Kursi Nederlands Indie

Author: Kedai Barang Antik / Labels:

Perabot ini merujuk pada kelas masyarakat menengah atas, yang dahulu sempat prominen dimasanya. Bentuknya yang elegan, telah membawa pengaruh dan kesan khusus bagi para pemakai kursi-kursi tersebut.

Koleksi ini bahkan sudah hadir sejak negara ini masih berada di bawah pendudukan Belanda dan masih bernama Hindia Belanda, Nederlands Indie.

Kelangkaan, orisinilitas dan usianya yang lebih dari 100 tahun ini membuatnya semakin menarik.

Selain ergonomis, sudut kemiringan kursi menunjang kenyamanan.

Di zaman yang serbacanggih saat ini, kamera lawas atau jadoel tak pernah kehilangan pesonanya.

Pola geometris atau bunga ornamen sebuah sintesis dari budaya Timur dan Eropa.

Kayu tua memiliki patina indah dan terlihat benar-benar menakjubkan dalam originalitas.

Tekstur material dipertahankan seperti aslinya, menunjukkan proses alamiah yang terjadi pada perabotan tersebut.

Kayu jati masa lampau sangat kuat dan awet, serta tidak mudah berubah bentuk oleh perubahan cuaca.

Semakin tua usia kayu, warnanya akan semakin matang dan lama-kelamaan muncul patina atau tekstur kayu.


Gaya Kolonial Bercita Rasa Indonesia...

Jika dilihat secara keseluruhan, desain kursi bergaya Indische ini sangat jauh dari kesan simple.Semuanya serba detail, ribet dan mahal.

Tapi kenyataannya, hingga kini gaya Eropa tetap memiliki nilai yang lebih sekaligus nilai historis yang tak mungkin dimiliki oleh gaya lain. Kelebihan lain dari kapstok antik tersebut adalah bisa masuk dalam segala style desain interior.

Dalam perjalanan waktu koleksi kapstok masa lampau warisan kemewahan gaya kolonial seperti ini perlahan mulai jarang ditemui. Berminat memilikinya.?SOLD OUT

Standing Meja Filter Air

Author: Kedai Barang Antik / Labels:

Dengan beberapa pengaturan sudut yang tepat, Anda akan mendapatkan sebuah penempatan pajangan yang dapat dinikmati oleh setiap mata yang memandang.

Perabot ini merujuk pada kelas masyarakat menengah atas, yang dahulu sempat prominen dimasanya.

Tentu barang lama yang secara kualitas jelas tidak diproduksi sembarangan. Hingga kini, perabotan kuno semacam ini semakin menyusut drastis.

Orang Belanda sangat menguasai dan mencintai karya-karya pertukangan hingga pada detail-detailnya.

Gayanya yang rumit, namun terkadang menyimpan makna tinggi bagi setiap orang yang melihatnya.

Bentuk konstruksi meja berciri khas Indisch atau disebut gaya Indo-Eropa.

Kesan klasik dan bentuknya yang unik cocok digunakan pada ruangan dengan gaya interior apapun sebagai centerpoint yang memukau dalam tataan interior.


Perabot Tua, Kian Bernilai...

Jika dilihat secara keseluruhan, desain meja standing bergaya kolonial ini sangat jauh dari kesan simpel. Langgam gaya Indies sebagai perpaduan budaya Belanda dan Jawa ditampilkan lewat kualitas bahan kayu dan detail tekstur pengerjaannya.

Kajian tentang motif, pola, warna dan bahan ragam hias sebagai bagian dari kebudayaan pada masa kolonial terutama pada rumah tinggal yang mencerminkan jati diri pemiliknya.

Pernik peninggalan Dutch East Indies yang mempunyai ukuran P.41cm x L.42,5cm x T.82 cm ini menjadi "point of interest" di sudut ruang.

Usia dan desain antiknya, menjadi daya pikat tersendiri. Dengan menghadirkan home decoration atau pernak-pernik seperti ini, suasana rumah bisa lebih terasa sejuk, teduh enak dilihat. Mau ?? SOLD OUT

Antique Wine Cabinet

Author: Kedai Barang Antik / Labels:

Tak sekedar pajangan, meski renta barang ini menyimpan banyak cerita tentang gambaran Indonesia pada jamannya. 

Kejujuran konstruksi, kekuatan garis, dan proporsi volume. Inilah karakteristik desain furniture dari era Dutch East Indies. 

Nyatanya lemari peti yang mempunyai ukuran P.63 cm x L.50 cm x T.45 cm ini bertahan lama, melintasi pergantian rezim dan abad.

Dalam perjalanan waktu gaya perabotan seperti ini perlahan mulai jarang ditemui.

Selain kesempurnaan bentuk dan proporsi juga memiliki daya tahan tinggi terhadap suhu dan cuaca tropis Hindia Belanda.

Para Meneer Belanda memang punya perhatian pada iklim tropis dengan pemilihan perabot, dan ternyata menggemari minuman dingin. 

Pada sisi lubang ini digunakan untuk tempat Ice bucket, yang disesuaikan dengan gaya desain negara asal mereka.

Tampak pada sisi kiri digunakan sebagai rak botol wine, yang dikontraskan dengan garis lurus.

Konstruksi penyangga pintu, Walaupun konvensional demikian kecermatan dan ketelitian tampak dengan standar keahlian tinggi.

Masih berfungsi sebagaimana mestinya, menciptakan kedalaman karakter.

Pola geometris atau bunga ornamen sebuah sintesis dari budaya Timur dan Eropa.

Kayu tua memiliki patina indah dan terlihat benar-benar menakjubkan dalam originalitas.


Garis Waktu Perabotan Indisch...

Hindia Belanda memang surga bagi para tuan dan nyonya Eropa karena semua telah tersedia dalam berbagai macam bentuknya. Mereka mendapatkan kemudahan dan juga membuat kehidupan mereka menjadi lebih santai dikarenakan pribumi yang terjajah.

Namun jika merunut sejarahnya, koleksi ini muncul saat nusantara sedang dalam masa penjajahan kolonial Belanda. Para Meneer Belanda memang punya perhatian pada iklim tropis dengan pemilihan perabot, dapat disimpulkan bahwa koleksi ini memang ditujukan untuk masyarakat kalangan menengah ke atas pada tahun 1920-an.

Tapi kenyataannya, hingga kini gaya Eropa tetap memiliki nilai yang lebih sekaligus nilai historis yang tak mungkin dimiliki oleh gaya lain. Kelebihan lain dari peti antik tersebut adalah bisa masuk dalam segala style desain interior. Mau ?? SOLD OUT

Pigura Dutch East Indies

Author: Kedai Barang Antik / Labels:

Melalui koleksi yang mempunyai ukuran P.58 cm x L.38 cm ini kita seolah diajak berkelana ke masa silam,  menguak kehidupan masyarakat Tionghoa Peranakan masa lampau. Eksotis !

Namun jika merunut sejarahnya, koleksi sepasang pigura kaca cembung ini muncul saat nusantara sedang dalam masa penjajahan kolonial Belanda.

Sepasang pigura masa lalu ini memperkuat kesan oriental dan terlihat glamour. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa koleksi ini memang ditujukan untuk masyarakat kalangan menengah ke atas.

Pengaruh Eropa dapat juga terlihat pada penggunaan motif dan ragam aplikasi warnanya. Kita bukan hanya menikmati aspek arkeologisnya, namun juga menciptakan sinergi unik untuk menarik perhatian.

Ternyata sentuhan motif kuno juga bisa menghadirkan citra mewah, usia dan desain antiknya menjadi daya pikat tersendiri.


Pigura Kaca Cembung : Eksotisme Gaya Oriental Di Bumi Nusantara...
 

Tidak dapat dilacak dengan pasti kapan pigura kayu potret diri ini dibuat, tapi diperkirakan sekitar tahun 1910 an. Pada masa itu pemerintah Belanda (Hindia Belanda) memberlakukan beberapa peraturan, yaitu Wijkenstelsel dan Passenstelsel.

Wijkenstelsel yaitu pemusatan permukiman komunitas Tionghoa dan etnik asing lainnya. Sementara peraturan Passenstelsel mengharuskan orang Tionghoa membawa kartu pas jalan jika mengadakan perjalanan keluar daerah.

Aturan Wijkenstelsel ini menciptakan pemukiman etnis Tionghoa atau pecinan di sejumlah kota besar di Hindia Belanda.

Kelengkapan aksesoris perabotan rumah tangga yang digunakan berbeda dari rakyat biasa sebagai manifestasi dari nilai-nilai budaya yang berlaku pada zaman itu. Dengan penempatan yang pas, sepasang pigura antik ini bisa tampil prima di tengah ruangan anda

Sepasang pigura masa lalu ini memperkuat kesan oriental dan terlihat glamour. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa koleksi ini memang ditujukan untuk masyarakat kalangan menengah ke atas. Tapi, sungguh, ketika pertama melihatnya saya seperti terlempar ke masa silam. Berminat ? SOLD OUT 

Kursi Semarangan Indo-Eropa

Author: Kedai Barang Antik / Labels:

Koleksi kursi bergaya Semarangan ini simpel dan kuat desainnya, banyak diterima oleh kalangan the have dan well-educated

Kursi ukuran 51 cm x 43 cm (T.48 cm / 93 cm). Karakternya dianggap sempurna, maturity, bertahan lama dan klasik. 

Material konstruksi bentuk lengkung yang digunakan adalah kayu jati bidang lebar dan kualitas baik pada masanya.

Banyak orang pula yang mengagumi konstruksi kursi kuno model ini, karena bahannya yang terbuat dari kayu jati solid, semuanya serba besar langsung tanpa sambungan.

Selain ergonomis, sudut kemiringan lengkung kursi menunjang kenyamanan. Sungguh menarik dan mengundang decak kagum.

Gaya Semarangan atau Art Nouveau kental dengan pengaruh Eropa, tak heran kalau seringkali terlihat mirip dengan gaya klasik.

Jika melihat kondisinya, perabotan Semarangan ini tampaknya barang warisan zaman turun temurun dan belum mau dipensiunkan.

Bahwa semua elemen pembentuk struktur kayu merupakan perwujudan gaya kolonial Belanda.

Kursi bergaya Semarangan ini merupakan barang yang sulit didapat, lebih unggul kualitas bahkan belum ada produk repro yang sejenis dibuat.


Menyusuri Jejak Kursi Semarangan...

Jika dicermati detail uliran mengular, lengkungan, garis-garis yang tegas, kompoisisi asimetrik serta pola yang berkelak-kelok pun menjadi ciri khas penandaan gaya ini.

Meski dianggap kuno dan ketinggalan zaman, namun pesonanya tetap memikat. Nuansa nostalgia pun terasa begitu kuat. Perabotan furniture masa lampau yang pernah menjadi ikon zaman tetap masih digemari.

Anda dapat mengaplikasikannya di tempat-tempat favorit, terlebih pada rumah tinggal anda. Bendera kolonial tak lagi berkibar, zaman boleh berganti, namun perabotan tua masih dibutuhkan dan digemari orang hingga abad ini. Mau ?? SOLD OUT

Van der Pol Bookcase Cabinet

Author: Kedai Barang Antik / Labels:

Salah satu kelebihan Van der Pol Bookcase Cabinet berukuran T.113 cm x P.88 cm x L.52 cm ini terletak pada originalitasnya. Dengan bidang kayu jati lebar, kokoh, tua dan cukup berat. Nuansa nostalgia pun terasa begitu kuat. 

Keindahan desain Van der Pol Bookcase Cabinet ini masih menarik untuk dinikmati hingga kini. Kita bisa menggali lagi kenangan dan sejarah yang tak lekang oleh masa.

Aplikasi warna natural bertekstur serat kayu, membawa kesan sederhana, tetapi justru indah. 

Lemari pajang buku era kolonial yang memilih materialnya dengan selektif dan berkelas. Bahkan sampai detail dengan bentuk-bentuk geometris.

Konstruksi lengkung kayu solid lembaran, tak hanya dianggap klasik namun sekaligus memiliki citarasa seni. 

Walau dari teakwood lama, koleksi ini masih cantik untuk ditampilkan. Anda akan merasakan nuansa masa lalu yang unik di dalamnya.

Gradasi warnanya berbeda dengan warna mengkilap pada lemari replika. Selain itu, struktur kayu jati bidang lebarpun lebih kuat dan tak mudah pecah.

Selain ergonomis, menampakkan ketepatan dalam perbandingan ukuran dan keseimbangan.

Elemen-elemen bergaya vernakular Belanda yang banyak digunakan dalam perabotan kolonial Hindia Belanda antara tahun 1900 sampai tahun 1920-an.

Kunci lemari terbuat dari kuningan dengan ornamen yang memukau dan masih berfungsi baik.


Perpustakaan Pribadi di Rumah...

Memiliki perpustakaan pribadi adalah hal yang sangat menyenangkan. Anda bisa menaruh dan mengkoleksi buku-buku tersebut dan tentunya terlihat rapi apabila ditata dengan benar.

Sayang berburu lemari buku semacam itu, bukanlah perkara mudah. Tak banyak yang tersisa dari lemari Van der Pol kuno ini.

Buatlah perpustakaan tersebut menjadi nyaman. Letakkan pula meja kecil di depan untuk menaruh teh atau kopi. Membaca buku sambil menikmati teh hangat tentu membuat atmosfer membaca lebih asyik. Perpustakaan pribadi ini bisa menjadi salah satu tempat menghabiskan waktu yang nyaman.  

Saking diburunya, kini banyak beredar replika atau tiruannya. Ah, gampang dibedakan. Desain duplikat, bahan kayu jati tidak sekokoh aslinya. Pahatannya pun lebih kasar.

Pendek kata, koleksi Van der Pol Bookcase Cabinet ini sulit dicari tandingannya. Just marvelous design. Berminat memilikinya ? SOLD OUT

Thonet Bentwood Chair

Author: Kedai Barang Antik / Labels:

Michael Thonet (2 Juli 1796 – 3 Maret 1871) membuat furniture kursi yang memiliki terobosan atau inovasi baru di dunia furniture kala itu. 

Ia mulai menemukan komposisi lem yang kuat untuk konstruksi join antar komponennya dan yang paling mengagumkan saat itu.

Bentuknya yang elegan, telah membawa pengaruh dan kesan khusus bagi para pemakai kursi-kursi tersebut.

Gayanya yang rumit, namun terkadang menyimpan makna tinggi bagi setiap orang yang melihatnya.

Membentuk lengkung dari material kayu eiken dengan menggunakan uap panas, disebut dengan teknik "Bentwood".

Timeless Design Dari Michael Thonet

Sekian lama dijajah oleh Belanda, meninggalkan jejak yang tak pernah hilang, sampai sekarang. Salah satunya pada desain perabotan interior dan arsitektur. Gaya kolonial, demikian kita sering menyebutnya. Gaya kolonial kental dengan pengaruh Eropa, tak heran kalau seringkali terlihat mirip dengan gaya klasik.

Michael Thonet (2 Juli 1796 – 3 Maret 1871) membuat furniture kursi yang memiliki terobosan atau inovasi baru di dunia furniture kala itu. Ia mulai menemukan komposisi lem yang kuat untuk konstruksi join antar komponennya dan yang paling mengagumkan saat itu, ia sudah bisa membentuk lengkung dari material kayu dengan menggunakan uap panas.

Inovasi tersebut menghasilkan desain kursi yang belum pernah ada sebelumnya. Kursi yang sederhana, elegant, lebih ringan, nyaman, dan tahan lama.

Desain kursi buatan Michael Thonet tersebut memang istimewa dan menjadi desain yang mendunia hingga saat ini. Kelebihan lain dari desain kursi tersebut adalah bisa masuk dalam segala style desain interior.

Seperti kebanyakkan kursi masa itu yang digunakan di Belanda dan Perancis pada abad ke-17 hingga abad ke-18 yang terbuat dari kayu eiken dan biasanya bersandarkan dan dudukan anyaman rotan.

Kayu eiken sulit ditemukan dan harganya sangat mahal dan diolah dengan cara pemanasan dan pembentukan, disebut dengan teknik "bentwood" bentuknya yang elegan, telah membawa pengaruh dan kesan khusus bagi para pemakai kursi-kursi tersebut.

Kayu eiken yang bisa memberikan nilai estetika tinggi. Jika anda cermati kursi kayu solid melengkung dan teknik sambungan knock down material berharga dan eksotik sehingga mebel ini sangat mahal dan hanya dimiliki orang kaya. Tertarik memilikinya ? SOLD OUT