Tampilkan postingan dengan label Lukisan Masterpiece. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lukisan Masterpiece. Tampilkan semua postingan

Sarah Bernhardt (1844-1923)

Author: Kedai Barang Antik / Labels: , ,







Sebuah Jejak Kemegahan Gaya Art Nouveau...

Dalam perkembangannya, gaya art nouveau banyak diterapkan dalam berbagai rancangan, mulai dari arsitektur, seni patung, seni kaca, perhiasan, keramik, hingga desain perabot rumah tangga. Pada desain yang sangat khas menggunakan garis-garis lengkung dan pola-pola organik seperti tumbuhan.

Desain Art nouveau pun dapat dijadikan contoh untuk memelajari metode desain konvensional, salah satunya craftmanship. Craftmanship di sini diartikan Art nouveau memiliki kadar craftmanship yang tinggi.

Namun yang paling mudah diamati dan dinikmati secara meluas adalah terapannya dalam bidang grafis, salah satunya litography yang terbit di akhir abad ke-19.

Gaya Art Nouveau terjadi pada tahun 1890 sampai 1905. Sentuhan Art Nouveau dapat didapat dengan memajang lukisan Art Nouveau. Salah satu contoh lukisan Art nouveau dapat ditemukan pada visual Sarah Bernhardt (1844-1923). Teknik litografi dikenal dengan kemampuannya menangkap gradasi halus dan detail yang sangat kecil.

Karya-karya grafis ini banyak digemari sebagai barang seni collectable yang bernilai tinggi. Karya reproduksinya pun banyak dicari. Di kalangan pemburu karya grafis antik bergaya Art nouveau, nama-nama seperti Alfons Maria Mucha, Henri Privat-Livemont, atau Eugene Grasset, menjadi jaminan bagi karya seni dari masa lalu yang layak untuk dikoleksi.

Frame kayu jati ini mempunyai ukuran P.107 cm x L.68 cm. Kelangkaan, orisinilitas dan usianya yang lebih dari 100 tahun ini membuatnya semakin menarik.  SOLD OUT

Lukisan Tari Barong

Author: Kedai Barang Antik / Labels:


Affandi : Maestro Seni Lukis Indonesia...

Affandi dalam penggunaan warna pada lukisan tidak berdasar pada teori seni yang sangat mengikat akan tetapi menuruti kata hati pada saat berkarya. Affandi lebih menekankan pada ekspresi jiwanya pada saat itu sehingga warna muncul secara naluriah tanpa ada perencanaan secara teoritis.

Teknik yang digunakan adalah teknik penuangan cat langsung dari tubenya dan dengan sapuan tangan secara langsung tanpa bantuan kuas atau palet. Karya Affandi selalu bertekstur, artinya terdapat cat yang timbul.

Beliau juga terkenal akan teknik penggunaan jari jemari yang sangat liar dan spontan. Goresannya tidak ragu-ragu tidak terkesan hati-hati. Kombinasi warna yang tertuang berdasar improvisasi beliau saat berkarya.

Tingkat kemurnian seni atau kata lainnya nilai seni semakin tinggi jika mampu menemukan bentuk baru semakin menyimpang dari bentuk alam semakin tinggi nilai seninya. Karena pengartian seni secara murni adalah bukan peniruan bentuk alam, akan tetapi pencitraan bentuk-bentuk baru.

Karena Affandi berkarya menuruti kata hati para pengamat seni berdasarkan bentuk lukisan beliau dapat digolongkan aliran Ekspresionisme. Tentunya dalam berkarya Affandi tidak mengarah pada suatu aliran karena akan berpengaruh pada kemurniannya dalam berkarya seni. Pengkategorian aliran dilakukan oleh pengamat seni, kritikus atau kurator.

Warna-warna yang terang, serta keunikan goresan pada lukisan yang mempunyai ukuran P.104 cm x L.98 cm tersebut menjadi satu sebuah kombinasi sempurna dalam karya lukisan bernilai seni tinggi. Akan menjadi koleksi kebanggaan tak ternilai bagi siapapun yang mengkoleksi karya maestro lukis Indonesia hebat ini.

Lukisan Masterpiece

Author: Kedai Barang Antik / Labels:

Lukisan " Mooi Indie "

Pada awal abad ke-20, muncullah sejumlah nama pelukis Indonesia yang dianggap pelanjut Raden Saleh. Masih sedikit jumlahnya, namun terbatas kemampuannya pada pelukisan keindahan alam. Mereka adalah R Abdullah Suriosubroto (1878-1914), Wakidi (1889-1979), Soekardji (1880-1960) dan Raden Mas Pirngadi (1875-1936). Ketiga pelukis itu lazim disebut masuk dalam mazhab Hindia Molek atau "Mooi Indie".

Gaya lukisan "Mooi Indie" adalah gaya yang dipakai pelukis Belanda pada masa lalu, yang kagum pada kemolekan alam Indonesia. Mereka menampilkan lanskap dengan pakem visual berupa gunung dan hamparan sawah sebagai unsur utama. Selebihnya, ada yang menambahkan citraan sungai, hutan, dan kegiatan manusia di pedesaan.

Perkembangan berikutnya muncul istilah realisme cahaya, realisme fotografis, dan realisme sosial. Kesemuanya tentu dengan batasannya masing-masing. Khusus pada lukisan realisme sosial di Indonesia dipelopori oleh Sudjojono ketika menentang kesenian aliran "Mooi Indie". Ia mengajak seniman Indonesia agar peka terhadap realitas kemasyarakatan, kritis mengamati kesenjangan sosial dan ekonomi antara kelompok elit dan rakyat biasa.

Indonesisch Landschap Van Soekardji ( Mooi Indie )

Cat minyak di kanvas dengan ukuran 30cm x 175cm (tanpa frame). Ukuran lukisan dengan frame measures 100cm x 187.5cm (orisinil).
Untuk keterangan lebih lanjut, anda bisa baca referensi literatur lukisan " Mooi Indie " pada kolom produk.

Jika anda berminat dengan koleksi lukisan kuno masterpiece ini anda bisa menghubungi melalui e-mail saya di : kedaibarangantik@gmail.com

Lukisan Masterpiece Soekardji

Author: Kedai Barang Antik / Labels:








Lukisan " Mooi Indie "

Pada awal abad ke-20, muncullah sejumlah nama pelukis Indonesia yang dianggap pelanjut Raden Saleh. Masih sedikit jumlahnya, namun terbatas kemampuannya pada pelukisan keindahan alam. Mereka adalah R Abdullah Suriosubroto (1878-1914), Wakidi (1889-1979), Soekardji (1880-1960) dan Raden Mas Pirngadi (1875-1936). Keempat pelukis itu lazim disebut masuk dalam mazhab Hindia Molek atau "Mooi Indie".

Gaya lukisan "Mooi Indie" adalah gaya yang dipakai pelukis Belanda pada masa lalu, yang kagum pada kemolekan alam Indonesia. Mereka menampilkan lanskap dengan pakem visual berupa gunung dan hamparan sawah sebagai unsur utama. Selebihnya, ada yang menambahkan citraan sungai, hutan, dan kegiatan manusia di pedesaan.

Perkembangan berikutnya muncul istilah realisme cahaya, realisme fotografis, dan realisme sosial. Kesemuanya tentu dengan batasannya masing-masing. Khusus pada lukisan realisme sosial di Indonesia dipelopori oleh S.Sudjojono ketika menentang kesenian aliran "Mooi Indie". Ia mengajak seniman Indonesia agar peka terhadap realitas kemasyarakatan, kritis mengamati kesenjangan sosial dan ekonomi antara kelompok elit dan rakyat biasa.


Indonesisch Landschap Van Soekardji ( Mooi Indie )

Cat minyak di kanvas dengan ukuran 50cm x 70cm (tanpa frame). Ukuran lukisan dengan frame measures 72.5cm x 92.5cm (orisinil)

Untuk keterangan lebih lanjut, anda bisa baca referensi literatur lukisan " Mooi Indie " pada kolom produk.

Jika anda berminat dengan koleksi lukisan kuno masterpiece ini anda bisa menghubungi melalui e-mail saya di : kedaibarangantik@gmail.com