Tampilkan postingan dengan label Mesin Jahit Antik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mesin Jahit Antik. Tampilkan semua postingan

Mesin Jahit SINGER Antik

Author: Kedai Barang Antik / Labels:


Kisah Bersejarah Sebuah Mesin Jahit....

Hindia Belanda memang surga bagi para tuan dan nyonya Eropa karena semua telah tersedia dalam berbagai macam bentuknya. Mereka mendapatkan kemudahan dan juga membuat kehidupan mereka menjadi lebih santai dikarenakan pribumi yang terjajah.

Kehidupan masyarakat Eropa semakin mudah di Hindia Belanda berkat adanya para pembantu-pembantu pribumi yang dapat disebut juga Domestic Worker. Tentunya tenaga penjahit pakaian termasuk diantaranya.

Masalah pakaian terutama pakaian bagi perempuan Eropa dalam buku “Outward Appearances: Trend, Identitas, Kepentingan” dijelaskan bahwa bagaimanapun pakaian kebanyakan perempuan Eropa kolonial dibuat di rumah. Para perempuan ini menjahit sendiri pakaian mereka atau dibuatkan oleh penjahit pribumi, yang disebut jahit, penjahit (djait dalam literatur kolonial).

Menjahit atau setidaknya memotong pola merupakan kecakapan yang diperlukan oleh perempuan-perempuan Eropa yang akan pergi ke Hindia Belanda. Tetapi dalam kenyataannya perempuan-perempuan Eropa lebih menyukai pakaian mereka dijahitkan oleh pembantu-pembantu mereka yang berasal dari pribumi.

Para penjahit membentuk pakaian-pakaian ini. Ia merupakan golongan pinggir dari kelompok pelayan yang membuat hidup perempuan-perempuan Eropa menjadi santai. Ia dipuji karena ketepatan dan kerajinannya.

Perempuan-perempuan Eropa dengan demikian bergantung kepada penjahit untuk kebutuhan pakaian mereka. Penjahit menjadi bagian dari tradisi pakaian yang dijahit di rumah. Posisinya menggambarkan hierarki kelas yang juga ditemukan di Eropa di mana kelas-kelas yang kaya mampu membayar penjahit-penjahit pribadi.

Bagaimanapun juga perkenalan dengan mesin-mesin jahit modern memberikan keuntungan tersendiri bagi para penjahit yang biasanya menjahit secara manual menggunakan tangan, walaupun hidup sebagai pelayan tuan mereka.

Tak sekedar pajangan, meski berkarat dan renta barang ini menyimpan banyak cerita tentang gambaran Indonesia pada jamannya, juga semangat jaman yang dipancarkan koleksi mesin jahit antik tersebut. Berminat ? SOLD OUT

Mesin Jahit Onthel

Author: Kedai Barang Antik / Labels:

PERMAK jahit pria wanita...
Jika dijabarkan, penggalan kalimat tersebut menunjukkan identitas bahwa seorang penjahit yang menerima order jahitan atau permak pakaian lintas gender. Di dalam kotak kayu terdapat tempat untuk menyimpan aneka perlengkapan menjahit, seperti benang, resleting, dan pakaian permak yang telah selesai dikerjakan.

Roda waktu terus berputar, roda mesin jahit pun tak pernah berhenti. Mesin jahit onthel merk PFAFF buatan Germany ini nampaknya belum mau dipensiunkan. Mesin jahit manual itu pun masih tampak kokoh dan mantap.

Bahkan masih berfungsi sebagaimana mestinya, walau usianya tergolong renta. Kini, setelah mesin jahit semacam ini tidak lagi diproduksi, justru banyak orang memburunya. Kesan pada masa lampau inilah yang banyak membuat orang dibuat tersenyum oleh nostalgia.

Kini mesin jahit jenis ini yang mempunyai ukuran P.45,5 cm x L.19 cm x T.30 cm tentu saja sudah jarang kita temui. Fungsinya pun tak hanya untuk menjahit, namun sebagai aksesori atau pajangan ruangan yang antik bernilai seni tinggi. Apalagi, kenangan yang dibawa peralatan menjahit itu membawa sensasi tersendiri bagi mereka yang mampu mengapresiasi profesi penjahit sebagai bagian dari identitas kearifan lokal.SOLD OUT