Traytafel Indische

Author: Kedai Barang Antik / Labels:

Perabotan Indies ini patut disyukuri karena masih berfungsi dengan baik dan utuh yang dapat menceritakan masa lalu.

Furniture yang ada pada masa lampau juga dipengaruhi oleh arsitektur yang berkembang saat itu yaitu The Empire Style.

Walaupun konvensional demikian kecermatan dan ketelitian tampak dengan standar keahlian tinggi. Koleksi ini memiliki latar belakang historis yang dipengaruhi oleh budaya Eropa masa lampau.

Originalitas menjadi jaminan bagi karya seni dari masa lalu yang layak untuk dikoleksi.

Sudah diakui bahwa gaya Eropa memiliki kekhasan sendiri sekaligus memperlihatkan estetika, dengan ornamen-ornamen indah semakin menambah kesan klasik yang dimilikinya.

Model Traytafel Indische (meja nampan) ini juga terlihat indah untuk penempatan ruang dengan desain formal, kasual, tradisional, ataupun modern.

Disaat bangsa Eropa mulai membaur dengan masyarakat Hindia Belanda, kebudayaan Indies mulai tampak dengan adanya bentuk perabot yang mirip dengan gaya desain negara asal mereka.

Jenis pernik perabot noni Belanda periode awal tahun 1920-an ini menjadi langka di tingkat yang mengkhawatirkan, hampir mustahil untuk menemukan dalam kondisi baik dan utuh seperti ini.


Sensasi Perabot Abad Pertengahan...

Hindia Belanda memang surga bagi para tuan dan nyonya Eropa karena semua telah tersedia dalam berbagai macam bentuknya.

Mereka mendapatkan kemudahan dan juga membuat kehidupan mereka menjadi lebih santai dikarenakan pribumi yang terjajah.

Kelangkaannya yang bikin bernilai dan koleksi ini memiliki nilai tinggi. Sebagai perabotan berharga oleh schatter alias juru taksir. GOUVERNEMENTS PANDHUIS - KANTOR GADE GOUVERNEMENTS artinya rumah gadai pemerintahan (Hindia Belanda)

Dalam perjalanan waktu koleksi warisan kemewahan gaya kolonial seperti ini perlahan mulai jarang ditemui,
sehingga saya kini semakin berhati-hati menyimpannya.

Ia seolah bentangan jalan menuju masa lalu yang megah dengan karya seni tinggi. Kondisi yang sangat terawat baik, biasanya menunjukkan bahwa koleksi ini telah disimpan dengan sangat baik untuk waktu yang sangat lama. Mempunyai ukuran P.90 cm x L.50 cm x T.75 cm

Koleksi Traytafel Indische (meja nampan) bernuansa Eropa masa lampau bisa tampil trendi. Kehadirannya akan memeriahkan meja tamu anda.

Ingin mengadakan pesta kecil di rumah? Koleksi ini bisa menjadi salah satu pilihan, untuk menceriakan suasana. pernik pemanis ruangan yang unik dan berkarakter.

Kursi Batavia (Hindia Belanda)

Author: Kedai Barang Antik / Labels:

Nyaman, walau tanpa busa empuk, kursi ini bila diduduki sangat nyaman. Nuansa nostalgia tergali kembali, melihat koleksi pernik perabotan rumah tangga yang menjadi saksi zaman tersebut.

Sekian lama dijajah oleh Belanda, meninggalkan jejak yang tak pernah hilang, sampai sekarang. Tak ada yang keberatan, tak ada pula yang menduga bahwa di kemudian hari, kursi bergaya Batavia ini melegenda.

Memanfaatkan kualitas kayu jati solid bidang lengkung yang lebar, hal itu dapat dilihat pada alas duduk dan sandaran tangan kursi. 

Proporsi badan dan posisi sandar sangat diperhitungkan. Kursi dengan sandaran setengah melingkar atau U-form berciri khas Indisch seperti ini, perlahan mulai jarang ditemui.

Selain ergonomis, sudut kemiringan kursi menunjang kenyamanan. Proporsi badan dan posisi sandar sangat diperhitungkan.

Karakternya dianggap sempurna, maturity, bertahan lama dan klasik.

Material yang digunakan adalah kayu jati, pada sandaran dan dudukan kursi terdapat anyaman rotan yang simetris.

Di sini terlihat sekali akulturasi gaya ekspresi peradaban Eropa dan karakter pesisiran Jawa.

Desain meja memiliki sentuhan cita rasa seni menjadi daya tarik dari masa ke masa, dan masih cantik untuk ditampilkan.

Bentuk konstruksi meja berciri khas Indisch atau disebut gaya Indo-Eropa.

Pengaruh Eropa dapat juga terlihat pada penggunaan 4 sisi keramik motif flora dan ragam aplikasi warnanya.

Alas meja menggunakan marmer doff bundar dengan diameter 70 cm merupakan pengaruh dari gaya The Dutch Colonial.

Satu set kursi tamu era Dutch East Indies ini memiliki gaya desain Batavia pada abad ke 18 dimana gaya desain Batavia ini merupakan original dari Eropa, jadi bisa disebut sebagai gaya desain kolonial yang masuk ke Indonesia.

Dalam foto tersebut kita bisa melihat lagi bagaimana situasi masa lalu, keterlibatan pribumi ini adalah sebagai obyek terpotret, sebagai bagian dari properti kolonial. Mereka berdiri di kejauhan, disertai ketakjuban juga ketakutan.


Kursi Betawi Hindia Belanda : Bukan Kuno, Ini Klasik!

Tiap perubahan jaman, desain dari furniture dapat berubah dan memiliki fungsi yang berbeda-beda. Tapi kenyataannya, hingga kini gaya Eropa pada kursi Batavia ini tetap memiliki nilai lebih yang tak mungkin dimiliki oleh gaya lain.

Kelebihan lain dari kursi tamu Batavia tersebut adalah bisa masuk dalam segala style desain interior. Sungguh warisan masa lampau yang berharga, yang dahulu sempat prominen dimasanya.

Menempatkan perabotan kursi tamu ini dalam komposisi yang formal, dapat menghasilkan suasana tenang juga mempunyai aura yang sanggup menahan keabadian.

Kesan klasik dan bentuknya yang unik cocok digunakan pada ruangan dengan gaya interior apapun sebagai centerpoint yang memukau dalam tataan interior.

Perabotan kolonial kota Batavia (Jakarta) merupakan sumber yang tak ada habis-habisnya untuk ditulis dan dikaji.

Banyak perabotan gaya desain Batavia tercecer yang belum diungkapkan. Terutama dalam kurun waktu tertentu, masih tersimpan baik oleh pemiliknya.

Dan bagi para pecinta barang antik koleksi ini di klasifikasikan sebagai " Kursi Betawi ", hanya ditemukan di Indonesia, Ini adalah koleksi yang laris di berbagai pasar antik tanah air. Tertarik memilikinya ??

Lampu Minyak WIMAN (Germany)

Author: Kedai Barang Antik / Labels:

Lampu gantung Indische ini memiliki tampilan yang dibiarkan apa adanya, sekaligus bisa merekam ulang era masa keemasannya menerangi ruang baca milik Meneer Belanda.

Lampu minyak bercorak floral langgam kolonial tempo doeloe ini cenderung bergaya Indische Empire Stijl namun kaya akan unsur dekoratif.

Dilihat dari corak garis-garis bergelombang teksturnya cat yang terkelupas dan besi yang berkarat memperlihatkan betapa lamanya benda tersebut.




Original merek WIMAN - Made In Germany terbilang langka dan susah ditemukan, datang dari koleksi masa lalu ini nampaknya belum mau dipensiunkan. Lampu ini menjadi penanda kelas sosial pada masyarakat kolonial.

Selain kesempurnaan bentuk dan proporsi juga memiliki daya tahan tinggi terhadap suhu dan cuaca tropis Hindia Belanda.


Lampu Minyak, Riwayatmu Duluuu....

Lampu penerangan jaman dulu model seperti ini diperkenalkan di Indonesia sekitar tahun 1930 an. Lampu ini menjadi penanda kelas sosial pada masyarakat kolonial yang dibeda-bedakan berdasarkan ras dan status sosial.

Langit-langit yang dibiarkan polos akan tampak membosankan, kan? Nah, agar tak monoton, langit-langit perlu juga diberi permainan lampu.

Bentuk lampu minyak gantung dengan model yang berkembang pada masa kolonial, disesuaikan dengan iklim dan teknik bangunan di Hindia Belanda.

Koleksi lampu semacam ini umumnya menghias bangunan rumah peristirahatan, yang lazim disebut landhuis dengan patron Belanda.

Fungsinya pun tak hanya untuk lampu baca namun juga sebagai penerang ruangan, intensitas cahayanya pun disesuaikan dengan dimensi ruang.

Kini lampu jenis ini tentu saja sudah jarang kita temui, membawa sensasi tersendiri bagi mereka yang mereka yang mampu mengapresiasi keindahan koleksi tempo doeloe. SOLD OUT

Kursi Jawa Pesisiran (Kursi Becak)

Author: Kedai Barang Antik / Labels:

Sebuah set meja kursi Jawa Pesisiran, yang dikenal dengan "Kursi Becak" tinggalan budaya yang sarat dengan nilai kearifan lokal, merupakan simbol kemewahan pada jaman dahulu.

Pertemuan antara esensi Jawa Pesisiran dengan detail-detail Eropa (De Stijl) ini telah menghadirkan pemahaman akan ekspresi klasik budaya Jawa di masa itu.

Pengaruh Art Deco dan Jawa Pesisiran dapat juga terlihat pada desain kursi bergaya De Stijl ini.

Ternyata sentuhan motif kuno juga bisa mengundang perhatian karena bentuknya yang unik.

Selain ergonomis, sudut sandaran punggung kursi menunjang kenyamanan.

Dengan model yang berkembang pada masa Orde Lama, menimbulkan suasana nyaman dan romantik membuat meja unik ini menarik hati bagi siapa saja yang melihatnya.

Menonjolkan sisi yang mengombinasikan keelokan dan efisiensi.

Perabot ini merujuk pada kelas masyarakat menengah atas, yang dahulu sempat prominen dimasanya.

Dengan ciri bentuk yang tegas, elemen lengkung yang dikontraskan dengan garis lurus serta tetap dapat dijadikan sebagai bukti jejak kejayaan yang mewakili lapisan sejarahnya.

Nuansa Art Deco sangat terasa dari segi bentuk yang atraktif, tak hanya dianggap klasik namun sekaligus memiliki citarasa seni. 

Nyatanya kursi ini masih kokoh dan bertahan lama melintasi pergantian rezim dan abad, ia seolah bentangan jalan menuju masa lalu.


Furniture ORDE LAMA : Masa Lalu Dalam Masa Kini...

Koleksi set meja kursi ini sebagai salah satu karya seni yang tak akan lekang oleh waktu. Sebagai perabotan rumah tangga yang menjadi saksi perubahan dan perkembangan sebuah peradaban, budaya, dan lingkungan.

Kedalaman nilai sejarah, kenangan, dan apresiasi membawa kesadaran untuk mengkoleksi set kursi dengan sebutan "Kursi Becak" dari masa lampau yang mempunyai dimensi ukuran kursi T.72 cm (34,5 cm) x P.62,5 cm x L.58 cm dan meja diameter 67 cm x T.54 cm.

Koleksi ini salah satu dari sedikit yang tersisa yang diakrabi para keluarga di Indonesia tahun 1950 an dan terpelihara dengan baik.

Kursi set ini masih menyisakan kemegahan tempo dulu yang ramah menyambut tamu. Model ini juga terlihat indah untuk penempatan ruang dengan desain formal.

Sebuah koleksi furniture yang unik, yang mewadahi beragam perabot sebagian potret keluarga Indonesia "tempo doeloe" ini bagi yang suka, memang layak koleksi. Kesan apa yang Anda dapatkan ?





Pronkast de Batikkerij

Author: Kedai Barang Antik / Labels:

Tampilannya yang menarik dan tampak berumur menjadikannya barang collectible, karena sulit dicari. Perabot ini merujuk pada kelas masyarakat menengah atas, yang dahulu sempat prominen dimasanya. 

Dengan beberapa pengaturan sudut yang tepat, Anda akan mendapatkan sebuah penempatan pajangan yang dapat dinikmati oleh setiap mata yang memandang. 

Mampu bertahan hingga ratusan tahun, maka koleksi ini bisa dikatakan mengungkap perjalanan kultural yang bersifat romantis nostalgis.

Bentukan lengkung mahkota terlihat glamour, simetris, dan akulturasi dari 3 budaya : Indo-Eropa, Jawa dan Peranakan.

Bentuk konstruksi lemari berciri khas Indisch atau disebut gaya Indo-Eropa, model yang berkembang pada masa kolonial.

Tekstur dan kerapian pengerjaan memiliki kadar craftmanship yang tinggi.

Bukan sekadar keindahan perpaduan dan komposisi ragam hias ornamen ukir yang menarik diamati, tetapi juga semangat zaman yang dipancarkan koleksi tersebut.

Tak sekedar pajangan, meski renta barang ini menyimpan banyak cerita tentang gambaran Indonesia pada jamannya.

Kunci berfungsi dengan baik. Ornamen seperti tak berubah, meskipun kasar namun menunjukkan proses alamiah yang terjadi pada perabotan tersebut.

Dalam perjalanan waktu gaya perabotan seperti ini sudah jarang sekali tersimpan dalam keadaan utuh.

Perpaduan sisi praktis yang ditampilkan melalui pembagian area penyimpanan dengan pembagian bangku pajang penopang lemari tersebut. 

Identifikasi visual berupa bentuk-bentuk organis, garis tumbuhan, menjadi daya tarik dari masa ke masa.

Elemen-elemen bergaya vernakular Belanda menjadi gaya bentuk yang tak lekang dimakan waktu.

Perabotan antik yang bernuansa zaman kolonial Belanda. Menonjolkan sisi yang mengombinasikan keelokan dan efisiensi.


Sebuah Jejak Warisan Kemewahan Priyayi...

Memiliki koleksi lemari yang telah lalu dan berusia cukup lama, misalnya, 90 tahun lebih, merupakan sebuah keuntungan tersendiri.

Bila dicermati, koleksi sepasang lemari Pronkast de Batikkerij ini bisa memberi banyak cerita, meski tanpa kata-kata. Anda akan merasakan nuansa masa lalu yang unik di dalamnya.

Penempatannya disesuaikan dengan peruntukan penyimpanan dan fungsi ruang, bahkan memberi nilai estetika pada ruangan. Mempunyai ukuran T.143 cm x P.55.5 cm x L.36.5 cm.

Ini agar efeknya sesuai dengan karakter ruang memperkuat gaya sebuah interior, membentuk ciri khas, serta menciptakan sense of space ketika ada tamu yang memasuki rumah.

Koleksi sepasang lemari pajang ini mampu menghadirkan kerinduan dan mengingat kenangan manis di masa lalu.yang disesuaikan dengan iklim dan teknik bangunan di Hindia Belanda pada waktu itu.

Zaman boleh berganti, namun perabotan tua masih dibutuhkan dan digemari orang hingga abad ini. Perpaduan yang serasi antara nostalgia akan era yang telah lama berlalu benar-benar bisa membuat anda merasa seolah berada di zaman kolonial.

Melalui koleksi ini kita seolah diajak berkelana ke masa silam, menguak kehidupan masyarakat penguasa Vorstenlanden masa lampau. Eksotis ! SOLD OUT