Tampilkan postingan dengan label Furniture China Peranakan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Furniture China Peranakan. Tampilkan semua postingan

Straits Chinese Peranakan Chair

Author: Kedai Barang Antik / Labels: ,











Kursi Babah & Nyonyah Straits Chinese Peranakan 

Koleksi sepasang kursi masa lampau ini merupakan jejak sejarah yang merekam bentuk eksotisme nilai paduan gaya tradisional Tionghoa di bumi Nusantara. 

Kursi Babah dan Nyonya Peranakan ini berukuran P.53 cm x L.61 cm x T.95 (44,5 cm) sangat kokoh dan tidak berubah hingga sekarang.

Tekstur material dipertahankan seperti aslinya, menunjukkan proses alamiah yang terjadi pada perabotan tersebut.

Untuk menciptakan keawetan, nampaknya material perabot Peranakan ini dibuat dari kayu Teakwood solid. 

Selain dari jenis bahan kayunya, ukiran ornamen ini memiliki motif oriental yang khas, tampil eksklusif dan personal.

Model Straits Chinese ini juga terlihat indah untuk penempatan ruang dengan desain formal, kasual, tradisional, ataupun modern oriental. 

Peranakan Coffee Table (c.1910's)

Author: Kedai Barang Antik / Labels:

Mampu bertahan hingga ratusan tahun, maka koleksi ini bisa dikatakan mengungkap perjalanan kultural yang bersifat romantis nostalgis.

Benda-benda warisan tradisi Tionghoa masa lampau itu tak bernyawa, tapi menyimpan kisah sejarah panjang terentang.

Jenis perabot Tionghoa periode awal tahun 1910-an ini menjadi langka di tingkat yang mengkhawatirkan, hampir mustahil untuk menemukan dalam kondisi baik dan utuh seperti ini.

Kayu jati masa lampau sangat kuat dan awet, serta tidak mudah berubah bentuk oleh perubahan cuaca.

Kayu jati tua berkualitas bagus memiliki permukaan yang sangat dekoratif. Tekstur dan serat kayunya terbentuk dengan sempurna dan indah.

Dilihat dari fungsinya, 2 laci sebagai media untuk menyimpan barang. Gaya desainnya merupakan perpaduan antara tuntutan fungsionalitas dan estetika.

Sambungannya tidak menggunakan paku melainkan dengan kayu sendiri melalui sistem sambungan yang disebut dengan istilah buntut burung. 

Tekstur material dipertahankan seperti aslinya, menunjukkan proses alamiah yang terjadi pada perabotan tersebut.

Material konstruksi panel papan yang digunakan adalah kayu jati bidang lebar utuh lembaran dan kualitas baik pada masanya. 

Kayu nya selalu pilihan. Semakin tua semakin berminyak, tanpa harus diberi obat khusus, meja ini selalu mengkilap.

Sampai kini pun warnanya tidak berubah. Penyimpanan dan perawatan menentukan keawetannya karena membeli langsung dari pemilik atau pewarisnya.

Dekorasi ornamen motif ukiran tersebut menjadi karakteristik tersendiri untuk komunitas elit Peranakan.

Usia dan desain antiknya, menjadi daya pikat tersendiri. Itu tercermin dari bentuk-bentuk desain detail dan ornamen nya memiliki tampilan yang dibiarkan apa adanya.

Ciri khas perabotan Peranakan adalah perhatian terhadap detail. Furniture yang dipakai komunitas Peranakan Tionghoa cukup variatif. Rata-rata memiliki motif ukir di beberapa bagian.

Tampak tampilan ornamen motif tersebut menjadi karakteristik tersendiri untuk komunitas elit Peranakan.


Meja Konsol Peranakan : Kilas balik jejak perabotan Peranakan ....


Budaya China Peranakan atau yang lebih dikenal sebagai Straits Chinese adalah produk asimilasi, akulturasi dan proses hibrida panjang selama berabad-abad antara budaya pendatang Tionghoa dari Tiongkok, penduduk setempat (pribumi) dan Belanda yang saat itu berkuasa di Nusantara.

Di Indonesia, koleksi benda budaya Peranakan yang sudah diidentifikasi jumlahnya cukup banyak. Hanya saja, saya ingin menunjukkan jika 80 -100 tahun silam seperti itulah bentuk benda-benda budaya Peranakan di Indonesia.

Peranakan Console Table ini berukuran P.99 cm x L.55 cm x T.65 cm sungguh warisan masa lampau yang berharga. Koleksi ini salah satu dari sedikit yang tersisa dari kediaman "landhuisen" di Hindia Belanda tahun 1910 an dan terpelihara dengan baik.

Luar biasa rasanya, jika kita memiliki sebuah koleksi yang tidak berubah selama 100 tahun, rasanya seperti terlempar ke masa silam.

Benda-benda warisan tradisi Tionghoa masa lampau itu tak bernyawa, tapi menyimpan kisah sejarah panjang terentang. SOLD OUT

Peranakan Stand Pot (c.1920's)

Author: Kedai Barang Antik / Labels:

Pada umumnya koleksi tatakan pot China Peranakan seperti ini dimiliki oleh golongan kaya dan berpengaruh (ketokohan) sebagai parameter sekaligus mengekspresikan kemapanan pemilik.

Sehingga sampai kini pun warnanya tidak berubah. Penyimpanan dan perawatan menentukan keawetannya karena membeli langsung dari pemilik atau pewarisnya.

Ciri khas perabotan Peranakan adalah perhatian terhadap detail. Furniture yang dipakai komunitas Peranakan Tionghoa cukup variatif. Rata-rata memiliki motif ukir di beberapa bagian.

Keindahan desain perabot tua bergaya China Peranakan ini masih menarik untuk dipandang hingga kini.

Tampak tampilan ornamen motif tersebut menjadi karakteristik tersendiri untuk komunitas elit Peranakan.

Teknik pertukangan jaman kolonial, posisi tinggi dan proporsi keseimbangan sangat diperhitungkan.

Tekstur material dipertahankan seperti aslinya, menunjukkan proses alamiah yang terjadi pada perabotan tersebut.

Dekorasi profil semuanya dilakukan dengan memahat langsung pada selembar permukaan bidang kayu jati bukan berupa tempelan.

Ketegasan asimetris struktur kayu motif lengkung itu sendiri sekaligus digunakan sebagai kekuatan visual artistiknya.  

Kesempurnaan pengerjaan ornamen halus dan akurat diperlukan ketelitian tinggi.


Menilik Kemegahan Warisan Peranakan Nusantara...

Disaat bangsa Tionghoa mulai membaur dengan masyarakat Hindia Belanda, kebudayaan Peranakan mulai tampak dengan adanya bentuk perabot yang sama dengan gayadesain negara asal mereka.

Penyesuaian dan resapan budaya mereka terhadap suasana sosio budaya di era Dutch East Indies, yaitu melalui perkawinan campur yang berlaku di antara kaum-kaum Tionghoa dan pribumi pada masa itu.

Pembuatannya secara konvensional, tidak pabrikan tapi satu persatu. Sangat kokoh dan tidak berubah hingga sekarang, masih terasa jejak-jejaknya walau sudah tergerus arus zaman dan waktu.

Stand Vase Peranakan ini masih menyisakan kemegahan tempo dulu yang ramah menyambut tamu. Apresiasi yang tinggi pada upaya pemeliharaan yang amat rapi, sehingga perabotan tersebut masih sangat kokoh dan dapat dipakai hingga saat ini. Mau ??? SOLD OUT

Stand Pot Peranakan 1930's

Author: Kedai Barang Antik / Labels:


Status seseorang ditunjukkan melalui kualitas perabotan rumah tangga yang dipakai.
Aksesoris China Peranakan masa lalu ini memperkuat kesan oriental dan terlihat glamour.
Tampilannya yang menarik dan tampak berumur menjadikannya barang collectible, karena sulit dicari.

Nuansa China Peranakan sangat terasa dari segi bentuk, ornamen dekoratif yang atraktif masih dibiarkan seperti aslinya.
Motif flora diartikan sebagai lambang kemakmuran dan kesejahteraan.

Pembuatannya secara konvensional, tidak pabrikan tapi satu persatu. Kerapian pengerjaan yang dihasilkan sangat luar biasa ini semakin menarik hati.

Eksotisme Perabot Peranakan

Jika dicermati standing pot Peranakan yang berukuran T.85cm (tatakan 28 cm) ini merupakan karya pertukangan yang sangat detail, langka dan datang dari keterampilan yang tinggi. Gaya desainnya merupakan perpaduan antara tuntutan fungsionalitas dan estetika.


Meski demikian, gaya Peranakan juga memberikan kesan berkelas, pasalnya banyak digunakan di rumah-rumah landhuis dan kapitan Tionghoa.


Koleksi standing pot masa lampau tersebut memang tak berasal dari Tiongkok, namun yang pasti pernah dipergunakan oleh keluarga Peranakan di Nusantara dan berusia puluhan tahun. Mau ??? SOLD OUT

Peranakan Console Table

Author: Kedai Barang Antik / Labels:

Mampu bertahan hingga ratusan tahun, maka koleksi ini bisa dikatakan mengungkap perjalanan kultural yang bersifat romantis nostalgis.

Jenis perabot Tionghoa periode awal tahun 1910-an ini menjadi langka di tingkat yang mengkhawatirkan, hampir mustahil untuk menemukan dalam kondisi baik dan utuh seperti ini.


Dilihat dari fungsinya, 2 laci sebagai media untuk menyimpan barang. Gaya desainnya merupakan perpaduan antara tuntutan fungsionalitas dan estetika.

Kayu tua memiliki patina indah dan terlihat benar-benar menakjubkan dalam originalitas.

Ciri khas perabotan Peranakan adalah perhatian terhadap detail. Furniture yang dipakai komunitas Peranakan Tionghoa cukup variatif. Rata-rata memiliki motif ukir di beberapa bagian.

Material konstruksi panel papan yang digunakan adalah kayu jati bidang lebar utuh lembaran dan kualitas baik pada masanya.

Kayu jati tua berkualitas bagus memiliki permukaan yang sangat dekoratif. Tekstur dan serat kayunya terbentuk dengan sempurna dan indah.

Tekstur material dipertahankan seperti aslinya, menunjukkan proses alamiah yang terjadi pada perabotan tersebut.

Tampak tampilan ornamen motif tersebut menjadi karakteristik tersendiri untuk komunitas elit Peranakan.

Keindahan desain perabot tua bergaya China Peranakan ini masih menarik untuk dipandang hingga kini.


Meja Konsol Peranakan : Kilas balik jejak perabotan Peranakan ....

Budaya China Peranakan atau yang lebih dikenal sebagai Straits Chinese adalah produk asimilasi, akulturasi dan proses hibrida panjang selama berabad-abad antara budaya pendatang Tionghoa dari Tiongkok, penduduk setempat (pribumi) dan Belanda yang saat itu berkuasa di Nusantara.

Di Indonesia, koleksi benda budaya Peranakan yang sudah diidentifikasi jumlahnya cukup banyak. Hanya saja, saya ingin menunjukkan jika 80 -100 tahun silam seperti itulah bentuk benda-benda budaya Peranakan di Indonesia.

Peranakan Console Table ini berukuran P.76 cm x L.38 cm x T.73 cm sungguh warisan masa lampau yang berharga, Koleksi ini salah satu dari sedikit yang tersisa dari kediaman "landhuisen" di Hindia Belanda tahun 1910 an dan terpelihara dengan baik.

Luar biasa rasanya, jika kita memiliki sebuah koleksi yang tidak berubah selama 100 tahun, rasanya seperti terlempar ke masa silam.

Benda-benda warisan tradisi Tionghoa masa lampau itu tak bernyawa, tapi menyimpan kisah sejarah panjang terentang.

Saking diburunya, kini banyak beredar replika atau tiruannya. Ah, gampang dibedakan. Desain duplikat, biasanya keluar dari langgam gaya Peranakan. Pahatannya pun lebih kasar. SOLD OUT