Jenis desain pagar model ciri konstruksi yang dibangun pemerintah Hindia Belanda ini, merupakan daya tarik tersendiri bagi turis Belanda yang ingin bernostalgia pada kejayaan Hindia-Belanda di Nusantara.
Kedalaman nilai sejarah, kenangan, usianya yang lebih dari 100 tahun dan apresiasi membawa kesadaran untuk mengkoleksi railing pagar bekas bongkaran bangunan masa lampau.
Pada masa itu, koleksi pagar besi timah tersebut dikirim dari Belanda dan setibanya di Indonesia dirakit dan dipasang di gedung-gedung Pemerintah Hindia Belanda.
Pernik pagar arsitektural golongan menengah di beberapa kota besar yang pada waktu itu jumlahnya sangat terbatas. Tentu barang lama yang secara kualitas jelas tidak diproduksi sembarangan. Hingga kini, pagar kuno juga semakin menyusut drastis.
Meski berkarat dan renta barang ini menyimpan banyak cerita tentang gambaran Indonesia pada jamannya, juga semangat jaman yang dipancarkan koleksi pagar antik tersebut.
Ilustrasi gambar foto menunjukkkan bahwa biasanya railing pagar ini memang ditujukan untuk kalangan penguasa dan terutama pada keluarga yang berkecukupan pada masa itu.
Railing Pagar Warisan Arsitektural Indies
Arsitektur warisan penjajahan Belanda, masih banyak ditemukan di Indonesia. Menerapkan ornamen dekoratif khas gaya klasik kolonial seperti terlihat pada desain pagar balkon motif sulur yang tampaknya dibuat era kolonialisme tengah berlangsung pada tahun 1900-an.
Gaya bangunan kolonial ini pun bisa menjadi alternatif untuk hunian Anda. Meski bekas, kualitasnya masih sangat terjaga. Mempunyai ukuran panjang 69 centimeter Tak hanya langka dan indah, pagar pemanis teras rumah atau pagar balkon ini memiliki makna simbolis sarat makna dan nilai-nilai sosiokultural.
Motif pada timah pagar besi dan tiang-tiang yang kuat menambah kesan klasik dan ternyata belum mau dipensiunkan. Tak hanya kokoh dan indah, railing (pagar pembatas) membentuk ciri khas, serta menciptakan sense of space ketika ada tamu yang memasuki rumah.
Adalah fakta yang kerap diungkap. Pada masa itu, koleksi railing pagar arsitektural ini bertalian dengan tanda status sosial tertentu. Tak hanya itu, beberapa orang bahkan sengaja berburu khusus untuk 'melengkapi' konsep arsitektur impiannya.
Pernik pagar arsitektural golongan menengah di beberapa kota besar yang pada waktu itu jumlahnya sangat terbatas. Tentu barang lama yang secara kualitas jelas tidak diproduksi sembarangan. Hingga kini, pagar kuno semacam ini juga semakin menyusut drastis. Mau ??? SOLD OUT
Kedalaman nilai sejarah, kenangan, usianya yang lebih dari 100 tahun dan apresiasi membawa kesadaran untuk mengkoleksi railing pagar bekas bongkaran bangunan masa lampau.
Pada masa itu, koleksi pagar besi timah tersebut dikirim dari Belanda dan setibanya di Indonesia dirakit dan dipasang di gedung-gedung Pemerintah Hindia Belanda.
Pernik pagar arsitektural golongan menengah di beberapa kota besar yang pada waktu itu jumlahnya sangat terbatas. Tentu barang lama yang secara kualitas jelas tidak diproduksi sembarangan. Hingga kini, pagar kuno juga semakin menyusut drastis.
Meski berkarat dan renta barang ini menyimpan banyak cerita tentang gambaran Indonesia pada jamannya, juga semangat jaman yang dipancarkan koleksi pagar antik tersebut.
Ilustrasi gambar foto menunjukkkan bahwa biasanya railing pagar ini memang ditujukan untuk kalangan penguasa dan terutama pada keluarga yang berkecukupan pada masa itu.
Railing Pagar Warisan Arsitektural Indies
Arsitektur warisan penjajahan Belanda, masih banyak ditemukan di Indonesia. Menerapkan ornamen dekoratif khas gaya klasik kolonial seperti terlihat pada desain pagar balkon motif sulur yang tampaknya dibuat era kolonialisme tengah berlangsung pada tahun 1900-an.
Gaya bangunan kolonial ini pun bisa menjadi alternatif untuk hunian Anda. Meski bekas, kualitasnya masih sangat terjaga. Mempunyai ukuran panjang 69 centimeter Tak hanya langka dan indah, pagar pemanis teras rumah atau pagar balkon ini memiliki makna simbolis sarat makna dan nilai-nilai sosiokultural.
Motif pada timah pagar besi dan tiang-tiang yang kuat menambah kesan klasik dan ternyata belum mau dipensiunkan. Tak hanya kokoh dan indah, railing (pagar pembatas) membentuk ciri khas, serta menciptakan sense of space ketika ada tamu yang memasuki rumah.
Adalah fakta yang kerap diungkap. Pada masa itu, koleksi railing pagar arsitektural ini bertalian dengan tanda status sosial tertentu. Tak hanya itu, beberapa orang bahkan sengaja berburu khusus untuk 'melengkapi' konsep arsitektur impiannya.
Pernik pagar arsitektural golongan menengah di beberapa kota besar yang pada waktu itu jumlahnya sangat terbatas. Tentu barang lama yang secara kualitas jelas tidak diproduksi sembarangan. Hingga kini, pagar kuno semacam ini juga semakin menyusut drastis. Mau ??? SOLD OUT

