Art Nouveau menggunakan banyak inovasi teknologi pada akhir abad 19. Gaya ini banyak diterapkan dalam berbagai rancangan desain perabot rumah tangga.
Furniture tua seringkali mengingatkan kita akan kenangan masa lampau. Apalagi jika barang atau benda tersebut memiliki nilai tinggi.
Cantolan standing kapstok bernuansa masa lampau buatan sekitar tahun 1920-an ini masih tampak kokoh dan mantap.
Art Nouveau merupakan gaya yang eksentrik dan mahal mengingat tingkat kesulitan detail yang tinggi.
Keramik dekoratif nya juga tidak kalah cantik, berkarakter kuat dan berpotensi menarik perhatian.
Konstruksi "ekor burung" (dove tail joint) membantu menjaga kestabilan kayu dan perabot dari perubahan bentuk karena penyusutan.
Tarikan laci terbuat dari kuningan dengan ornamen Art Nouveau yang memukau.
Alas meja menggunakan marmer doff persegi berwarna abu-abu ukuran P.46,5 cm x L.25,5 cm merupakan pengaruh dari gaya The Dutch Colonial.
Balutan warna hitam memberi gairah baru pada suasana tempo doeloe.
Luar biasa rasanya, jika kita memiliki sebuah koleksi yang tidak berubah selama 90 tahun lebih.
Perabotan Art Nouveau Masa Lalu Dalam Masa Kini...
Gaya desainnya merupakan simbol kemewahan pada jaman dahulu yang bisa diasosiasikan juga dengan simbol kemewahan pada jaman sekarang. Status seseorang ditunjukkan melalui kualitas perabotan yang dipakai.
Selain otentik, desain standing kapstok ini mempunyai keindahan yang tidak lekang oleh perkembangan jaman, menampakkan ketepatan dalam perbandingan ukuran dan keseimbangan.
Koleksi standing kapstok bergaya Semarangan ini simpel dan kuat desainnya, banyak diterima oleh kalangan the have dan well-educated. Karakternya dianggap sempurna, maturity, bertahan lama dan klasik.
Mempunyai ukuran P.101 cm x L.28 cm x T.195 cm dengan model yang berkembang pada masa kolonial, menimbulkan suasana romantik dan menarik hati bagi siapa saja yang melihatnya. Mau ??SOLD OUT
Furniture tua seringkali mengingatkan kita akan kenangan masa lampau. Apalagi jika barang atau benda tersebut memiliki nilai tinggi.
Cantolan standing kapstok bernuansa masa lampau buatan sekitar tahun 1920-an ini masih tampak kokoh dan mantap.
Art Nouveau merupakan gaya yang eksentrik dan mahal mengingat tingkat kesulitan detail yang tinggi.
Keramik dekoratif nya juga tidak kalah cantik, berkarakter kuat dan berpotensi menarik perhatian.
Konstruksi "ekor burung" (dove tail joint) membantu menjaga kestabilan kayu dan perabot dari perubahan bentuk karena penyusutan.
Tarikan laci terbuat dari kuningan dengan ornamen Art Nouveau yang memukau.
Alas meja menggunakan marmer doff persegi berwarna abu-abu ukuran P.46,5 cm x L.25,5 cm merupakan pengaruh dari gaya The Dutch Colonial.
Balutan warna hitam memberi gairah baru pada suasana tempo doeloe.
Luar biasa rasanya, jika kita memiliki sebuah koleksi yang tidak berubah selama 90 tahun lebih.
Perabotan Art Nouveau Masa Lalu Dalam Masa Kini...
Gaya desainnya merupakan simbol kemewahan pada jaman dahulu yang bisa diasosiasikan juga dengan simbol kemewahan pada jaman sekarang. Status seseorang ditunjukkan melalui kualitas perabotan yang dipakai.
Selain otentik, desain standing kapstok ini mempunyai keindahan yang tidak lekang oleh perkembangan jaman, menampakkan ketepatan dalam perbandingan ukuran dan keseimbangan.
Koleksi standing kapstok bergaya Semarangan ini simpel dan kuat desainnya, banyak diterima oleh kalangan the have dan well-educated. Karakternya dianggap sempurna, maturity, bertahan lama dan klasik.
Mempunyai ukuran P.101 cm x L.28 cm x T.195 cm dengan model yang berkembang pada masa kolonial, menimbulkan suasana romantik dan menarik hati bagi siapa saja yang melihatnya. Mau ??SOLD OUT


























































