Merekam Sejarah Lewat Koleksi Telepon Stasiun Kereta...
Di stasiun orang bertemu dan berpisah. Tak cuma tempat perhentian kereta api, keindahan arsitektur stasiun buatan Belanda di seluruh pulau Jawa masih menarik untuk dinikmati hingga kini.
Kesibukan di stasiun kental terasa. Angin berembus dari arah jajaran rel ke selasar tempat tunggu penumpang, membawa serta suara bel pengumuman, deru mesin kereta, dan percakapan ribuan orang di tempat itu. Barangkali kesibukan serupa terjadi di masa lalu.
Dulu, jasa angkutan darat peninggalan Belanda itu, menjadi alat angkut primadona yang biasa digunakan oleh para bangsawan dan petinggi penjajah ketika mereka bepergian.
Pesawat telepon induktor "onthel" ini telah dipakai di Indonesia sejak zaman Hindia Belanda oleh S.S - Staats Spoorwegen (Kereta Api Negara, sekarang P.T. Kereta Api Indonesia) pesawat telepon "onthel" yang menghubungkan antar stasiun penting dengan arus listrik dari putaran. Namun jika merunut sejarahnya, koleksi ini muncul saat nusantara sedang dalam masa penjajahan kolonial Belanda.
Telepon ini sejenis dengan 'interkom' karena tidak menggunakan nomor-nomor untuk menghubungi stasiun-stasiun kereta api. Cara mengoperasikannya dengan memutar alat pemutar yang ada di telepon ini sebagai penyambungnya.
Pada telepon jenis ini terdapat sebuah kumparan induksi untuk membangkitkan arus signal bolak-balik ke papan sambung. Untuk membangkitkan tegangan arus signal bolak-balik dengan jalan memutar pada alat pemutar di telepon dengan kecepatan yang cukup.
Koleksi pesawat telepon "onthel" merek SIEMENS klasik ini merupakan koleksi stasiun kereta api, yang di Indonesia kini nyaris tak ada lagi atau punah. Berminat memilikinya ?? SOLD OUT





































