masyarakat era kolonial melalui pesan tekstual dalam kehidupan sosial masyarakat pada masa itu.

Di masa kini, plakat seperti ini sungguh merepotkan pengucapan bagi sebagian orang dan ternyata belum mau dipensiunkan. Nyatanya plakat yng mempunyai ukuran P.27 cm x L.6,8 cm ini bertahan lama, melintasi pergantian rezim dan abad. Berbahagialah anda yang masih menyimpannya, sisa-sisa yang bertahan oleh terjangan digital. Mau ?? SOLD OUT