Pada umumnya papan liyan China Peranakan seperti ini dimiliki oleh golongan kaya dan berpengaruh (ketokohan) sebagai parameter sekaligus mengekspresikan kemapanan pemilik.
Papan liyan kuno yang mempunyai ukuran P.110 cm dan L.56 cm ini punya standart kualitas sendiri. Nuansa nostalgia China Peranakan pun terasa begitu kuat.
Nuansa China Peranakan sangat terasa dari segi bentuk pahatan, ornamen dekoratif yang masih dibiarkan seperti aslinya.Pembuatannya secara konvensional, tidak pabrikan tapi satu persatu.
Dekorasi ukiran ornamen profil semuanya dilakukan dengan memahat langsung pada selembar permukaan bidang kayu jati bukan berupa tempelan.
Nampak tatahan ukir huruf yang diterakan, sebagai garansi dari kehalusan dengan kesempurnaan pengerjaan.
Kayu tua memiliki patina indah dan terlihat benar-benar menakjubkan dalam originalitas.
Bagi anda yang tidak terlalu memikirkan makna sebuah syair filosofis Tionghoa, memajang papan liyan bisa mempercantik tampilan ruangan.
Papan Liyan Antik: Eksotika Budaya Tionghoa...
Bisa juga dikatakan bahwa orang-orang Tionghoa masa kini adalah kepanjangan tangan dari komunitas Tionghoa pada masa lalu.
Koleksi sepasang papan liyan masa lampau tersebut memang tak berasal dari China, namun yang pasti pernah dipergunakan oleh keluarga China Peranakan dan berusia puluhan tahun.
Kaligrafi semuanya dilakukan dengan memahat langsung pada selembar permukaan bidang kayu jati bukan berupa tempelan.
Tak sekedar pajangan, meski renta kaligrafi huruf " FU LOU SHOU " yang bermakna Keberuntungan (FU), Kekayaan (LOU), dan Panjang Umur (Shou) ini menyimpan banyak cerita tentang gambaran Indonesia pada jamannya.
Koleksi papan liyan masa lampau ini merupakan jejak sejarah yang merekam bentuk eksotisme nilai paduan gaya tradisional Tionghoa di bumi Nusantara pada masa kolonialisme. SOLD OUT
Papan liyan kuno yang mempunyai ukuran P.110 cm dan L.56 cm ini punya standart kualitas sendiri. Nuansa nostalgia China Peranakan pun terasa begitu kuat.
Nuansa China Peranakan sangat terasa dari segi bentuk pahatan, ornamen dekoratif yang masih dibiarkan seperti aslinya.Pembuatannya secara konvensional, tidak pabrikan tapi satu persatu.
Dekorasi ukiran ornamen profil semuanya dilakukan dengan memahat langsung pada selembar permukaan bidang kayu jati bukan berupa tempelan.
Nampak tatahan ukir huruf yang diterakan, sebagai garansi dari kehalusan dengan kesempurnaan pengerjaan.
Kayu tua memiliki patina indah dan terlihat benar-benar menakjubkan dalam originalitas.
Bagi anda yang tidak terlalu memikirkan makna sebuah syair filosofis Tionghoa, memajang papan liyan bisa mempercantik tampilan ruangan.
Papan Liyan Antik: Eksotika Budaya Tionghoa...
Bisa juga dikatakan bahwa orang-orang Tionghoa masa kini adalah kepanjangan tangan dari komunitas Tionghoa pada masa lalu.
Koleksi sepasang papan liyan masa lampau tersebut memang tak berasal dari China, namun yang pasti pernah dipergunakan oleh keluarga China Peranakan dan berusia puluhan tahun.
Kaligrafi semuanya dilakukan dengan memahat langsung pada selembar permukaan bidang kayu jati bukan berupa tempelan.
Tak sekedar pajangan, meski renta kaligrafi huruf " FU LOU SHOU " yang bermakna Keberuntungan (FU), Kekayaan (LOU), dan Panjang Umur (Shou) ini menyimpan banyak cerita tentang gambaran Indonesia pada jamannya.
Koleksi papan liyan masa lampau ini merupakan jejak sejarah yang merekam bentuk eksotisme nilai paduan gaya tradisional Tionghoa di bumi Nusantara pada masa kolonialisme. SOLD OUT

