Biasanya warna pada desain ditandai dengan adanya tekstur yang menonjol dan jika dipegang atau diraba akan terasa pembedaan warnanya. Reklame enamel selain berfungsi sebagai jati diri sebuah industri, juga menjadi alat promosi untuk menarik perhatian pembeli.
Dilihat dari corak teksturnya cat yang terkelupas dan besi yang berkarat menggambarkan betapa lamanya benda tersebut. Plat-plat reklame enamel itu kini merupakan collector items yang berharga di pasar benda-benda antik.
Pelukis Belanda yaitu M. Van Meeteren Brouwer yang pernah tinggal di Hindia-Belanda membuat iklan rokok lokal. Produk periklanan masa lalu itu menggunakan gaya visualisasi seni lukis yang tengah berlangsung saat itu, yakni gaya Mooi Indie.
Bahan plat baja dan enamel dipilih sebagai media beriklan karena kuat dan tahan terhadap segala kondisi cuaca, reklame jenis ini sangat cocok diaplikasikan di negara tropis yang memiliki ketidakteraturan cuaca seperti Indonesia.
Eksotis, sekaligus ngeselin. Rupanya di mata penjajah dulu, orang “Bumiputera” itu eksotis, cocok untuk merek produk yang berasal dari tanah jajahan: tembakau. Sudah dijajah, diperas, masih dipakai buat ikon pula. Sontoloyo betul!
Hedonisme Dalam Potret Iklan Enamel...
Sejarah iklan rokok hampir sama tua dan panjangnya dengan perdagangan rokok itu sendiri. Perkembangan industri rokok di kawasan Vorstenlanden diduga telah ada sejak abad ke-17.
Produk periklanan masa lalu itu menggunakan gaya visualisasi seni lukis yang tengah berlangsung saat itu, yakni gaya Mooi Indie. Desainnya secara khusus disesuaikan dengan kondisi kearifan lokal. Memperlihatkan kesederhanaan teknik desain grafis pada masa lalu.
Gaya desain grafis Indies berkembang di masa kolonial Hindia Belanda dan mengalami puncak perkembangan artistiknya di tahun 1930-an. Pada saat kelas priyayi menegaskan dirinya melalui simbol-simbol tertentu (Roko Prijaji), pada saat yang sama kelas bawah berusaha menjadi priyayi dengan mengonsumsi rokok sang priyayi tersebut, seolah sudah seperti priyayi.
Di sinilah hebatnya iklan enamel Roko Prijaji yang mempunyai ukuran jumbo P.120 cm x L.80 cm ini bahwa dia mampu menyediakan proses to become somebody else. Proses inilah yang dinamakan alienasi. Melalui priyayi, rokok (seolah) memperoleh tempat sebagai produk berkelas (high culture).
Terlepas dari segala tafsir sosiokulturalnya, karya iklan Roko Prijaji - Sigaret ini telah mampu meninggalkan jejaknya sebagai suatu masterpiece dalam perancangan dunia desain grafis yang berkembang di Indonesia masa lalu (Hindia Belanda), dan mendapatkan predikatnya sebagai bentuk gaya desain grafis yang khas Indonesia. Tertarik memilikinya ?? SOLD OUT














































