Tampilkan postingan dengan label Kain Kebaya Encim. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kain Kebaya Encim. Tampilkan semua postingan

Kebaya Encim Antik

Author: Kedai Barang Antik / Labels:


Sebuah Jejak Kebaya Peranakan...

Kebaya yang terkadang juga disebut dengan nama Kebaya Nyonya ini biasanya dikenakan dengan kain atau sarung batik. Kebaya era tahun 1930-an ini merupakan tinggalan budaya yang sarat dengan nilai kearifan lokal.

Kebaya Encim biasanya berwarna putih dan warna-warna muda lainnya, dibuat dari kain katun tipis dengan klasik bordir (borduur, bahasa belanda, artinya, sulam) motif gambar bunga mei (Mei Hwa) dan terlihat pada tepi bawah kebaya yang dibuat menjadi runcing (sonday)

Generasi Nyonyah yang terdahulu masih memakai pakaian kebaya dan kain sarong sebagaimana yang dipakai oleh orang-orang pribumi. Sedangkan generasi Babah menyesuaikan diri dengan kehidupan Indies, lebih berbau tradisi Eropa mulai muncul. Fenomena ini kemudian melahirkan golongan priayi baru, yang memberikan tempat kepada semua kelompok masyarakat, di bawah pemerintah Hindia Belanda.

Sekalipun kaum Tionghoa peranakan sebagian terasimilasi ke dalam masyarakat setempat, mereka tetap terpisah dari golongan-golongan ras lainnya, terutama akibat struktur masyarakat kolonial yang dibentuk oleh Belanda. Golongan Eropa menempati tempat teratas, golongan timur asing (Vreemde Oosterlingen) di tengah dan golongan pribumi (Inlanders) di lapisan bawah.

Pada masa lalu, pesta yang diadakan oleh kaum Tionghoa selalu dimeriahkan gamelan Jawa dan orkes China. Nada-nada dari dua budaya berdampingan dengan harmonis, menyanyikan lagu indah yang bisa dinikmati oleh semua orang. Itulah orang China Peranakan di Indonesia pada masa lampau...

Kebaya Encim Peranakan

Author: Kedai Barang Antik / Labels:

Kebaya Encim Tak Lekang Oleh Zaman...

Bagaimana rupa kebaya berusia 100 tahun? Mungkin anda akan bayangkan kebaya yang lusuh dan terdapat beberapa lubang disana sini. Namun bayangan tersebut sontak sirna saat menyaksikan koleksi kebaya kuno ini. Era kebaya dimulai manakala Belanda membuka Hollandsch Chineesche Schoolen - sekolah berbahasa pengantar Belanda bagi anak-anak Tionghoa.

Kebaya renda adalah kebaya dari bahan putih transparan ( voile, paris, batist, dan atekres ) yang di impor dari Eropa dan tepinya dihiasi renda halus berukuran lebar buatan Swiss, dipelopori oleh perempuan Indo-Belanda (Eurasia). Polanya merupakan modifikasi pola baju dalam orang Portugis.

Kebaya encim biasanya berwarna putih dan warna-warna muda lainnya, dibuat dari kain katun tipis dengan klasik bordir (borduur, bahasa belanda, artinya, sulam) motif gambar bunga mei (Mei Hwa) dan terlihat pada tepi bawah kebaya yang dibuat menjadi runcing ( sonday ).

Sering kali kebaya encim berlengan seperti agak kependekan. Ternyata ini ada maksudnya, supaya gelang keroncong yang mereka pakai bisa kelihatan! Kebaya Encim tak hanya populer di kalangan Nyonya di Nusantara tapi juga di Singapura dan Malaysia hingga akhir tahun 1950-an.

Pada perkembangan selanjutnya kebaya renda ini menjadi semacam identitas kaum perempuan Tionghoa Peranakan di Indonesia. Kebaya renda ini pada umumnya tetap berwarna putih, hendak menyatakan bahwa pemakainya adalah perempuan ' baik-baik '. Jika dicermati, tekstur dan kerapian pengerjaan yang dihasilkan sangat luar biasa. Tertarik memilikinya ??
SOLD OUT

Kebaya Encim Antik

Author: Kedai Barang Antik / Labels:

Kebaya Nyonyah

Dari sisi sejarah, kebaya merupakan bentukan busana atasan yang pertama kali dikenakan wanita Indonesia, yang digunakan bersama kain panjang atau sarung. Kebaya renda adalah awal mula era kebaya. Busana ini biasanya digunakan pada acara-acara resmi.

Kebaya renda terbuat dari bahan putih transparan dengan tepi yang dihias renda halus berukuran lebar buatan Swiss. Model kebaya ini dimulai oleh Indo Belanda di penghujung abad ke-19, kemudian menjadi identitas perempuan Tionghoa Peranakan dan dikenal luas sebagai "Kebaya Encim".

Warna Kebaya Encim tetaplah putih sebagai tanda bahwa pemakainya adalah perempuan baik-baik. Kebaya menunjukkan ciri khas masyarakat Peranakan, biasanya dihiasi dengan sulam atau bordir, dan dipakai dengan sarung atau kain panjang bermotif Pesisiran atau Jawa Hokokai. SOLD OUT

Kebaya Encim Antik

Author: Kedai Barang Antik / Labels:


Kebaya China Peranakan

Era kebaya dimulai manakala Belanda membuka Hollandsch Chineesche Schoolen, sekolah berbahasa pengantar Belanda bagi anak-anak Tionghoa. Kebaya renda adalah awal mula era kebaya. Busana ini biasanya digunakan pada acara-acara resmi.

Warga Tionghoa memang mengenal busana yang diberi nama Baju Kurung atau Kebaya Encim. Kebaya yang terkadang juga disebut dengan nama Kebaya Nyonya ini biasanya dikenakan dengan kain atau sarung batik. Kebaya era tahun 1930-an ini merupakan tinggalan budaya yang sarat dengan nilai kearifan lokal.

Bolehlah kita berharap kebaya juga akan mengikuti jejak batik yang saat ini sudah menjadi bagian dari busana sehari-hari sebagai bagian dari identitas lokal. Berminat memilikinya ?

SOLD OUT

Kebaya Encim Peranakan

Author: Kedai Barang Antik / Labels:


Kebaya Encim Peranakan

Dari sisi sejarah, kebaya merupakan bentukan busana atasan yang pertama kali dikenakan wanita Indonesia, yang digunakan bersama kain panjang atau sarung.

Kaum Tionghoa menggunakan desain kebaya dengan potongan yang lebih pendek dan sederhana, dengan hiasan yang berwarna, lazim disebut Kebaya Encim.

Kebaya Encim Peranakan yang mempunyai nilai seni dan artistik ini banyak menghiasi museum-musem dan kolektor pribadi di mancanegara. Biasanya kebaya encim ini terbuat dari bahan rajutan dan dikombinasikan dengan kain atau sarung batik.

Bolehlah kita berharap kebaya juga akan mengikuti jejak batik yang saat ini sudah menjadi bagian dari busana sehari-hari sebagai bagian dari identitas lokal. SOLD OUT

Kebaya Encim Peranakan

Author: Kedai Barang Antik / Labels:









Kebaya Encim Peranakan

Kebaya, seperti juga sejarah, mengalir mengikuti waktu. Beradaptasi dengan zaman yang semakin maju dan memiliki cerita panjang yang bisa ditelusuri hingga abad ke-15 Masehi.

Dari sisi sejarah, kebaya merupakan bentukan busana atasan yang pertama kali dikenakan wanita Indonesia, yang digunakan bersama kain panjang atau sarung.

Kaum keturunan Eropa biasanya mengenakan model kebaya berbahan katun halus dengan aksen lace di pinggirnya. Kaum Tionghoa menggunakan desain kebaya dengan potongan yang lebih pendek dan sederhana, dengan hiasan yang berwarna, lazim disebut Kebaya Encim.

Kebaya Encim Peranakan yang mempunyai nilai seni dan artistik ini banyak menghiasi museum-musem dan kolektor pribadi di mancanegara. Biasanya kebaya encim ini terbuat dari bahan rajutan dan dikombinasikan dengan kain atau sarung batik. SOLD OUT

Kebaya Encim Peranakan

Author: Kedai Barang Antik / Labels:








Kebaya Encim Peranakan

Bila ada busana yang memberikan banyak inspirasi terhadap ”fashion”, status sosial, ataupun identitas, itu adalah kebaya. Bolehlah kita berharap kebaya juga akan mengikuti jejak batik yang saat ini sudah menjadi bagian dari busana sehari-hari sebagai bagian dari identitas lokal.

Warga Tionghoa memang mengenal busana yang diberi nama Baju Kurung atau Kebaya Encim. Kebaya yang terkadang juga disebut dengan nama Kebaya Nyonya ini biasanya dikenakan dengan kain atau sarung batik. Tertarik memilikinya ?? SOLD OUT

Kebaya Encim Antik

Author: Kedai Barang Antik / Labels:






Kebaya Encim Peranakan

Era kebaya dimulai manakala Belanda membuka Hollandsch Chineesche Schoolen, sekolah berbahasa pengantar Belanda bagi anak-anak Tionghoa. Kebaya renda adalah awal mula era kebaya. Busana ini biasanya digunakan pada acara-acara resmi.

Kebaya renda terbuat dari bahan putih transparan dengan tepi yang dihias renda halus berukuran lebar buatan Swiss. Model kebaya ini dimulai oleh Indo Belanda di penghujung abad ke-19, kemudian menjadi identitas perempuan Tionghoa Peranakan dan dikenal luas sebagai "Kebaya Encim".

Warna Kebaya Encim tetaplah putih sebagai tanda bahwa pemakainya adalah perempuan baik-baik. Kebaya menunjukkan ciri khas masyarakat Peranakan, biasanya dihiasi dengan sulam atau bordir, dan dipakai dengan sarung atau kain panjang bermotif Pesisiran atau Jawa Hokokai.

Warga Tionghoa memang mengenal busana yang diberi nama Baju Kurung atau Kebaya Encim. Kebaya yang terkadang juga disebut dengan nama Kebaya Nyonya ini biasanya dikenakan dengan kain atau sarung batik. Kebaya era tahun 1930-an ini merupakan tinggalan budaya yang sarat dengan nilai kearifan lokal. Berminat memilikinya ?? SOLD OUT

Kebaya Encim Antik

Author: Kedai Barang Antik / Labels:







Kebaya Encim Peranakan

Era kebaya dimulai manakala Belanda membuka Hollandsch Chineesche Schoolen, sekolah berbahasa pengantar Belanda bagi anak-anak Tionghoa. Kebaya renda adalah awal mula era kebaya. Busana ini biasanya digunakan pada acara-acara resmi.

Kebaya renda terbuat dari bahan putih transparan dengan tepi yang dihias renda halus berukuran lebar buatan Swiss. Model kebaya ini dimulai oleh Indo Belanda di penghujung abad ke-19, kemudian menjadi identitas perempuan Tionghoa Peranakan dan dikenal luas sebagai "Kebaya Encim".

Warna Kebaya Encim tetaplah putih sebagai tanda bahwa pemakainya adalah perempuan baik-baik. Kebaya menunjukkan ciri khas masyarakat Peranakan, biasanya dihiasi dengan sulam atau bordir, dan dipakai dengan sarung atau kain panjang bermotif Pesisiran atau Jawa Hokokai.

Warga Tionghoa memang mengenal busana yang diberi nama Baju Kurung atau Kebaya Encim. Kebaya yang terkadang juga disebut dengan nama Kebaya Nyonya ini biasanya dikenakan dengan kain atau sarung batik. Kebaya era tahun 1930-an ini merupakan tinggalan budaya yang sarat dengan nilai kearifan lokal. Berminat memilikinya ?? SOLD OUT