Jika dilihat semua seperti tak berubah, walau usianya hampir 100 tahun lalu. Dari segi tampilan, pernik lampu meja arsitek masa Hindia Belanda kental dengan desain yang unik dan berkarakter.
Lampu Indische peninggalan Dutch East Indies ini sudah jarang ditemui dan tak lebih dari hitungan jari. Pesonanya tetap memikat, masih cantik untuk ditampilkan dan menjadi "point of interest" di tengah-tengah ruang.
Sehingga sampai kini pun kondisinya tidak berubah, sungguh memikat bagi siapa saja yang melihatnya. Sangat kokoh dan tidak berubah hingga sekarang, masih terasa jejak-jejaknya walau sudah tergerus arus zaman dan waktu.
Lampu Indische ini memiliki tampilan yang dibiarkan apa adanya, sekaligus bisa merekam ulang era masa keemasannya menerangi ruang baca milik Meneer Belanda.
Selain kesempurnaan bentuk dan proporsi juga memiliki daya tahan tinggi terhadap suhu dan cuaca tropis Hindia Belanda. Bagian porselen ada yang cacat, memperlihatkan betapa lamanya benda tersebut.
Pernik antik yang bernuansa zaman kolonial era Hindia Belanda, menonjolkan sisi yang mengombinasikan keelokan dan efisiensi. Pada bagian bawah terdapat alat penjepit untuk meja gambar arsitek.
Originalitas menjadi jaminan bagi karya seni dari masa lalu yang layak untuk dikoleksi. Tampak beberapa bagian yang kusam karena termakan usia, tetapi kecantikannya tak pernah pudar.
Bagian dasar lampu klasik ini memiliki plat besi tebal sebagai penopang untuk menjamin stabilitas. Sangat kokoh dan tidak berubah hingga sekarang, bahkan ada kode produk " NEDERL. OCTR. Nr. 42552 " dan masih terasa jejak-jejaknya walau sudah tergerus arus zaman dan waktu.
Pada bagian sisi depan penjepit terlihat kode nomer seri registrasi inventaris I N V : 6 6 0 4 5 8 sebagai pertanda barang tersebut peninggalan kantor pemerintahan era Dutch East Indies.
Masih berfungsi baik. Sungguh suatu selera lampu bergaya Indische yang penuh cita rasa ini simpel dan kuat desainnya, banyak diterima oleh kalangan the have dan well-educated.
Material konstruksi kabel merupakan kualitas baik pada masanya, seolah bisa memutar waktu 100 tahun yang lampau.
Foto ini kita bisa melihat lagi bagaimana situasi masa lalu dalam kurun waktu 1905-1915, mengajak anda membuka ingatan tentang zaman kolonial dulu. Sebuah potret masa lampau, menjadi daya tarik dari masa ke masa. Sejarah mengajarkan wisdom...
Lampu Baca Citarasa Kolonial...
Lampu penerangan jaman dulu model seperti ini diperkenalkan di Indonesia sekitar tahun 1900 an. Lampu ini menjadi penanda kelas sosial pada masyarakat kolonial yang dibeda-bedakan berdasarkan ras dan status sosial.
Koleksi lampu semacam ini umumnya menghias bangunan rumah peristirahatan, yang lazim disebut landhuis dengan patron Belanda. Fungsinya pun tak hanya untuk lampu baca namun juga sebagai penerang ruangan, intensitas cahayanya pun disesuaikan dengan dimensi ruang.
Kini lampu jenis ini tentu saja sudah jarang kita temui, membawa sensasi tersendiri bagi mereka yang mereka yang mampu mengapresiasi keindahan koleksi tempo doeloe.
Selektif dan berkelas, tak hanya dianggap klasik namun sekaligus memiliki citarasa seni. Mencerminkan simbol kekuasaan, status sosial, gaya hidup, cara berpikir masyarakat tempo doeloe dan kebesaran penguasa saat itu.
Pada masa lampau kuningan menjadi bahan yang banyak dipilih sebagai barang pakai yang mahal dan eksklusif karena pemakaianya hanya terbatas di kalangan kerajaan dan bangsawan.
Lampu meja arsitek klasik ini dengan kode produk registrasi yang memiliki reputasi baik," NEDERL. OCTR. Nr. 42552 " yang mempunyai ukuran P.14 cm x L.10 cm x T.45 cm (diameter kap 16 cm) itu kini merupakan collector’s item yang berharga di pasar benda-benda antik.
Jenis pernik perabot Meneer Belanda periode awal tahun 1910-an ini menjadi langka di tingkat yang mengkhawatirkan, hampir mustahil untuk menemukan dalam kondisi baik dan utuh seperti ini. Tertarik memilikinya ??? SOLD OUT
Lampu Indische peninggalan Dutch East Indies ini sudah jarang ditemui dan tak lebih dari hitungan jari. Pesonanya tetap memikat, masih cantik untuk ditampilkan dan menjadi "point of interest" di tengah-tengah ruang.
Sehingga sampai kini pun kondisinya tidak berubah, sungguh memikat bagi siapa saja yang melihatnya. Sangat kokoh dan tidak berubah hingga sekarang, masih terasa jejak-jejaknya walau sudah tergerus arus zaman dan waktu.
Lampu Indische ini memiliki tampilan yang dibiarkan apa adanya, sekaligus bisa merekam ulang era masa keemasannya menerangi ruang baca milik Meneer Belanda.
Selain kesempurnaan bentuk dan proporsi juga memiliki daya tahan tinggi terhadap suhu dan cuaca tropis Hindia Belanda. Bagian porselen ada yang cacat, memperlihatkan betapa lamanya benda tersebut.
Pernik antik yang bernuansa zaman kolonial era Hindia Belanda, menonjolkan sisi yang mengombinasikan keelokan dan efisiensi. Pada bagian bawah terdapat alat penjepit untuk meja gambar arsitek.
Originalitas menjadi jaminan bagi karya seni dari masa lalu yang layak untuk dikoleksi. Tampak beberapa bagian yang kusam karena termakan usia, tetapi kecantikannya tak pernah pudar.
Bagian dasar lampu klasik ini memiliki plat besi tebal sebagai penopang untuk menjamin stabilitas. Sangat kokoh dan tidak berubah hingga sekarang, bahkan ada kode produk " NEDERL. OCTR. Nr. 42552 " dan masih terasa jejak-jejaknya walau sudah tergerus arus zaman dan waktu.
Pada bagian sisi depan penjepit terlihat kode nomer seri registrasi inventaris I N V : 6 6 0 4 5 8 sebagai pertanda barang tersebut peninggalan kantor pemerintahan era Dutch East Indies.
Masih berfungsi baik. Sungguh suatu selera lampu bergaya Indische yang penuh cita rasa ini simpel dan kuat desainnya, banyak diterima oleh kalangan the have dan well-educated.
Material konstruksi kabel merupakan kualitas baik pada masanya, seolah bisa memutar waktu 100 tahun yang lampau.
Foto ini kita bisa melihat lagi bagaimana situasi masa lalu dalam kurun waktu 1905-1915, mengajak anda membuka ingatan tentang zaman kolonial dulu. Sebuah potret masa lampau, menjadi daya tarik dari masa ke masa. Sejarah mengajarkan wisdom...
Lampu Baca Citarasa Kolonial...
Lampu penerangan jaman dulu model seperti ini diperkenalkan di Indonesia sekitar tahun 1900 an. Lampu ini menjadi penanda kelas sosial pada masyarakat kolonial yang dibeda-bedakan berdasarkan ras dan status sosial.
Koleksi lampu semacam ini umumnya menghias bangunan rumah peristirahatan, yang lazim disebut landhuis dengan patron Belanda. Fungsinya pun tak hanya untuk lampu baca namun juga sebagai penerang ruangan, intensitas cahayanya pun disesuaikan dengan dimensi ruang.
Kini lampu jenis ini tentu saja sudah jarang kita temui, membawa sensasi tersendiri bagi mereka yang mereka yang mampu mengapresiasi keindahan koleksi tempo doeloe.
Selektif dan berkelas, tak hanya dianggap klasik namun sekaligus memiliki citarasa seni. Mencerminkan simbol kekuasaan, status sosial, gaya hidup, cara berpikir masyarakat tempo doeloe dan kebesaran penguasa saat itu.
Pada masa lampau kuningan menjadi bahan yang banyak dipilih sebagai barang pakai yang mahal dan eksklusif karena pemakaianya hanya terbatas di kalangan kerajaan dan bangsawan.
Lampu meja arsitek klasik ini dengan kode produk registrasi yang memiliki reputasi baik," NEDERL. OCTR. Nr. 42552 " yang mempunyai ukuran P.14 cm x L.10 cm x T.45 cm (diameter kap 16 cm) itu kini merupakan collector’s item yang berharga di pasar benda-benda antik.
Jenis pernik perabot Meneer Belanda periode awal tahun 1910-an ini menjadi langka di tingkat yang mengkhawatirkan, hampir mustahil untuk menemukan dalam kondisi baik dan utuh seperti ini. Tertarik memilikinya ??? SOLD OUT

