Tak ada yang keberatan, tak ada pula yang menduga bahwa di kemudian hari, perabot "Boscha Indische" ini melegenda. Salah satu yang paling jadi primadona kolektor, bernilai sejarah dan terbatas jumlahnya.
Tampak pada sisi belakang buffet, penyimpanan dan perawatan menentukan keawetannya, sebab membeli langsung dari pemilik atau pewarisnya. Otentik memanfaatkan kualitas kayu jati solid menjadi jaminan bagi karya seni dari masa lalu yang layak untuk dikoleksi.
Material konstruksi panel papan yang digunakan adalah kayu jati bidang lebar utuh lembaran dan kualitas baik pada masanya. Kayu jati masa lampau sangat kuat dan awet, serta tidak mudah berubah bentuk oleh perubahan cuaca.
Ornamen dekoratif yang atraktif masih dibiarkan seperti aslinya. Dari segi tampilan, benda lawas kental dengan desain yang unik dan berkarakter.
Eksploitasi material papan kayu jati bidang lebar 1 lembaran utuh tanpa sambungan, kualitas yang terjaga dalam originalitas. Untuk menciptakan keawetan, material panel lambung meja dibuat dari papan kayu solid.
Tampak jelas terlihat pembedaan gradasi yang timbul akibat efek iklim tropis yang berlangsung selama puluhan tahun, menunjukkan proses alamiah yang terjadi pada perabotan tersebut.
Perpaduan sisi praktis yang ditampilkan melalui pembagian area penyimpanan pada dalam laci.
Nuansa gaya perabot Indische sangat terasa dari segi bentuk yang atraktif masih dibiarkan seperti aslinya.
Laci pada kedua sisinya terdapat papan penutup sliding (digeser). Bentuk fungsional yang mengombinasikan keelokan dan efisiensi, sebagai akibat dari prinsip bentuk mengikuti fungsi (form follows function)
Elemen-elemen bergaya vernakular Belanda yang banyak digunakan dalam perabotan kolonial Hindia Belanda antara tahun 1900 sampai tahun 1910-an.
Memperlihatkan aspek seni ukir era Vereegnide Oost Indische Compagnie (V.O.C) dengan bentuk streamline (terlihat langsing dan kurus). Walaupun konvensional demikian kecermatan dan ketelitian tampak dengan standar keahlian tinggi.
Kunci berfungsi dengan baik. Ornamen seperti tak berubah, meskipun kasar namun menunjukkan proses alamiah yang terjadi pada perabotan tersebut.
Motif ornamen ukir bidadari populer pada abad pertengahan dan dipakai sebagai sumber acuan simbol-simbol yang dipakai dalam berbagai karya seni pada masa itu.
Elemen-elemen bergaya vernakular Belanda menjadi gaya bentuk yang tak lekang dimakan waktu. Sampai kini pun kondisinya tidak berubah, sungguh memikat bagi siapa saja yang melihatnya. Just marvelous design.
Tampak beberapa bagian ornamen ukiran yang kusam karena termakan usia, tetapi kecantikannya tak pernah pudar. Semakin tua usia kayu, warnanya akan semakin matang dan lama-kelamaan muncul patina atau tekstur kayu.
Pada bagian dalam buffet terdapat 1 rak papan tundan kayu. Tiap perubahan jaman, desain dari furniture dapat berubah dan memiliki fungsi yang berbeda-beda.
Perabotan antik yang bernuansa zaman kolonial Belanda. Menonjolkan sisi yang mengombinasikan keelokan dan efisiensi.
Bentuk kaki penopang lemari kabinet berciri khas klasik dengan tiang berbentuk botol. Inilah karakteristik desain perabotan bergaya Bosscha dalam kehidupan sosial masyarakat pada masa itu.
Dalam kurun waktu 1905-1915, pemilihan perabotan rumah tangga meramaikan ekstravagansa masyarakat Indies. Era itu disebut sebagai masa keemasan eksotik Hindia Belanda.
Merekam Sejarah Lewat Koleksi Perabot Feodal....
Sekian lama dijajah oleh Belanda, meninggalkan jejak yang tak pernah hilang, sampai sekarang. Salah satunya pada desain perabotan interior dan arsitektur. Gaya kolonial, demikian kita sering menyebutnya.
Mungkin, perabot tua ini tak menarik bagi para sebagian orang yang biasanya mencitrakan sebuah perabotan modern kekinian namun, di mata kolektor perabot Dutch East Indies, gaya yang sering disebut " BOSSCHA " melekat dengan elegan di perabot tua ini menjadi magnet yang mempunyai pesona tersendiri.
Nuansa Hindia Belanda sangat terasa dari segi bentuk dan ornamen yang masih dibiarkan seperti aslinya.
Sekilas saja melihatnya, anda pasti setuju bahwa perabotan ini memiliki sentuhan sisa peninggalan Hindia Belanda dan membongkar memori masa lampau.
Luar biasa rasanya, jika kita memiliki sebuah koleksi yang tidak berubah selama 100 tahun lebih. Kedalaman nilai sejarah, kenangan, dan apresiasi membawa kesadaran untuk mengkoleksi timbangan masa Hindia Belanda ini.
Sebuah perabot Buffet Indische Boscha merupakan original peninggalan kolonial pada era Dutch East Indies, sebagai simbol kekuasaan, status sosial, dan kebesaran penguasa saat itu. Salah satu yang paling jadi primadona kolektor, bernilai sejarah dan terbatas jumlahnya.
Kehadiran koleksi perabotan masa Dutch East Indies ini bisa memeriahkan tatanan ruang tamu anda. Kelebihan lain dari buffet yang mempunyai ukuran P.110 cm x L.61 cm x T.125 cm (100 cm) tersebut bisa masuk dalam segala style desain interior.
Dengan beberapa pengaturan sudut yang tepat, Anda akan mendapatkan sebuah penempatan pajangan yang dapat dinikmati oleh setiap mata yang memandang. Berminat ?? SOLD OUT
Tampak pada sisi belakang buffet, penyimpanan dan perawatan menentukan keawetannya, sebab membeli langsung dari pemilik atau pewarisnya. Otentik memanfaatkan kualitas kayu jati solid menjadi jaminan bagi karya seni dari masa lalu yang layak untuk dikoleksi.
Material konstruksi panel papan yang digunakan adalah kayu jati bidang lebar utuh lembaran dan kualitas baik pada masanya. Kayu jati masa lampau sangat kuat dan awet, serta tidak mudah berubah bentuk oleh perubahan cuaca.
Ornamen dekoratif yang atraktif masih dibiarkan seperti aslinya. Dari segi tampilan, benda lawas kental dengan desain yang unik dan berkarakter.
Eksploitasi material papan kayu jati bidang lebar 1 lembaran utuh tanpa sambungan, kualitas yang terjaga dalam originalitas. Untuk menciptakan keawetan, material panel lambung meja dibuat dari papan kayu solid.
Tampak jelas terlihat pembedaan gradasi yang timbul akibat efek iklim tropis yang berlangsung selama puluhan tahun, menunjukkan proses alamiah yang terjadi pada perabotan tersebut.
Perpaduan sisi praktis yang ditampilkan melalui pembagian area penyimpanan pada dalam laci.
Nuansa gaya perabot Indische sangat terasa dari segi bentuk yang atraktif masih dibiarkan seperti aslinya.
Laci pada kedua sisinya terdapat papan penutup sliding (digeser). Bentuk fungsional yang mengombinasikan keelokan dan efisiensi, sebagai akibat dari prinsip bentuk mengikuti fungsi (form follows function)
Elemen-elemen bergaya vernakular Belanda yang banyak digunakan dalam perabotan kolonial Hindia Belanda antara tahun 1900 sampai tahun 1910-an.
Memperlihatkan aspek seni ukir era Vereegnide Oost Indische Compagnie (V.O.C) dengan bentuk streamline (terlihat langsing dan kurus). Walaupun konvensional demikian kecermatan dan ketelitian tampak dengan standar keahlian tinggi.
Kunci berfungsi dengan baik. Ornamen seperti tak berubah, meskipun kasar namun menunjukkan proses alamiah yang terjadi pada perabotan tersebut.
Motif ornamen ukir bidadari populer pada abad pertengahan dan dipakai sebagai sumber acuan simbol-simbol yang dipakai dalam berbagai karya seni pada masa itu.
Elemen-elemen bergaya vernakular Belanda menjadi gaya bentuk yang tak lekang dimakan waktu. Sampai kini pun kondisinya tidak berubah, sungguh memikat bagi siapa saja yang melihatnya. Just marvelous design.
Tampak beberapa bagian ornamen ukiran yang kusam karena termakan usia, tetapi kecantikannya tak pernah pudar. Semakin tua usia kayu, warnanya akan semakin matang dan lama-kelamaan muncul patina atau tekstur kayu.
Pada bagian dalam buffet terdapat 1 rak papan tundan kayu. Tiap perubahan jaman, desain dari furniture dapat berubah dan memiliki fungsi yang berbeda-beda.
Perabotan antik yang bernuansa zaman kolonial Belanda. Menonjolkan sisi yang mengombinasikan keelokan dan efisiensi.
Bentuk kaki penopang lemari kabinet berciri khas klasik dengan tiang berbentuk botol. Inilah karakteristik desain perabotan bergaya Bosscha dalam kehidupan sosial masyarakat pada masa itu.
Dalam kurun waktu 1905-1915, pemilihan perabotan rumah tangga meramaikan ekstravagansa masyarakat Indies. Era itu disebut sebagai masa keemasan eksotik Hindia Belanda.
Merekam Sejarah Lewat Koleksi Perabot Feodal....
Sekian lama dijajah oleh Belanda, meninggalkan jejak yang tak pernah hilang, sampai sekarang. Salah satunya pada desain perabotan interior dan arsitektur. Gaya kolonial, demikian kita sering menyebutnya.
Mungkin, perabot tua ini tak menarik bagi para sebagian orang yang biasanya mencitrakan sebuah perabotan modern kekinian namun, di mata kolektor perabot Dutch East Indies, gaya yang sering disebut " BOSSCHA " melekat dengan elegan di perabot tua ini menjadi magnet yang mempunyai pesona tersendiri.
Nuansa Hindia Belanda sangat terasa dari segi bentuk dan ornamen yang masih dibiarkan seperti aslinya.
Sekilas saja melihatnya, anda pasti setuju bahwa perabotan ini memiliki sentuhan sisa peninggalan Hindia Belanda dan membongkar memori masa lampau.
Luar biasa rasanya, jika kita memiliki sebuah koleksi yang tidak berubah selama 100 tahun lebih. Kedalaman nilai sejarah, kenangan, dan apresiasi membawa kesadaran untuk mengkoleksi timbangan masa Hindia Belanda ini.
Sebuah perabot Buffet Indische Boscha merupakan original peninggalan kolonial pada era Dutch East Indies, sebagai simbol kekuasaan, status sosial, dan kebesaran penguasa saat itu. Salah satu yang paling jadi primadona kolektor, bernilai sejarah dan terbatas jumlahnya.
Kehadiran koleksi perabotan masa Dutch East Indies ini bisa memeriahkan tatanan ruang tamu anda. Kelebihan lain dari buffet yang mempunyai ukuran P.110 cm x L.61 cm x T.125 cm (100 cm) tersebut bisa masuk dalam segala style desain interior.
Dengan beberapa pengaturan sudut yang tepat, Anda akan mendapatkan sebuah penempatan pajangan yang dapat dinikmati oleh setiap mata yang memandang. Berminat ?? SOLD OUT

